Senin, 02 Feb 2026 01:34 WIB

Ganjar-Mahfud Unggul di Survei Roy Morgan, Airlangga Pribadi: Kawal Pelaksanaan Pemilu

Pasangan Ganjar- Mahfud. foto: Istimewa
Pasangan Ganjar- Mahfud. foto: Istimewa

selalu.id - Dalam suatu survei terkini yang dilakukan oleh lembaga survei asal Australia, Roy Morgan, Ganjar Pranowo unggul sebagai calon favorit dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 di Indonesia.

Michele Levine, CEO Roy Morgan, menyatakan bahwa Ganjar Pranowo dianggap sebagai "The Next President of Indonesia" berdasarkan hasil survei pada 12 Desember 2023. Menurut Levine, pasangan Ganjar-Mahfud menduduki posisi tertinggi dengan meraih dukungan sebanyak 38%, mengungguli Prabowo-Gibran yang memperoleh 30�n Anies-Muhaimin dengan 25%.

Baca Juga: PDIP Tetapkan Tiga Arah Politik di 2026, Ini Penjabarannya

Survei Roy Morgan yang bisa diakses di laman https://www.roymorgan.com/ ini juga memberikan gambaran jelas tentang keunggulan Ganjar Pranowo dibandingkan dengan pesaingnya. Levine menekankan bahwa Ganjar memiliki keunggulan signifikan atas Menhan Prabowo dan Mantan Gubernur Jakarta Anies. Meskipun jarak antara ketiga kandidat tidak begitu dekat, survei tersebut menunjukkan bahwa kemungkinan putaran kedua Pilpres akan dilaksanakan pada Juni 2024.

"Kami menyatakan bahwa Mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapat 38 persen suara. Berada teratas dibanding Prabowo dan Anies," ungkap Michele Levine CEO Roy Morgan.

"Jarak diantara kandidat tidak berdekatan tetapi belum mendapatkan dukungan mayoritas. Artinya, kemungkinan putaran kedua akan dilaksanakan pada Juni 2024," tambahnya.

Baca Juga: Wawali Armuji Terpilih Jadi Ketua PDIP Surabaya, Ini Susunan Pengurusnya

Pengamat politik dari Universitas Airlangga Surabaya, Airlangga Pribadi, memberikan tanggapannya terkait hasil survei ini. Ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawal Pemilu 2023, terutama dalam proses penyelenggaraan dan pelaksanaan Pemilu. Pribadi menyoroti pentingnya menjaga agar Pemilu berlangsung secara jujur dan adil.

"Survei Roy Morgan ini sebagai panduan tetapi publik juga dituntut peran aktifnya dalam mengawal dan memantau pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil. Karena pasangan Prabowo-Gibran akan menggunakan semua sumber dayanya untuk menguasai suara rakyat," tegas Airlangga Pribadi.

Baca Juga: Antara Elit Lama dan Gen Z, Ini Pandangan Pengamat Soal Calon Ketua Baru PDIP Surabaya

Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran akan potensi penyalahgunaan sumber daya dan bantuan sosial dalam mendukung kepentingan politik kelompok kekuasaan dominan. Airlangga Pribadi menekankan perlunya keterlibatan aktif masyarakat untuk menjaga integritas demokrasi dalam proses pemilihan yang akan datang.

Dengan demikian, hasil survei Roy Morgan tidak hanya mencerminkan popularitas Ganjar Pranowo sebagai calon presiden yang unggul, tetapi juga menyoroti tantangan dan tanggung jawab masyarakat dalam menjaga integritas dan kejujuran dalam proses demokrasi di Indonesia.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.