Kamis, 22 Okt 2026 19:22 WIB

Anies Baswedan Tanggapi Aturan KPU Terkait Bahasa Singkatan Tak Familiar di Debat Capres Ketiga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 28 Des 2023 19:35 WIB
Anies Baswedan
Anies Baswedan

selalu.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia telah sepakat menggunakan aturan baru terkait penggunaan singkatan dan istilah yang asing/tak familiar pada Debat Capres ketiga, Minggu (7/1/2024) nanti.

Dalam Debat Capres berikutnya, penggunaam bahasa asing atau tak familiar harus diluruskan oleh moderator debat sebelum dijawab oleh calon yang mendapatkan pertanyaan.

Kesepakatan ini diambil bersama perwakilan masing-masing tim pasangan calon dalam rapat evaluasi debat kedua, Rabu (27/12/2023) kemarin.

Menanggapi aturan itu, Capres nomor urut 1 Anies Baswesdan mengaku siap dan patuh apapun aturan yang ditetapkan oleh KPU. Termasuk menyebutkan kepanjangan dari sebuah singkatan, dan menjelaskan istilah yang asing serta kurang ramah dengan pemahaman awam.

"Jadi buat kami mau aturannya seperti apapun ya monggo aja," kata Anies yang didampingi oleh Cawparesnya Muhaimin Iskandar (Cak Imin) usai menghadiri acara pengajian umum dan hadrah kolosal MPP AQSHONA (Majelis Perempuan Pecinta Al Qur’an dan sholawat nabi) di Banyuwangi, Kamis (28/12/2023).

Menurut Anies. debat kandidat capres-cawapres adalah sebuah ajang yang mempertontonkan kualitas dari sosok calon. Keseluruhan yang ada pada debat, akan menjadi perhatian publik, mulai dari gestur tubuh, gaya bicara, dalam melontarkan suatu pertanyaan hingga kualitas dalam menjawab sebuah pertanyaan.

Itu semua adalah cerminan dari wawasan maupun kompetensi sosok calon.

"Pada ujungnya kan publik bisa menilai kualitas pertanyaan, kualitas jawaban, itu mencerminkan yang mengungkapkan. Jadi mau aturannya seperti apapun juga, cara bertanya, isi pertanyaan, itu menggambarkan apa yang ada dalam pikiran," katanya.

Lebih lanjut Anies menegaskan, semua perjalanan dalam proses pencapresannya akan menjadi pelajaran serta evaluasi bersama. Sebab, apapun yang terjadi, pada ujungnya rakyat yang akan menentukan.

"Toh pada ujungnya rakyat yang akan menilai. Jadi ini adalah pelajaran bagi kita semua untuk mengambil hikmah dari kejadian itu tadi," ujarnya.

Hal yang sama dikatakan pasangan Cawpresnya Cak Imin. Ia menegaskan akan selalu mentaati peraturan yang telah disepakati KPU dalam debat. Karena yang paling utama adalah kesiapan pribadi masing-masing calon.

"Pokoknya kita ikuti saja aturan main yang penting kita siap," tegasnya singkat.

Baca Juga: Temui Pengurus PAN Jatim, PDIP Jatim Sambat Ngurus Pilpres dan Pileg

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.

Kabar Gembira, Jalan Rusak di Pace-Tanhunganom Nganjuk Segera Diperbaiki

Perbaikan jalan ini tak sekedar untuk akses kendaraan, namun juga mampu melejitkan denyut perekonomian warga di sekitar jalur Pace-Tanjunganom, Nganjuk

IMM Jember Gelar Aksi Demo, Desak Pemerintah Serius Benahi 7 Persoalan Pendidikan

Mereka memberikan waktu satu minggu dan mengancam bakal menggelar aksi demonstrasi jilid II apabila tuntutan tidak ditindaklanjuti dengan langkah konkret.

Momen Pesawat Tempur TNI AU Mendarat di Tol Pasuruan-Probolinggo

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengujian kesiapan operasional TNI AU dalam memanfaatkan infrastruktur jalan tol untuk mendukung operasi udara.

Demo di Grahadi Surabaya, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dari Jabatannya

Sambil melakukan orasi secara bergantian, gema teriakan "revolusi" terus disuarakan sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.