Selasa, 03 Feb 2026 04:40 WIB

Anies Baswedan Tanggapi Aturan KPU Terkait Bahasa Singkatan Tak Familiar di Debat Capres Ketiga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 28 Des 2023 19:35 WIB
Anies Baswedan
Anies Baswedan

selalu.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia telah sepakat menggunakan aturan baru terkait penggunaan singkatan dan istilah yang asing/tak familiar pada Debat Capres ketiga, Minggu (7/1/2024) nanti.

Dalam Debat Capres berikutnya, penggunaam bahasa asing atau tak familiar harus diluruskan oleh moderator debat sebelum dijawab oleh calon yang mendapatkan pertanyaan.

Kesepakatan ini diambil bersama perwakilan masing-masing tim pasangan calon dalam rapat evaluasi debat kedua, Rabu (27/12/2023) kemarin.

Menanggapi aturan itu, Capres nomor urut 1 Anies Baswesdan mengaku siap dan patuh apapun aturan yang ditetapkan oleh KPU. Termasuk menyebutkan kepanjangan dari sebuah singkatan, dan menjelaskan istilah yang asing serta kurang ramah dengan pemahaman awam.

"Jadi buat kami mau aturannya seperti apapun ya monggo aja," kata Anies yang didampingi oleh Cawparesnya Muhaimin Iskandar (Cak Imin) usai menghadiri acara pengajian umum dan hadrah kolosal MPP AQSHONA (Majelis Perempuan Pecinta Al Qur’an dan sholawat nabi) di Banyuwangi, Kamis (28/12/2023).

Menurut Anies. debat kandidat capres-cawapres adalah sebuah ajang yang mempertontonkan kualitas dari sosok calon. Keseluruhan yang ada pada debat, akan menjadi perhatian publik, mulai dari gestur tubuh, gaya bicara, dalam melontarkan suatu pertanyaan hingga kualitas dalam menjawab sebuah pertanyaan.

Itu semua adalah cerminan dari wawasan maupun kompetensi sosok calon.

"Pada ujungnya kan publik bisa menilai kualitas pertanyaan, kualitas jawaban, itu mencerminkan yang mengungkapkan. Jadi mau aturannya seperti apapun juga, cara bertanya, isi pertanyaan, itu menggambarkan apa yang ada dalam pikiran," katanya.

Lebih lanjut Anies menegaskan, semua perjalanan dalam proses pencapresannya akan menjadi pelajaran serta evaluasi bersama. Sebab, apapun yang terjadi, pada ujungnya rakyat yang akan menentukan.

"Toh pada ujungnya rakyat yang akan menilai. Jadi ini adalah pelajaran bagi kita semua untuk mengambil hikmah dari kejadian itu tadi," ujarnya.

Hal yang sama dikatakan pasangan Cawpresnya Cak Imin. Ia menegaskan akan selalu mentaati peraturan yang telah disepakati KPU dalam debat. Karena yang paling utama adalah kesiapan pribadi masing-masing calon.

"Pokoknya kita ikuti saja aturan main yang penting kita siap," tegasnya singkat.

Baca Juga: Temui Pengurus PAN Jatim, PDIP Jatim Sambat Ngurus Pilpres dan Pileg

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.