Selasa, 03 Feb 2026 21:48 WIB

Ini Dugaan Penyebab Kecelakaan Bus Rombongan Kader Hanura di Tol Ngawi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 04 Feb 2024 18:51 WIB
Bus yang terguling di Tol Ngawi
Bus yang terguling di Tol Ngawi

selalu.id - Bus yang membawa belasan rombongan kader Partai Hanura mengalami kecelakaan di ruas tol Solo - Ngawi pada Minggu (4/2/2024).

Sebanyak tiga orang tewas dalam tragedi tersebut. Saat ini Kepolisian masih mendalami penyebab kecelakaan tersebut.

Baca Juga: Avanza Tabrak Belakang Truk di Tol Jombang Mojokerto, 2 Tewas

Wakapolres Ngawi, Kompol Achmad Robial, mengatakan, pihak kepolisian masih menduga penyebab sementara kecelakaan Bus Efa Transjaya yang berisi rombongan Partai Hanura di Tol Solo-Ngawi, adalah akibat kelalaian sopir.

Kompol Robial menyampaikan saat ini pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan termasuk mengecek rekaman CCTV dan menggali keterangan saksi.

"Saat ini masih dalam pendalaman penyelidikan baik dari CCTV dan saksi-saksi, dugaan awal kelalaian sopir," kata Kompol Robial

Akibat kejadian tersebut, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, dua diantaranya tewas di lokasi, sedangkan satu lainnya meninggal dalam perawatan di RS Widodo.

Korban lainnya mengalami luka berat dan ringan, saat ini masih dilakukan perawatan oleh dokter di rumah sakit RS Widodo, RSUD Dr Soeroto Ngawi dan RSUD Sragen

"Korban keseluruhan 31 orang, yang meninggal tiga orang, 28 orang dalam perawatan di rumah sakit," lanjut Robi.

Baca Juga: Fortuner Rem Blong di Pacet, Nyungsep di Jalur Penyelamat

Sebelumnya, Kanit PJR 6 Ditlantas Polda Jawa Timur Iptu M Saifudin mengatakan kejadian kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 06.17 WIB bermula rombongan bus tersebut dari arah barat menuju timur.

Diketahui, kecelakaan tersebut menimpa bus Efa Transjaya bernopol W 7401 UO yang disopiri Catur Pancoro (47) warga Tulangan, Sidoarjo.

Iptu Saifudin mengatakan, bus yang membawa rombongan kader Hanura berjumlah 18 orang itu hendak pulang dari acara kampanye Ganjar-Mahfud MD di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Sabtu, 3 Februari 2024 kemarin.

"Dari arah barat ke timur, setelah mengikuti kampanye pasangan calon 03 di Jakarta," kata Saifudin

Baca Juga: Data Korban Elf Blong di Pacet, Seluruh Penumpang Dilarikan ke RS

Lebih lanjut dia menjelaskan, saat itu bus melaju dari barat ke timur atau Solo ke Surabaya. Sesampai di KM 554.600_A Jalan Tol Solo-Ngawi, bus melaju di jalur lambat dan bermaksud mendahului sebuah truk di depannya.

Nahas, diduga karena kurang konsentrasi, bus menabrak median, lalu terguling, terseret, dan menghantam pagar pembatas jalan. Akibatnya, badan bus rusak parak dengan posisi melintang, menutupi badan jalan Tol Solo-Ngawi.

Untuk korban yang meninggal salah satunya driver bernama Catur Pancoro, 47, asal Sidoarjo.Akibat insiden ini, 3 orang meninggal 16 luka ringan. Saifudin mengungkapkan, seluruh bagian bus rusak.

"Driver meninggal saat perawatan di rumah sakit Ngawi," ucap Saifudin.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.