Lanjutkan Perjuangan Bangsa, Gubernur Khofifah: Pelaku Industri Digital Inovatif adalah Pahlawan Ekonomi
- Penulis : Dony Maulana
- | Sabtu, 11 Nov 2023 12:39 WIB
selalu.id - Peringati Hari Pahlawan pada 10 November, satu rumasan penting yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) yang tetap relevan hingga hari ini adalah perihal kemerdekaan ekonomi suatu negara dapat tercapai. Oleh karenanya, bersamaan momen tersebut Gubernur Khofifah pun menyampaikan pidato bertajuk Pahlawan Ekonomi Nasional, di Tugu Pahlawan Surabaya.
Baginya, pahlawan ekonomi adalah para pelopor, perintis, dan pionir dalam mengukir peradaban ekonomi bangsa ini. Para Pahlawan Ekonomi Nasional telah melalui perjuangan tak kenal lelah, mengatasi berbagai rintangan dan tantangan demi kemajuan ekonomi yang kita rasakan saat ini.
Baca Juga: Jatim Terima Alokasi 1,5 Juta Dosis Vaksin PMK, 453 Ribu Sudah Tersalurkan
"Model kepahlawanan ekonomi pada era sekarang dapat ditegaskan dalam tiga rumusan langkah pikiran dan tindakan," tegas Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kepada selalu.id, Jumat (10/11/2023).
Pertama, lanjut Khofifah memaparkan, kepahlawanan ekonomi muncul dari inisiatif dan kesadaran untuk mengembangkan kekuatan pelaku ekonomi dari sektor perekonomian kecil dan menengah sehingga dapat bangkit dan berdaya menjawab tantangan krisis ekonomi.
"Dan memastikan ekonomi terutama pada mayoritas pelaku strata ekonomi kecil dan menengah dapat tetap survive dan bertahan serta bergerak maju," cetus Khofifah.
Kedua, tindak kepahlawanan untuk membangun kerja kolaborasi ekonomi sehingga dapat menyambungkan berbagai sumber daya dan daya cipta yang tersebar untuk dapat berjejaring membangun inisiatif co-working (kerja bersama).
Sehingga dapat membangun kekuatan ekonomi yang handal dalam menanggapi dunia yang semakin terintegrasi dan terbuka, sekaligus memunculkan tantangan disrupsi ditengah zaman yang bergerak.
Ketiga, adalah tindak kepahlawanan ekonomi untuk menghasilkan inovasi-inovasi handal dalam ranah digital, yang telah menjadi inti dari transformasi ekonomi global.
Baca Juga: Kasus Korupsi Pokir DPRD Jatim, Hakim Minta KPK Panggil Gubernur Khofifah
Melalui kecerdasan buatan, komputasi awan, Internet of Things (IoT), dan teknologi lainnya, para pahlawan digital inovatif telah membuka jalan bagi kemungkinan-kemungkinan baru yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Mereka telah mengubah cara manusia berinteraksi, bekerja, belajar, dan bahkan bermain.
Para pahlawan era zaman IoT ini, yang mampu menggerakkan ekonomi skala mikro dan menengah, membangun kolaborasi dalam menyatupadukan berbagai sumber daya, dan mereka yang inovatif dalam ranah digital ini tidak hanya menawarkan solusi untuk masalah-masalah kompleks, tetapi juga terus membawa dampak positif yang luar biasa bagi masyarakat secara luas.
Seperti diketahui, terbukanya pintu bagi inklusi digital, memperluas akses ke pendidikan, kesehatan, dan informasi yang sebelumnya terbatas, mereka telah menjadi pelopor dalam membentuk dunia yang lebih terhubung, lebih sadar, dan lebih berkelanjutan.
Di balik setiap terobosan teknologi yang kita nikmati hari ini, terdapat kisah inspiratif dan pengabdian tanpa henti dari para pahlawan digital inovatif.
Baca Juga: F Bagus Panuntun Jabat Plt Wali Kota Madiun, Khofifah Pastikan Pelayanan Publik Tak Terganggu
"Mereka adalah para ahli, pengusaha, peneliti, content creator yang telah menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi, dan telah bekerja tanpa lelah untuk mempercepat kemajuan teknologi demi kesejahteraan kita semua. Pelaku industri digital adalah pahlawan ekonomi," pungkasnya.
Namun, yang juga harus diakui bahwa dengan inovasi ada tanggung jawab besar. Maka semua harus memastikan perkembangan teknologi dalam menggerakan ekonomi bersama yang berpijak pada inisiatif, kolaboratif dan inovatif (IKI).
IKI sendiri berlangsung secara etis dan bertanggung jawab, dengan memprioritaskan keamanan, privasi, dan keberlanjutan. "Kita perlu menjaga agar inovasi digital terus mendorong kesetaraan dan inklusi, serta mengurangi kesenjangan yang ada di masyarakat," pungkasnya.
Editor : Ading