Kamis, 22 Okt 2026 07:05 WIB

Pergantian Musim Berpotensi Datangkan Penyakit, Dinkes Surabaya Imbau Warga Terapkan Pola Hidup Bersih Sehat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 01 Nov 2023 10:39 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Nanik Sukristina
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Nanik Sukristina

selalu.id - Cuaca yang tidak menentu saat musim pancaroba membuat banyak orang cenderung lebih mudah mengalami sakit seperti flu, batuk, sakit kepala, demam hingga nyeri sendi. Perubahan cuaca dan suhu udara di musim pancaroba, membuat lingkungan menjadi lembab dan meningkatkan risiko berkembangnya virus maupun bakteri.

Oleh karenanya, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Nanik Sukristina menghimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai upaya mengantisipasi kemungkinan terjangkitnya penyakit.

Baca Juga: Gandeng Dinkes Surabaya, Midtown Hotels Bekali 44 Warga Binaan Keterampilan Bisnis Kopi

"Kami memberikan himbauan kepada masyarakat selama musim pancaroba agar menerapkan pola hidup sehat dan mengonsumsi makanan bergizi," kata Nanik Rabu (1/11/2023).

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca seperti ini juga rentan membuat sakit. Flu misalnya menjadi salah satu penyakit yang rentan berjangkit di musim peralihan saat ini.

Untuk mempersiapkan diri secara dini agar terhindar dari segala penyakit musim pancaroba. Pihaknya menyarankan kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, diantaranya mengkonsumsi vitamin C yang cukup, mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang.

"Menerapkan protokol kesehatan baik dirumah maupun saat melakukan kegiatan diluar rumah dengan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer baik sebelum maupun setelah makan, menyentuh area wajah, saat didalam fasilitas publik, serta menerapkan etika batuk dengan benar," ujarnya.

Baca Juga: Influenza A Naik di Surabaya, Dinkes Minta Warga Tak Merespon Berlebihan

Mengingat kondisi cuaca seperti ini, ia meminta masyarakat untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan tubuh sebanyak 2 liter atau 8 gelas setiap hari.

"Banyak minum air putih. Kemudian menjaga kebersihan tubuh dengan rutin mandi 2 kali sehari dan beraktivitas fisik minimal 30 menit setiap harinya," imbuhnya.

Nanik menambahkan berbagai kesiapan juga dilakukan Dinkes Surabaya soal ancaman penyakit yang datang pada musim pancaroba.

Baca Juga: Misteri Limbah Medis di Exit Tol Tambaksumur Sidoarjo yang Mendadak Lenyap Sebelum Dievakuasi

"Salah satu upaya yang dilakukan adalah menghimbau masyarakat baik melalui puskesmas maupun media sosial agar tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS)," ujarnya.

Pihaknya juga menyarankan warga agar segera melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala penyakit flu, diare, maupun demam berdarah ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Ini agar bisa segera mendapatkan pertolongan dan penanganan yang cepat, tepat, dan sesuai dengan diagnosis dari gejala yang muncul sedini mungkin," pungkasnya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Langkah ini didorong pengalaman pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hunian Layak yang menuai protes setelah aturan tersebut disahkan.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.