Senin, 02 Feb 2026 04:49 WIB

Ini Dugaan Penyebab Kecelakaan Bus Rombongan Kader Hanura di Tol Ngawi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 04 Feb 2024 18:51 WIB
Bus yang terguling di Tol Ngawi
Bus yang terguling di Tol Ngawi

selalu.id - Bus yang membawa belasan rombongan kader Partai Hanura mengalami kecelakaan di ruas tol Solo - Ngawi pada Minggu (4/2/2024).

Sebanyak tiga orang tewas dalam tragedi tersebut. Saat ini Kepolisian masih mendalami penyebab kecelakaan tersebut.

Baca Juga: Avanza Tabrak Belakang Truk di Tol Jombang Mojokerto, 2 Tewas

Wakapolres Ngawi, Kompol Achmad Robial, mengatakan, pihak kepolisian masih menduga penyebab sementara kecelakaan Bus Efa Transjaya yang berisi rombongan Partai Hanura di Tol Solo-Ngawi, adalah akibat kelalaian sopir.

Kompol Robial menyampaikan saat ini pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan termasuk mengecek rekaman CCTV dan menggali keterangan saksi.

"Saat ini masih dalam pendalaman penyelidikan baik dari CCTV dan saksi-saksi, dugaan awal kelalaian sopir," kata Kompol Robial

Akibat kejadian tersebut, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, dua diantaranya tewas di lokasi, sedangkan satu lainnya meninggal dalam perawatan di RS Widodo.

Korban lainnya mengalami luka berat dan ringan, saat ini masih dilakukan perawatan oleh dokter di rumah sakit RS Widodo, RSUD Dr Soeroto Ngawi dan RSUD Sragen

"Korban keseluruhan 31 orang, yang meninggal tiga orang, 28 orang dalam perawatan di rumah sakit," lanjut Robi.

Baca Juga: Fortuner Rem Blong di Pacet, Nyungsep di Jalur Penyelamat

Sebelumnya, Kanit PJR 6 Ditlantas Polda Jawa Timur Iptu M Saifudin mengatakan kejadian kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 06.17 WIB bermula rombongan bus tersebut dari arah barat menuju timur.

Diketahui, kecelakaan tersebut menimpa bus Efa Transjaya bernopol W 7401 UO yang disopiri Catur Pancoro (47) warga Tulangan, Sidoarjo.

Iptu Saifudin mengatakan, bus yang membawa rombongan kader Hanura berjumlah 18 orang itu hendak pulang dari acara kampanye Ganjar-Mahfud MD di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Sabtu, 3 Februari 2024 kemarin.

"Dari arah barat ke timur, setelah mengikuti kampanye pasangan calon 03 di Jakarta," kata Saifudin

Baca Juga: Data Korban Elf Blong di Pacet, Seluruh Penumpang Dilarikan ke RS

Lebih lanjut dia menjelaskan, saat itu bus melaju dari barat ke timur atau Solo ke Surabaya. Sesampai di KM 554.600_A Jalan Tol Solo-Ngawi, bus melaju di jalur lambat dan bermaksud mendahului sebuah truk di depannya.

Nahas, diduga karena kurang konsentrasi, bus menabrak median, lalu terguling, terseret, dan menghantam pagar pembatas jalan. Akibatnya, badan bus rusak parak dengan posisi melintang, menutupi badan jalan Tol Solo-Ngawi.

Untuk korban yang meninggal salah satunya driver bernama Catur Pancoro, 47, asal Sidoarjo.Akibat insiden ini, 3 orang meninggal 16 luka ringan. Saifudin mengungkapkan, seluruh bagian bus rusak.

"Driver meninggal saat perawatan di rumah sakit Ngawi," ucap Saifudin.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.