Sabtu, 06 Jun 2026 11:06 WIB

Antisipasi Banjir, Pemkot Surabaya Kebut Pemasangan Saluran Air dan Bersih-bersih Eceng Gondok

  • Penulis : Redaksi
  • | Jumat, 03 Nov 2023 14:44 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id - Badan Meteorlogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Surabaya telah merilis analisis cuaca Kota Surabaya yang menyatakan bahwa musim penghujan akan tiba di bulan Desember 2023 mendatang. Untuk itu, Pemkot Surabaya terus mengebut pemasangan saluran permukiman warga dan genjar melakukan bersih-bersih sungai.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan sebenarnya Kota Pahlawan bukan termasuk wilayah yang rawan banjir, meski begitu Pemkot Surabaya terus berupaya melakukan antisipasi. Baginya, Surabaya tidak ada banjir, yang terjadi selama ini adalah genangan air.

“Karena setelah 30 menit, maksimal, di Surabaya genangan itu sudah hilang," kata Wali Kota Eri, Jumat (3/11/2023).

Ia bersama jajaran Pemkot Surabaya sudah berkomitmen seluruh wilayah di Surabaya bisa terbebas dari genangan saat musim hujan nanti. Oleh karena itu, ia memastikan meneruskan RPJM pada masanya Tri Rismaharini.

"Saya tidak ingin ada hujan lalu ada genangan, itulah yang sekarang kami minta seluruh wilayah di perkampungan yang ada genangan, kami pasang saluran, kami koneksikan," tuturnya.

Menurutnya, fungsi saluran air di musim hujan itu sangat penting, makanya saat ini pemkot terus mengebut pembuatan saluran atau pun koneksitas saluran di kawasan-kawasan yang belum memiliki saluran air, terutama di kawasan permukiman warga.

"Kalau tidak punya saluran kami buatkan saluran, dan itu akan kami bangun. Itu target selesai tahun 2023. Tapi kalau masih ada yang belum selesai di 2024, maka di bulan Maret 2024 harus sudah selesai," tegasnya.

Dengan berbagai upaya itu, dia berharap genangan yang biasa terjadi di musim hujan bisa berkurang.

Baca Juga: Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan agar tidak memicu timbulnya genangan di musim hujan dengan kerja bakti membersihkan saluran air yang tersumbat.

"Terus kita juga harus saling mengingatkan satu dengan yang lainnya, yang terpenting adalah jaga kebersihan, jaga saluran. Karena Surabaya akan terbebas dari genangan ketika saluran itu bersih. Ketika ada kerja bakti dan ketika ada care dari masyarakat sekitar," kata dia.

“Kalau untuk pembangunan dan koneksitas saluran target akhir tahun ini sudah hampir 80 persen. Kalau untuk pengerukan kami sudah melakukan pengerukan sejak awal tahun di saluran-saluran utama, dan itu terus kami lakukan hingga saat ini,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Lilik Arijanto.

Meski begitu, ia mengakui bahwa di minggu-minggu ini, pihaknya sedang fokus pada pembersihan eceng gondok di sungai. Menurutnya, eceng gondok itu akan sangat berpotensi untuk menghambat laju air di dalam saluran primer (sungai,red)

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

“Makanya kita fokus bersihkan itu dulu sebelum datang hujan,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.