Sabtu, 06 Jun 2026 09:21 WIB

Begini Cerita KH Marzuki Diberhentikan dari Ketua PWNU Jatim

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 29 Des 2023 09:58 WIB
Kantor PWNU Jatim
Kantor PWNU Jatim

selalu.id - KH Marzuki Mustamar belum menerima pemberitahuan pemberhentian perihal dirinya diberhentikan sebagai ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim oleh Pengurus besar NU.

KH Marzuki menegaskan bahwa hingga saat ini, pihaknya belum menerima surat resmi pemberhentian, baik dari Pimpinan Pusat (PP) atau melalui pesan singkat Whatsapp.

"Belum bisa komentar karena juga belum diberi surat resmi atau misalnya WA langsung dari PP saya juga belum sehingga itu benar apa enggak kami enggak tahu apa bisa jadi karena situasi tertentu PP menarik kembali juga bisa kami juga enggak tahu. Yang jelas kami belum menerima," kata KH Marzuki, saat dihubungi awak media, Kamis (28/12/2023) malam.

Padahal, KH Marzuki menjelaskan bahwa aktivitas terkait kepengurusan di PWNU Jatim masih dilakukan hingga kemarin, Rabu (27/12/2023) lalu. Bahkan dirinya masih memberikan tanda tangan surat keputusan terakait rekomendadi untuk Pengurus Cabang (PC) Kota Pasuruan. 

"Kami rapat sesuai dengan biasanya dan andai diberhentikan sejak tanggal berapa kami juga enggak tahu. Kemarin saja saya masih tanda tangan SK. Kemarin tanggal 27 itu pegawai PW kesini minta tanda tangan SK, kayaknya minta rekom untuk PC Kota Pasuruan. Dan namanya masih lengkap di surat rekom itu. Itu Rais PB Anwar Manshur itu ketua saya, sekretaris Muzakki," jelasnya.

Meski begitu, ia menyatakan jika memang diberhentikan oleh PBNU, dirinya akan menerimanya terkait keputusan tersebut. Dia sebagai kader NU memiliki prinsip yang sudah diputuskan maka harus ditaati dan dikerjakan.

"Kami enggak pernah nonyol-nonyol, kami hanya merimo ing pandum, terimo dawuh, suruh kerja ya kerja, suruh berhenti ya berhenti. Kami enggak pernah minta-minta.
Saya sebagai kader NU ketika surat itu sudah prosedural dan itu harus diterima,” terangnya.

Ia meminta untuk tidak membesarkan masalah ini. Tetapi, jika keputusan itu salah. Maka, siapapun punya tugas dan kewajiban untuk mengingatkan yang salah.

“Dalam Qur'an watawa saubil haq watawa saubil sabr. Saling mengingatkan supaya tetap benar dan tetap sabar. Dan kami belum bisa berandai-andai karena kami belum tahu," jelasnya.

Lebih lanjut KH Marzuki menilai warga NU memiliki sikap yang dewasa sehingga keputusan ini tidak perlu ditanggpi dengan reaksi yang berlebihan.

"Saya yakin warga NU dewasa. Mereka enggak akan mereaksi yang berlebihan. Terkecuali barangkali ada terkadang orang membuat keputusan kan ada konsideran-konsideran. Karena pertimbangan ini, karena melakukan ini, barangkali dalam membuat itu mungkin ada yang kurang pas, ya itu tadi, siapapun termasuk saya punya kewajiban untuk meluruskan biar surat itu menjadi bukti," tandas KH Marzuki.

Baca Juga: Begini Pesan KH Marzuki Mustamar Pasca Pilkada

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.