Pemkot Surabaya Kebut Proyek Normalisasi Saluran Air Tandes, 1000 Ton Lumpur dan Sampah Dikeruk
- Penulis : Ade Resty
- | Rabu, 25 Okt 2023 20:44 WIB
selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) tengah melakukan upaya proyek normalisasi saluran air di beberapa titik kawasan di kota Pahlawan. Normalisasi saluran air tersebut merupakan langkah antisipasi banjir dan genangan sebelum musim penghujan tiba.
Kasi Pemeliharaan dan Prasarana Pematusan DSDABM, Achmad Idi Pratiknyo mengatakan salah satu normalisasi saluran air dilakukan di Jalan Tandes Lor, Karangpoh dan Balongsari. Idi menjelaskan bahwa normalisasi di jalan itu diprioritaskan karena sedimentasi yang menyebabkan saluran air semakin dangkal.
Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa
Oleh karenanya, Pemkot Surabaya segera mengebut normalisasi itu menjadi dua bulan pengerjaan. Padahal sebelumnya diestimasikan dengan kurun waktu selama tiga bulan yakni 3 bulan September-November.
Idi mengatakan bahwa normalisasi ini dilakukan karena sedimentasi berupa lumpur dan sampah rumah tangga ini membuat saluran tidak bisa berfungsi optimal.
Normaliasi ini kita kebut sebelum musim hujan. Tidak sampai November, karena kita khawtir hujan. Sedimennya sudah tinggi dan waktunya dikeruk. Kita pilih lokasi tersebut karena berdekatan dengan sambungan keluarnya sungai Balong dan menuju rumah pompa Balong 2," jelasnya.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi
Idi mengakui bahwa sedimen lumpur itu menumpuk hampir lebih dari separuh ketinggian box culvert.
"Tingginya hampir se-box culvert yang 3,5 meter. Kalau sedimennya 2 meter berarti cuma tersisa ruang 1,5 meter," ungkapnya.
Idi menambahkan bahwa pengerukan ini dilakukan rutin. Sebab saluran di Tandes Lor ini merupakan salah satu salurah pembuangan air yang sangat vital menuju hilir di Surabaya barat.
Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji
"Rutin kita lakukan setiap tahun. Ada beberapa titik yang kita lakukan normalisasi, termasuk di Babat Jerawat juga kita normalisasi. Giat ini salah satu upaya komkret agar saluran air dapat berfungsi normal," imbuhnya.
Dari pengerukan ini, Idi menerangkan setidaknya sudah ada 247 dump truk mengangkut sedimen. Sehingga satu dump truk bisa mengangkut 5 sampai 6 ton sedimen.
Editor : Ading