Sabtu, 06 Jun 2026 05:47 WIB

Cuaca Ekstrem, Dispendik Surabaya Minta Sekolah Tidak Gelar Kegiatan di Luar Kota

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 06 Des 2023 11:56 WIB
Ilustrasi foto hujan deras
Ilustrasi foto hujan deras

selalu.id - Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya mengimbau agar sekolah tidak menggelar kegiatan untuk pelajar di luar kota karena cuaca ekstrem yang tak menentu melanda wilayah Jawa Timur.

Terlebih lagi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberi peringatan kondisi cuaca di Jawa Timur yang berisiko mengalami cuaca ektrem hidrometeorologi pada bulan Desember 2023.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, meski belum ada surat edaran. Namun, pihaknya telah menyampaikan kepada setiap kepala sekolah untuk tidak mengadakan kegiatan atau rekreasi di luar kota, terlebih di daerah yang berpotensi mengalami bencana alam.

"Pada pertemuan kepala sekolah itu sudah kami ingatkan. Agar kegiatan outing class tidak di luar kota, tapi di Surabaya saja. Karena kan sekolah sekolah biasanya mengemas kegiatan seperti itu (outing class atau rekreasi) luar kota ya, itu agar tidak dilakukan di luar kota agar tidak beresiko," kata Yusuf, Rabu (6/12/2023).

Yusuf menilai bahwa kondisi cuaca saat ini sangat beresiko. Oleh karena itu pihak sekolah harus mempertimbangkan keselamatan anak.

"Saat ini memang perkiraan cuaca BMKG adalah cuaca ekstrem, fenomena alamnya tidak memenuhi ketika menggelar kegiatan luar kota yang beresiko," ujarnya.

Kata dia, imbauan ini ditujukan kepada kepala SD, SMP negeri dan swasta, serta kepala PAUD dan pendidikan non formal yang ada di  Surabaya.

Meskipun tidak pasti terjadi musibah, menurutnya sebagai kepala sekolah harus bisa menghimbau dan mencegah kegiatan di luar kota. Karena pertanggung jawaban keselamatan siswa yang mengadakan kegiatan ada di kepala sekolah.

Lebih lanjur Yusuf juga  menyarankan agar kegiatan luar kota diganti di Surabaya saja dengan manfaatkan fasilitas seperti taman, serta wisata alam di Surabaya.

Menurutnya hal itu lebih memberikan kesan tersendiri kepada anak. Sebab Surabaya memiliki destinasi wisata menarik untuk bisa mengedukasi para pelajar.

"Di Surabaya banyak lah, misalnya wisata Alam hutan kota, itu kan banyak, ada wisata Mangruf, Romokalisari, itu yang memang nanti harapan kami pembelajaran outing class atau lainnya," paparnya.

Pihaknya juga menghimbau liburan sekolah juga bisa dimanfaatkan siswa untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dibandingkan liburan secara rombongan sekolah

"Makannya lebih baik anak anak ditamkan nilai nilai akademisnya dan implementasi kurikulum merdeka, mungkin ada tugas gotong royong membantu orang tua di rumah, misalnya. Biar tidak kemana mana anak ini. Lebih baik mengembalikan waktu anak dengan keluarga, demi keselamatan anak juga," pungkasnya.

Baca Juga: SPMB Surabaya 2026 Hadir dengan Sistem Terintegrasi Adminduk, Lebih Adil dan Transparan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.