Rabu, 21 Okt 2026 09:17 WIB

Tenyata Meja & Kursi di Halaman Rumah Dinas Wali Kota Surabaya Berasal dari Sini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 07 Des 2021 10:42 WIB
Petugas DKRTH sedang melakukan perantingan pohon
Petugas DKRTH sedang melakukan perantingan pohon

Surabaya (selalu.id) - Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Pemerintah Kota Surabaya punya cara unuk dalam memanfaatkan dahan dan ranting hasil pemotongan pohon. Mereka memanfaatkan dengan membuat karya seni meja dan kursi.

Kepala DKRTH Kota Surabaya, Anna Fajriatin mengatakan, hasil dari pemangkasan atau biasa disebut perantingan batang pohon yang besar, akan diolah menjadi meja dan kursi.

Baca Juga: Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Salah satu hasil karya DKRTH ini dipajang di halaman rumah dinas Wali Kota Surabaya, Jalan Sedap Malam.

"Sedangkan daun dan ranting, akan diolah menjadi kompos dan juga bahan bakar untuk PLTSa (Penghasil Listrik Tenaga Sampah)," kata Anna, Selasa (6/12/2021).

Anna menjelaskan, sejak memasuki musim penghujan, ia bersama jajarannya mulai meningkatkan kewaspadaan.

"Sebelum melakukan perantingan, kami juga harus melihat dari besar dan tingginya pohon, serta tingkat kesulitan masing-masing pohon tersebut," jelas dia.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perketat Penjualan Minol, Pembeli Wajib Tunjukkan Identitas

Anna mengungkapkan, bahwa ada pohon yang memiliki kesulitan untuk dilakukan perantingan. Karena tidak hanya, ketinggian dan besaran pohon saja, melainkan juga harus memperhatikan lokasi pohon sebelum dilakukan perantingan.

"Apabila lokasi pohon tersebut letaknya sempit, maka kami harus melakukan perantingan dengan cara manual, biasanya letak pohon berada di antara bangunan. Artinya, tidak memakai Skywalker," terangnya.

Sementara itu, Anna meminta kepada masyarakat agar tidak membakar pohon, meski pohon tersbut sudah keropos dan mulai mati.

Baca Juga: Finalis Cak Surabaya Ditangkap Polisi, Wali Kota Eri: Gelar Akan Kita Cabut

"Kalaupun harus kami tebang bawah, maka akan kami ganti. Misalnya dengan pohon tabebuya, agar kualitas udara akan tetap terjaga," paparnya.

Ia menambahkan, bahwa pohon di Surabaya difungsikan untuk menyerap polusi udara. Ia juga meminta masayarakat untuk proaktif melapor mengenai kondisi pohon yang membahayakan.

"Masyarakat bisa langsung menginformasikan kepada kami melalui Command Center 112, sehingga kami bisa cepat melakukan penanganan," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Doa Lintas Agama Digelar di Sidoarjo

Istigasah dipimpin KH Rofiq Siradj.

Top 5 Berita: Pabrik Kosmetik Ilegal Digerebek sampai Rapat Kerja Pusat

Pembaca tertarik pemberitaan penggerebekan pabrik kosmetik ilegal hingga pendidikan.

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.