Sabtu, 05 Sep 2026 14:22 WIB

PDIP Masih Berprasangka Baik ke Jokowi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 16 Okt 2023 11:11 WIB
PDIP Jatim
PDIP Jatim

selalu.id - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menganilisis langkah politik yang diambil oleh Presiden Jokowi. Pasalnya publik berspekulasi bahwa sikap Jokowi terbaca ambigu terhadap Pilihan Presiden (Pilpres) 2024 antara Ganjar Pronowo atau Prabowo Subianto.

Terlebih lagi anak Jokowi, Kaesang Pengarep berbeda partai politik dan menjadi Ketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) serta ditambah isu Gibran Rakabuming Raka akan menjadi Cawapres mendampingi Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Sehingga, publik menilai bahwa Jokowi akan meninggalkan PDIP.

Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah angkat bicara, ia menilai saat ini PDIP masih berprasangka baik terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta yang juga mantan Wali Kota Solo itu.

Menurutnya, saat ini Jokowi sedang menjalankan Politik Persatuan Bung Karno untuk menyatukan bangsa yang beragam dengan Pancasila.

"Beliau orang baik, dan saya lihat beliau sedang berusaha menjalankan politik persatuan agar bangsa ini utuh tidak tercerai berai karena akibat Pilpres," kata Ahmad Basarah, kepada Selalu.id, Senin (16/10/2023).

Karena itu, ia menilai Jokowi saat ini sedang menjalankan politik persatuan yang pernah dijalankan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri. Saat itu, Megawati orang pertama meminta rakyat Indonesia tidak menghujat Presiden Suharto.

"Bu Mega lah yang merangkul tokoh-tokoh orde baru untuk menjadi menteri kabinetnya dan dalam beberapa jenderal purnawirawan dijadikan Gubernur," jelasnya

"Dan pak Jokowi pun menurut saya sedang menjalankan politik persatuan ketika merangkul partai yang memukulnya, menghinanya, yang memfitnahnya untuk masuk dalam Kabinet Indonesia Maju, dia menjalankan politik persatuan," tegasnya kembali.

Sebab itu, Basarah mengungkapkan bahwa Jokowi tidak mungkin meninggalkan PDIP yang telah membesarkan dan menjaganya hingga menjadi Presiden Republik Indonesia sampai dua periode.

"Masa sih parpol yang melahirkan, membesarkan dan menjaganya hingga hampir 10 tahun pemerintahannya akan dia pukul, akan dia tinggalkan, akan dia sakiti, saya tidak punya nalar sampai kesitu," ungkapnya.

Ia kembali menegaskan bahwa PDIP masih berprangka baik dengan Jokowi dan selalu bersama Ketum Megawati dan mendukung Ganjar Pranowo.

"Maka saya termasuk orang yang masih berprasangka baik, bahwa pak Jokowi secara pribadi, bukan sebagai presiden, pada akhirnya tetap dan selalu bersama dengan ibu Megawati, PDIP dan Mas Ganjar Pranowo," tutupnya.

Baca Juga: Naikkan Standar Kompetisi, Soekarno Cup 2026 Gunakan Wasit Liga 1 dan Teknologi VAR

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.