Selasa, 21 Jul 2026 14:32 WIB

Begini Fakta Terbaru Aditya Rosadi yang Ngaku Dibakar Alat Kelaminnya oleh Polisi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 19 Des 2023 16:45 WIB
Kasus Aditya Rosadi
Kasus Aditya Rosadi

selalu.id - Kepolisian Gresik membantah adanya tuduhan salah tangkap dan penganiayaan terhadap Aditya Rosadi yang mengaku dibakar alat kelaminnya.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan menyebut Aditya Rosadi merupakan tersangka penadah dan kunci kasus pembunuhan terhadap Aris Suprianto, yang tewas dengan pisau tertancap di mulutnya.

"Dan tersangka Aditya Rosadi ini, merupakan tersangka kunci untuk membuka terang benderang kasus pembunuhan ini," kata AKP Adhino, Selasa (19/12/2023).

Dalam kasus pembuhanan itu polisi menetapkan lima tersangka atas kasus perampokan dan pembunuhan. Dua orang diketahui sebagai pelaku utama.

Sementara tiga orang lainnya sebagai penadah barang hasil kejahatan. Salah satunya adalah Aditya, yang disebut sebagai penadah handphone milik korban.

AKP Adhino membeberkan awalnya penangkapan Aditya dilakukan pada 30 November 2023 lalu, usai pihaknya melakukan penyidikan lokasi pembunuhan di Menganti. Pihaknya pun menemukan kotak handphone milik korban.

Polisi pun mengecek lokasi terakhir handphone merek Samsung A05 itu yang ternyata di Kabupaten Rembang. Diketahui Aditya menjadi penadah handphone milik korban dengan melakukan transaksi tukar tambah seharga Rp1,1 juta dan menyerahkan handphone Oppo Reno miliknya kepada tersangka, pada 28 November 2023 lalu.

"Jadi hasil pemeriksaan kita ini tersangka Aditya Rosadi terbukti mengambil atau membeli handphone tersebut dari tersangka utama pembunuhan. Dikuatkan dengan bukti CCTV TKP pada saat berdua melakukan transaksi," jelasnya.

Ia menegaskan kembali bahwa Aditya merupakan kunci kasus pembunuhan keji warga Menganti. Sebab itu, polisi bisa ngusut tersangka utama kasus ini.

"Aditya Rosadi ini adalah pelaku kunci, jadi bagaimana kita berhasil mengungkap kasus pembunuhan keji ini, awal mulanya dari saudara Alditya Rosadi ini. Ia tahu bagaimana ciri ciri pelaku utamanya, dia yang bertemu langsung, bertransaksi langsung, dan dia tahu betul tersangka utama ini akan pergi kemana setelah bertransaksi," tegasnya.

Polisi Gresik juga menyebut Aditya hanya mengalami kesulitan buang air kecil. Bahkan telah dilakukan pemeriksaan ke dokter di RSUD Ibnu Sina Gresik pada 14 Desember 2023 lalu.

Hasil pemeriksaan dokter menyatakan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada alat vital Adhitya. Saat dilakukan pemeriksaan justru Adhitya hanya mengeluh kesulitan buang air kecil dikarenakan kurangnya minum air sehingga menyebabkan anyang-anyangan (sakit ketika buang air kecil).

"Dan kondisi psikologis yang tidak nyaman di dalam tahanan, membuat Aditya mengalami kesulitan, sakit atau tidak bisa ereksi," pungkasnya.

Baca Juga: Prarekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi UMM Digelar Besok, Motif Belum Terungkap

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.