Rabu, 04 Feb 2026 21:56 WIB

PLN Sambung Listrik Gratis 1.854 Warga Tidak Mampu di Ponorogo

PT PLN (Persero) realisasikan sambung listrik gratis
PT PLN (Persero) realisasikan sambung listrik gratis

selalu.id - PT PLN (Persero) realisasikan sambung listrik gratis 1.854 warga tidak mampu di 15 kecamatan wilayah Ponogoro melalui program pemerintah Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).

Program BPBL yang diinisasi Kementrian ESDM ini bertujuan untuk mewujudkan listrik berkeadilan untuk masyarakat tidak mampu khususnya yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Baca Juga: World Clean Up Day, PLN Bersama Pemkot Surabaya Gelar Aksi Bersih Pantai

Koordinator Perencanaan Distribusi Tenaga Listrik Ditjen Ketenagalistrikan, Hari Purnomo mengatakan, bahwa program ini dilaksanakan karena ada warga yang tidak mampu untuk bayar biaya pasang baru listrik, sehingga mereka menyalur sambungan listrik dengan tetangga.

"Ini juga merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan rasio elektrifikasi dan membantu masyarakat memperoleh akses listrik, sehingga akan semakin banyak warga yang kurang mampu, namun tetap bisa menikmati jaringan listrik," terangnya.

Sementara itu Anggota Komisi VII DPR RI Sartono memberikan apresiasi pada Kementerian ESDM  khususnya Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan dan PLN yang telah merealisasikan program BPBL ini.

"Melalui Program BPBL ini semoga senantiasa memberikan manfaat bagi masyarakat, dan saya berharap semoga program ini bisa berlanjut lagi, sehingga berdampak mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Sartono.

Baca Juga: Token Listrik PLN Diblokir di Sidoarjo, Warga Diminta Bayar Rp10 Juta untuk Tagihan Orang Lain

Disisi lain, Staf Ahli Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero) Priyo Wurianto menyampaikan bahwa PLN telah menjalankan Program BPBL sejak beberapa tahun terakhir. "Tercatat hingga 25 November 2023, PLN telah menyalurkan BPBL pemerintah kepada 131.600 rumah tangga di seluruh Provinsi di Indonesia," jelas Priyo.

Selain BPBL, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) juga melakukan elektrifikasi warga tidak mampu melalui program Light Up The Dream (LUTD).

Program yang berasal dari donasi pegawai PLN ini merupakan bantuan penyambungan listrik gratis kepada masyarakat kurang mampu. Sebanyak  61 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di Kabupaten Kediri dan Kabupaten Bondowoso mendapatkan bantuan penyambungan baru listrik gratis.

Baca Juga: PLN Jatim Catat Rekor Penjualan Listrik 44,3 TWh di Tahun 2024

Hal senada juga diungkapkan General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Agus Kuswardoyo memaparkan program bantuan pasang baru listrik bagi masyarakat tidak mampu terus digalakkan sebagai upaya pemerataan akses listrik ke seluruh wilayah Indonesia, khususnya di daerah 3T.

"Semoga listrik yang tersambung dapat  membawa manfaat dan menghadirkan kebahagiaan serta kehidupan yang lebih baik untuk para keluarga penerima manfaat," pungkas Agus.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantahan Tim Hukum Terlapor dalam Dugaan Penyalahgunaan Dana Gereja GBI TOC Surabaya

Kasus ini sendiri telah masuk ke ranah kepolisian, setelah Ir Peter Putero, melaporkan Pendeta Samuel ke Polda Jatim.

Daftar Makanan yang Wajib Dihindari saat Musim Hujan, Berikut Risikonya

Masyarakat disarankan untuk tidak sembarangan dalam hal memilih makanan yang akan dikonsumsi saat musim hujan.

Kejati Jatim Tahan Direktur PT BJS dalam Kasus Korupsi Dana Pendidikan

Perbuatan tersangka bersama-sama dengan tersangka lain mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp157 miliar.

OTT KPK Hari Ini: Satu di Banjarmasin, Satunya Bea Cukai Jakarta

Dari kedua kasus tersebut, KPK belum merincikan siapa saja pihak yang diamankan dan detail konstruksi perkara. 

Kantor Bea Cukai Pusat Digeledah KPK, Rangkaian OTT?

Budi menegaskan Bea Cukai berkomitmen untuk bersikap kooperatif dan menghormati proses yang berlangsung.

626 Petugas Haji Surabaya Siap Layani 42 Ribu Jemaah di Jatim

Diklat yang digelar selama 10 hari penuh ini merupakan perubahan signifikan dari pembekalan sebelumnya yang hanya berupa bimbingan teknis (bimtek).