Senin, 02 Feb 2026 22:19 WIB

PT Pelindo Multi Terminal Catatkan Hasil Positif Kinerja hingga Triwulan Tiga di Tahun 2023

Aktivitas terminal peti kemas di Surabaya
Aktivitas terminal peti kemas di Surabaya

selalu.id - Sebagai salah satu Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) (persero), PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) yang bergerak dalam bisnis kepelabuhanan di bidang operasi terminal multipurpose di Indonesia, seperti curah cair, curah kering dan kargo umum, kembali mencatatkan hasil positif pada kinerja operasional perusahaan hingga triwulan tiga tahun 2023.

Hingga September 2023, tercatat arus bongkar muat komoditas curah cair mencapai 22,1 juta ton atau naik sebesar 18�ri periode yang sama pada tahun 2022 kemarin. Sementara itu, angka bongkar muat curah kering tercatat mencapai 39,7 juta ton atau naik sebesar 8�ri periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Selain itu, arus bongkar muat general dan bag cargo tercatat mengalami kenaikan 24% dibanding tahun lalu dengan angka mencapai 17,8 juta ton/M3. Demikian pula melalui komoditas gas yang terealisasi sebesar 9,2 juta MMBTu (Metric Million British Thermal Unit), meningkat 20�ri tahun sebelumnya, dan bongkar muat kontainer mencapai 327.935 TEUs, meningkat 11�ri 2022.

Di sisi lain, angka terbesar kenaikan throughput ini juga berhasil dicatatkan oleh arus kendaraan yang dilayani oleh anak perusahaan SPMT yakni PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk, dengan kenaikan mencapai 25�ri periode yang sama pada tahun 2022, yang mana dalam catatan tersebut mencapai 1.169.498 unit pada tahun ini.

Sekretaris Perusahaan PT Pelindo Multi Terminal, Fiona Sari Utami mengungapkan, optimis terhadap kinerja Pelindo Multi Terminal yang akan terus meraih hasil positif hingga akhir 2023.

"Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus membaik sepanjang tahun ini, serta didukung dengan proses transformasi yang terus berjalan di internal perusahaan, kami optimis dapat memenuhi harapan para pemegang saham," tuturnya pada selalu.id dalam keterangan resminya, Kamis (23/11/2023).

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa sejak berdiri pada 2021 sebagai bagian dari integrasi BUMN kepelabuhanan, SPMT mengemban tugas mengawal denyut nadi logistik non-peti kemas di Indonesia. Hingga 2023, SPMT mengelola 33 pelabuhan yang sebagian dikelola oleh anak perusahaan yaitu PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), PT Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) dan PT Terminal Curah Utama (TCU).

Namun demikian, SPMT juga telah melakukan pembaruan dan kelengkapan terhadap sertifikat layak operasi, pengecekan secara berkala sebelum melakukan kegiatan bongkar muat agar operasional tetap berjalan dengan efektif. Termasuk juga lainnya SPMT telah melakukan peningkatan kompetensi dan kapabilitas melalui berbagai program training guna mendukung implementasi proses operasi yang berbasis planning & control.

Disisi lain, sebagai wujud komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, SPMT melakukan proses transformasi operasional di seluruh pelabuhan yang dikelola dimulai dari pre-tansformasi, standarisasi, sistemisasi, dan integrasi transformasi yang dilaksanakan pada enam pilar, yakni proses, peralatan, SDM, infrastruktur, HSSE, dan teknologi.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

"Sepanjang dua tahun ini SPMT mentargetkan 24 cabang pelabuhan untuk bertransformasi dengan pencapaian 14 cabang pelabuhan telah rampung melakukan standarisasi dan digitalisasi, dimulai dari perbaikan planning and control serta improvement traffic flow sehingga kegiatan bongkar muat menjadi lebih maksimal," ungkap Fiona.

Lebih lanjut dijelaskan Fiona, improvement di bidang infrastruktur diimplementasikan melalui pembangunan integrated planning & control room, standarisasi gate, dan sarana pendukung kegiatan operasi lainnya di lapangan. Sementara itu penciptaan safety culture diimplementasikan dalam bentuk kelengkapan APD, safety briefing, pemasangan rambu dan marka, safety patrol serta sterilisasi area terminal agar tercipta layanan bongkar muat yang aman dan mengutamakan keselamatan kerja.

"Sebagai penyempurna, SPMT menggunakan sistem PTOS-M sebagai tools untuk meningkatkan visibilitas real time data transaction, serta percepatan dan akurasi billing sehingga performa flow of document lebih optimal melalui monitoring penerbitan nota pada aplikasi PTOS-M. SPMT bertekad tidak akan berhenti bertransformasi, mengoptimalkan operasional, memperluas ekspansi bisnis, meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjadi yang terbaik untuk Indonesia," pungkas Fiona.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.