Sabtu, 06 Jun 2026 13:01 WIB

Pergantian Musim Berpotensi Datangkan Penyakit, Dinkes Surabaya Imbau Warga Terapkan Pola Hidup Bersih Sehat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 01 Nov 2023 10:39 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Nanik Sukristina
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Nanik Sukristina

selalu.id - Cuaca yang tidak menentu saat musim pancaroba membuat banyak orang cenderung lebih mudah mengalami sakit seperti flu, batuk, sakit kepala, demam hingga nyeri sendi. Perubahan cuaca dan suhu udara di musim pancaroba, membuat lingkungan menjadi lembab dan meningkatkan risiko berkembangnya virus maupun bakteri.

Oleh karenanya, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Nanik Sukristina menghimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai upaya mengantisipasi kemungkinan terjangkitnya penyakit.

Baca Juga: Malaysia Healthcare Expo Hadir di Surabaya, Tawarkan Layanan Jantung hingga Fertilitas

"Kami memberikan himbauan kepada masyarakat selama musim pancaroba agar menerapkan pola hidup sehat dan mengonsumsi makanan bergizi," kata Nanik Rabu (1/11/2023).

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca seperti ini juga rentan membuat sakit. Flu misalnya menjadi salah satu penyakit yang rentan berjangkit di musim peralihan saat ini.

Untuk mempersiapkan diri secara dini agar terhindar dari segala penyakit musim pancaroba. Pihaknya menyarankan kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, diantaranya mengkonsumsi vitamin C yang cukup, mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang.

"Menerapkan protokol kesehatan baik dirumah maupun saat melakukan kegiatan diluar rumah dengan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer baik sebelum maupun setelah makan, menyentuh area wajah, saat didalam fasilitas publik, serta menerapkan etika batuk dengan benar," ujarnya.

Baca Juga: 210 Siswa Keracunan MBG di Surabaya: Dinkes Sebut Daging Dicairkan 2 Jam, Lalat Berterbangan

Mengingat kondisi cuaca seperti ini, ia meminta masyarakat untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan tubuh sebanyak 2 liter atau 8 gelas setiap hari.

"Banyak minum air putih. Kemudian menjaga kebersihan tubuh dengan rutin mandi 2 kali sehari dan beraktivitas fisik minimal 30 menit setiap harinya," imbuhnya.

Nanik menambahkan berbagai kesiapan juga dilakukan Dinkes Surabaya soal ancaman penyakit yang datang pada musim pancaroba.

Baca Juga: Astaga, SPPG yang Bikin Ratusan Siswa Surabaya Keracunan Ternyata Belum Kantongi SLHS

"Salah satu upaya yang dilakukan adalah menghimbau masyarakat baik melalui puskesmas maupun media sosial agar tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS)," ujarnya.

Pihaknya juga menyarankan warga agar segera melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala penyakit flu, diare, maupun demam berdarah ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Ini agar bisa segera mendapatkan pertolongan dan penanganan yang cepat, tepat, dan sesuai dengan diagnosis dari gejala yang muncul sedini mungkin," pungkasnya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.