Jumat, 05 Jun 2026 21:31 WIB

Tenyata Meja & Kursi di Halaman Rumah Dinas Wali Kota Surabaya Berasal dari Sini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 07 Des 2021 10:42 WIB
Petugas DKRTH sedang melakukan perantingan pohon
Petugas DKRTH sedang melakukan perantingan pohon

Surabaya (selalu.id) - Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Pemerintah Kota Surabaya punya cara unuk dalam memanfaatkan dahan dan ranting hasil pemotongan pohon. Mereka memanfaatkan dengan membuat karya seni meja dan kursi.

Kepala DKRTH Kota Surabaya, Anna Fajriatin mengatakan, hasil dari pemangkasan atau biasa disebut perantingan batang pohon yang besar, akan diolah menjadi meja dan kursi.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Salah satu hasil karya DKRTH ini dipajang di halaman rumah dinas Wali Kota Surabaya, Jalan Sedap Malam.

"Sedangkan daun dan ranting, akan diolah menjadi kompos dan juga bahan bakar untuk PLTSa (Penghasil Listrik Tenaga Sampah)," kata Anna, Selasa (6/12/2021).

Anna menjelaskan, sejak memasuki musim penghujan, ia bersama jajarannya mulai meningkatkan kewaspadaan.

"Sebelum melakukan perantingan, kami juga harus melihat dari besar dan tingginya pohon, serta tingkat kesulitan masing-masing pohon tersebut," jelas dia.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

Anna mengungkapkan, bahwa ada pohon yang memiliki kesulitan untuk dilakukan perantingan. Karena tidak hanya, ketinggian dan besaran pohon saja, melainkan juga harus memperhatikan lokasi pohon sebelum dilakukan perantingan.

"Apabila lokasi pohon tersebut letaknya sempit, maka kami harus melakukan perantingan dengan cara manual, biasanya letak pohon berada di antara bangunan. Artinya, tidak memakai Skywalker," terangnya.

Sementara itu, Anna meminta kepada masyarakat agar tidak membakar pohon, meski pohon tersbut sudah keropos dan mulai mati.

Baca Juga: Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

"Kalaupun harus kami tebang bawah, maka akan kami ganti. Misalnya dengan pohon tabebuya, agar kualitas udara akan tetap terjaga," paparnya.

Ia menambahkan, bahwa pohon di Surabaya difungsikan untuk menyerap polusi udara. Ia juga meminta masayarakat untuk proaktif melapor mengenai kondisi pohon yang membahayakan.

"Masyarakat bisa langsung menginformasikan kepada kami melalui Command Center 112, sehingga kami bisa cepat melakukan penanganan," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.