Minggu, 01 Feb 2026 23:24 WIB

Inovasi Atasi Sampah Laut, Warga Binaan PLN Sabet Penghargaan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan

Hilman dengan kapal pembersih sampah laut
Hilman dengan kapal pembersih sampah laut

selalu.id - Ciptakan inovasi kapal pembersih sampah, mitra binaan PLN pemuda kampung Mandar raih penghargaan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono kepada perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mandar, Hilman Syah Anwar di Surabaya, Jumat (24/11/2023) kemarin.

Hilman menyabet penghargaan sebagai inovator pembuat kapal pembersih sampah pada kegiatan puncak apresiasi Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut. Dalam sehari, kapal atau perahu tersebut mampu mengambil sampah di laut sekitar seberat 100 kilogram secara otomatis.

Baca Juga: Hemat Rp6,7 Miliar, Volume Sampah Surabaya Masih Tinggi

Kapal pembersih sampah tersebut berasal dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PLN dan beroperasi sejak Agustus 2023. Hilman dan pemuda Kampung Mandar kemudian merakit kapal tersebut sedemikian rupa sehingga ketika beroperasi, sampah-sampah di atas air akan otomatis terjaring.

Memberikan apresiasi atas inovasi pengelolaan lingkungan, bagian dari Pokdarwis Mandar yang disebut Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mandar Berkah Bahari juga memperoleh satu unit mesin kapal tempel 8 PK guna membantu pengoperasian kapal pembersih sampah yang optimal.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Agus Kuswardoyo mengapresiasi peran aktif masyarakat Mandar yang terus berbenah tak hanya di sektor wisata melainkan juga lingkungan.

Baca Juga: Surabaya Pecahkan Rekor MURI dengan 1.214 Inovasi

"Kami sangat mengapresiasi atas kerja keras dan usaha saudara Hilman dalam mengawal dan mengajak masyarakat Kampung Mandar untuk melakukan pembenahan, khususnya dalam hal pengelolaan sampah," kata Agus saat dikonfirmasi selalu.id, Sabtu (25/11/2023).

Sebelumnya pada tahun 2017, Kampung Mandar mendapatkan predikat kampung kumuh karena kebiasaan masyarakatnya yang membuang sampah sembarangan di sungai dan muara namun saat ini kesan tersebut telah berubah setelah ia bersama masyarakat lain yang tergabung dalam Pokdarwis membersihkan Kawasan tersebut dari sampah-sampah.

Baca Juga: Belajar dari Surabaya, Mangaung Afrika Selatan Teken MoM Pengelolaan Sampah dan Energi

"Semoga ini menjadi penambah semangat bagi masyarakat Kampung Mandar untuk terus berkembang dan berinovasi dalam memajukan perekonomian, kesejahteraan dan kepedulian masyarakat Kampung Mandar. PLN siap terus mendampingi dan memberikan dukungan penuh," imbuhnya.

Menyampaikan rasa bahagia, Hilman Syah Anwar menyampaikan rasa terimakasihnya kepada PLN. Saya mengucapkan terimakasih kepada PLN yg sudah membantu dan membina kami hingga saat ini. Dulu hampir semua perusahaan tidak ada yang percaya kepada apa yang akan kami lakukan untuk perubahan Kampung Mandar, tapi PLN hadir dan percaya dengan mimpi kami, sekali lagi terimakasih PT PLN," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.