Kamis, 03 Sep 2026 15:20 WIB

Ini Dugaan Penyebab Kecelakaan Bus Rombongan Kader Hanura di Tol Ngawi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 04 Feb 2024 18:51 WIB
Bus yang terguling di Tol Ngawi
Bus yang terguling di Tol Ngawi

selalu.id - Bus yang membawa belasan rombongan kader Partai Hanura mengalami kecelakaan di ruas tol Solo - Ngawi pada Minggu (4/2/2024).

Sebanyak tiga orang tewas dalam tragedi tersebut. Saat ini Kepolisian masih mendalami penyebab kecelakaan tersebut.

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Depan Polres Mojokerto, Satu Pemotor Tewas

Wakapolres Ngawi, Kompol Achmad Robial, mengatakan, pihak kepolisian masih menduga penyebab sementara kecelakaan Bus Efa Transjaya yang berisi rombongan Partai Hanura di Tol Solo-Ngawi, adalah akibat kelalaian sopir.

Kompol Robial menyampaikan saat ini pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan termasuk mengecek rekaman CCTV dan menggali keterangan saksi.

"Saat ini masih dalam pendalaman penyelidikan baik dari CCTV dan saksi-saksi, dugaan awal kelalaian sopir," kata Kompol Robial

Akibat kejadian tersebut, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, dua diantaranya tewas di lokasi, sedangkan satu lainnya meninggal dalam perawatan di RS Widodo.

Korban lainnya mengalami luka berat dan ringan, saat ini masih dilakukan perawatan oleh dokter di rumah sakit RS Widodo, RSUD Dr Soeroto Ngawi dan RSUD Sragen

"Korban keseluruhan 31 orang, yang meninggal tiga orang, 28 orang dalam perawatan di rumah sakit," lanjut Robi.

Baca Juga: Brio Ludes Terbakar usai Hantam Truk di Tol Sumo: Satu Balita Tewas, 3 Lainnya Terluka

Sebelumnya, Kanit PJR 6 Ditlantas Polda Jawa Timur Iptu M Saifudin mengatakan kejadian kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 06.17 WIB bermula rombongan bus tersebut dari arah barat menuju timur.

Diketahui, kecelakaan tersebut menimpa bus Efa Transjaya bernopol W 7401 UO yang disopiri Catur Pancoro (47) warga Tulangan, Sidoarjo.

Iptu Saifudin mengatakan, bus yang membawa rombongan kader Hanura berjumlah 18 orang itu hendak pulang dari acara kampanye Ganjar-Mahfud MD di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Sabtu, 3 Februari 2024 kemarin.

"Dari arah barat ke timur, setelah mengikuti kampanye pasangan calon 03 di Jakarta," kata Saifudin

Baca Juga: Adu Banteng Dua Motor Terjadi di Mojokerto, 3 Nyawa Melayang di TKP

Lebih lanjut dia menjelaskan, saat itu bus melaju dari barat ke timur atau Solo ke Surabaya. Sesampai di KM 554.600_A Jalan Tol Solo-Ngawi, bus melaju di jalur lambat dan bermaksud mendahului sebuah truk di depannya.

Nahas, diduga karena kurang konsentrasi, bus menabrak median, lalu terguling, terseret, dan menghantam pagar pembatas jalan. Akibatnya, badan bus rusak parak dengan posisi melintang, menutupi badan jalan Tol Solo-Ngawi.

Untuk korban yang meninggal salah satunya driver bernama Catur Pancoro, 47, asal Sidoarjo.Akibat insiden ini, 3 orang meninggal 16 luka ringan. Saifudin mengungkapkan, seluruh bagian bus rusak.

"Driver meninggal saat perawatan di rumah sakit Ngawi," ucap Saifudin.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.