Sabtu, 22 Jun 2024 22:53 WIB

Soroti Kelaikan Fungsi Bangunan, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Minta XXI Pakuwon City Mal Ditutup Sementara

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Arif Fathoni

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Arif Fathoni

selalu.id - Menyoal terjadinya peristiwa jebolnya plafon/atap di XXI Pakuwon City Mall yang terjadi hari ini, Selasa (6/2/2024). Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Arif Fathoni mengatakan, diluar hal itu merupakan musibah, namun pemilik gedung harus memastikan keamanan.

"Pemilik gedung harusnya memastikan keamanan dan kelaikan gedung demi melindungi konsumen, maka yang perlu dipertanyakan adalah apakah gedung tersebut sudah mengantongi SLF (Sertifikat Laik Fungsi) dari Pemkot Surabaya?" tegas pentolan Golkar ini saat dikonfirmasi oleh selalu.id, Selasa (6/2/2024).

Baca Juga: Plafon XXI Pakuwon City Mal Surabaya Ambrol, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

"Jika SLF sudah diberikan, apakah saat SLF diterbitkan semua rekomendasi sudah dijalankan oleh pemilik gedung?" tambahnya.

Dengan kejadian seperti ini, lanjut Arif Fathoni menjelaskan, demi melindungi kepentingan konsumen pihaknya berharap Pemkot melakukan pengawasan secara periodik terhadap tempat-tempat keramaian yang ada di Surabaya.

Baca Juga: Begini Penjelasan Pakuwon City Mal Soal Plafon Bioskop XXI Ambrol

"Apakah semua rekomendasi SLF sudah dijalankan secara ansih oleh para pemilik gedung? Saya berharap bioskop tersebut ditutup sementara sambil melalukan perbaikan secara menyeluruh agar insiden ini tidak terulang dimasa yang akan datang," tegas pria yang akrab disapa Thoni ini.

Sementara itu, Thoni menyebut akan memanggil Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk melakukan mitigasi potensi kerawanan gedung yang ada di Surabaya ini deengan melakukan pengawasan lebih intensif dan secara berkala di titik-titik random yang rawan dan krusial.

Baca Juga: Netizen Sebut Atap Bioskop XXI Pakuwon City Sudah Bocor Sejak 2012

"Kami akan memanggil Pemkot untuk melakukan mitigasi potensi kerawaanan gedung-gedung yang menjadi tempat masyarakat melepas lelah disamping bersama dengan Pemkot melakukan pengawasan lapangan secara berkala dengan titik-titik random untuk melihat secara langsung bagaimana kelaikan gedung-gedung yang ada di kota Surabaya," tutup Thoni.

Editor : Ading