Sabtu, 06 Jun 2026 04:12 WIB

Makna Pemukulan Kentongan Megawati saat Kampanye Akbar Ganjar-Mahfud di Stadion GBK

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 04 Feb 2024 12:54 WIB
Ketua Umum PDIP saat acara Kampanye Akbar Ganjar-Mahfud di Stadion GBK
Ketua Umum PDIP saat acara Kampanye Akbar Ganjar-Mahfud di Stadion GBK

selalu.id - Pakar Antropologi Universitas Airlangga (UNAIR) Toetik Koesbardiati menyebut 10 ribu kentongan yang dilakukan oleh Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri merupakan makna kewaspadaan.

Diketahui orang nomor satu di PDI-Perjuangan memimpin pemukulan kentongan dihadapan ratusan ribu massa yang hadir di acara kampanye akbar Ganjar Pranowo-Mahfud MD, di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (3/2/2023).

Baca Juga: Cium Merah Putih dan Tanam Pohon, Pelantikan PAC PDI Perjuangan Tuban Bawa Pesan Kebangsaan dan Kepedulian Lingkungan

Toetik menyampaikan, kentongan yang terbuat dari bambu yang dilubangi sedemikan rupa adalah alat sederhana yang saat dipukul merupakan simbol valid terhadap suatu kejadian dalam suatu masyarakat. Kentongan sendiri disebut pengirim informasi berbasis local wisdom.

"Biasanya etnis Jawa dan Bali yang memiliki adat kentongan ini. Kalau dulu ada kode asap, atau burung untuk memberitakan sesuatu," kata Toetik saat dihubungi.

Ia menjelaskan simbol bunyi dan tempo tidak pernah salah dalam mengirim pesan. Setiap nada dan tempo mempunyai makna yang berbeda. Misalnya, berita kematian akan berbeda bunyinya dengan ancaman bahaya.

"Berbeda pula jika ada undangan untuk berkumpul seperti rapat atau kenduri. Jika kentongan dengan kode tertentu dibunyikan, dengan otomatis masyarakat akan keluar untuk berkumpul sesuai dengan kode bunyi dan tempo,” jelasnya.

"Jika bunyi dan tempo 6 kali lalu jedah dan diulang 6 kali (doro muluk) tanda ada kematian. Orang akan segera mencari tahu siapa yang meninggal," tambahnya.

Baca Juga: Idul Adha Jadi Momentum Kebersamaan, PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban

Selain itu, lanjut Toetik, kentongan yang dibunyikan secara cepat dan tidak berjedah adalah simbol tanda bahaya (entah banjir, longsor atau binatang buas).

"Kadang kentongan juga dibunyikan sebagai petanda waktu. Semua kode tidak pernah salah," ucapnya.

Menurutnya, kentongan sangat penting secara budaya sebagai sistem informasi terutama masyarakat jawa. Tidak harus bermakna bahaya, bergantung pada bunyi dan tempo.

Meski begitu, terkait bunyi nanda dan tempo 10 ribu kentongan PDI-Perjuangan yang dipimpin Megawati tersebut, terdengar dengan tempo cepat tanpa jeda termasuk tanda bahaya.

Baca Juga: Pengganti Ketua DPRD Surabaya Masih Misterius, Siapa yang Bakal Jadi?

"Kalau jumlah 10 ribu kentongan tidak bermakna simbol. Yang simbol adalah nada dan tempo kentongan. Apakah bu Mega membunyikan kentongan dengan nada dan tempo tanpa jedah?
Kalau iya, berarti tanda waspada," terangnya.

Sebelumnya, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, menjelaskan, jika pemukulan kentongan ini sebagai simbolisasi agar masyarakat tersadar untuk ikut menjaga kewaspadaan, melawan intimidasi dan kecurangan yang mungkin yang terjadi di Pilpres 2024.

"Kentongan ini tradisi masyarakat secara kolektif dan simbol kewaspadaan serta hidup dalam tradisi bangsa. Masyarakat pun diajak untuk ikut berpartisipasi mengawal pemilu yang jurdil," tandas Hasto.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.