Senin, 02 Feb 2026 18:32 WIB

Pergantian Musim Berpotensi Datangkan Penyakit, Dinkes Surabaya Imbau Warga Terapkan Pola Hidup Bersih Sehat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 01 Nov 2023 10:39 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Nanik Sukristina
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Nanik Sukristina

selalu.id - Cuaca yang tidak menentu saat musim pancaroba membuat banyak orang cenderung lebih mudah mengalami sakit seperti flu, batuk, sakit kepala, demam hingga nyeri sendi. Perubahan cuaca dan suhu udara di musim pancaroba, membuat lingkungan menjadi lembab dan meningkatkan risiko berkembangnya virus maupun bakteri.

Oleh karenanya, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Nanik Sukristina menghimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai upaya mengantisipasi kemungkinan terjangkitnya penyakit.

Baca Juga: Kasus Pesta Gay di Surabaya, Dinkes Temukan 29 Peserta Positif HIV

"Kami memberikan himbauan kepada masyarakat selama musim pancaroba agar menerapkan pola hidup sehat dan mengonsumsi makanan bergizi," kata Nanik Rabu (1/11/2023).

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca seperti ini juga rentan membuat sakit. Flu misalnya menjadi salah satu penyakit yang rentan berjangkit di musim peralihan saat ini.

Untuk mempersiapkan diri secara dini agar terhindar dari segala penyakit musim pancaroba. Pihaknya menyarankan kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, diantaranya mengkonsumsi vitamin C yang cukup, mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang.

"Menerapkan protokol kesehatan baik dirumah maupun saat melakukan kegiatan diluar rumah dengan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer baik sebelum maupun setelah makan, menyentuh area wajah, saat didalam fasilitas publik, serta menerapkan etika batuk dengan benar," ujarnya.

Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Digelar di Sekolah, Sasar 242 Ribu Siswa Surabaya

Mengingat kondisi cuaca seperti ini, ia meminta masyarakat untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan tubuh sebanyak 2 liter atau 8 gelas setiap hari.

"Banyak minum air putih. Kemudian menjaga kebersihan tubuh dengan rutin mandi 2 kali sehari dan beraktivitas fisik minimal 30 menit setiap harinya," imbuhnya.

Nanik menambahkan berbagai kesiapan juga dilakukan Dinkes Surabaya soal ancaman penyakit yang datang pada musim pancaroba.

Baca Juga: Kemenkes Imbau Faskes Sosialisasikan Prokes, Jatim Catat Penurunan Kasus Covid-19

"Salah satu upaya yang dilakukan adalah menghimbau masyarakat baik melalui puskesmas maupun media sosial agar tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS)," ujarnya.

Pihaknya juga menyarankan warga agar segera melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala penyakit flu, diare, maupun demam berdarah ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Ini agar bisa segera mendapatkan pertolongan dan penanganan yang cepat, tepat, dan sesuai dengan diagnosis dari gejala yang muncul sedini mungkin," pungkasnya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.