Senin, 07 Sep 2026 00:54 WIB

DPRD Surabaya Minta Perda Retribusi dan Pajak Dibekukan, Ini Alasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 21 Jan 2024 10:55 WIB
Gedung DPRD Surabaya
Gedung DPRD Surabaya

selalu.id - DPRD Surabaya meminta penerapan Peraturan Daerah (Perda) Surabaya Nomor 7 Tahun 2023 tentang Rertibusi dan Pajak Daerah dibekukan. Hal karena berpotensi mengancam ekonomi kreatif masyarakat.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Arif Fathoni mengatakan, karena viralnya pengumuman sekaligus sosialisasi Perda 7/2023 di Balai Pemuda beberapa saat lalu.

Baca Juga: Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Oleh karena itu, Toni sapaan akrabnya meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menunda penerapan perda tersebut.

Menurutnya, Pemerintah belum menerapkan Undang-undang No.1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Karena ada proses Judicial Review di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kalau kemudian aturan yang di tingkat pusat dilakukan penundaan. Ya sebaiknya Perda Nomor 7 Tahun 2023 ini juga dilakukan penundaan terlebih dahulu penerapannya. Sehingga tidak terjadi kesimpang siuran di masyarakat," kata Toni kepada wartawan saat di temui di Kantor DPRD Surabaya, Minggu (20/01/2024).

Politisi Partai Golkar ini menilai Perda yang digedok oleh Pemkot Surabaya pada akhir tahun 2023 dan berlaku mulai 1 Januari 2024 itu, belum sepenuhnya tersosialisasikan kepada masyarakat.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Bahkan, sesi pemotretan dan pengambilan video produk, hingga calon pengantin atau prewedding bakal dikenakan biaya Rp500.000 untuk jangka waktu tiga jam.

Oleh karena itu, Toni meminta pembekuan Perda 7/2023, kemudian dilakukan pengkajian ulang untuk kajian akademisnya dan menggunakan peraturan sebelumnya. Dengan demikian, perda tersebut dapat menjadi landasan hukum yang mensejahterakan masyarakat.

"Kalau kemudian timbul ketidakpastian ekonomi yang dibuat komponen pajak dan retribusi yang naik sedemikian rupa. Saya yakin itu malah tidak bagus bagi pertumbuhan ekonomi kita," jelasnya.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Otomatis ya kita kembali ke peraturan sebelumnya. Sehingga para pelaku usaha yang ada di Kota Surabaya ini tidak merasa was-was dan tidak merasa dirugikan," sambungnya.

Toni juga mendesak Pemkot Surabaya untuk segera melakukan perbaikan Perda 7/2023 itu, dengan mengundang para pelaku usaha dan stakeholder lainnya, yang masing-masing memiliki unit komponen pajak retribusi. Dengan demikian, gejolak pada masyarakat tentang naiknya retribusi itu dapat diredakan.

"Jika tidak direvisi, ada kekhawatiran dan justru malah membuat pertumbuhan ekonomi kita menjadi terganggu. Karena isu kenaikan pajak itu, isu yang sensitif di negara manapun," tegasnya

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.