Awas! ASN Pemkot Surabaya Dilarang Ngelike Postingan Politik, Bakal Dilaporkan
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 02 Okt 2023 16:48 WIB
selalu.id - Menjelang tahun politik pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, berbagai aturan-aturan diterapkan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai wujud netralisasi pemilu.
Aturan tersebut salah satunya ASN dilarang like atau menyukai konten politik di media sosial (medsos). Hal itu sesuai dalam undang-undang dalam Pasal 11 huruf (c) Peraturan Pemerintah No 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil.
Pasal itu menyatakan bahwa 'dalam hal etika, terhadap diri sendiri PNS wajib menghindari konflik kepentingan pribadi, kelompok ataupun golongan'.
PNS dilarang mengunggah, menanggapi seperti like, komentar, dan sejenisnya atau menyebarluaskan gambar atau foto bakal calon atau bakal pasangan calon Kepala Daerah. Kemudian, visi misi bakal calon atau bakal pasangan calon kepala daerah, maupun keterkaitan lain melalui media online maupun media sosial.
Menanggapi itu Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta masyarakat untuk ikut proaktif melaporkan langsung kepada dirinya apabila menemukan ASN yang mengelike, merepost, mengunggah sebuah konten politik.
"Itu kan kami juga membutuhkan masyarakat, membutuhkan media. Lek ada seng ngelike (postingan politik,red) ngomong langsung ke aku," tegasnya.
Terkiat netralisasi pemilu ASN, Eri meminta seluruh pegawai Pemkot untuk tetap waspada menjaga lisan dan menghindari fitnah yang berpotenso menjatuhkan orang lain karena berbeda orientasi politik di pemilu 2024.
"Jangankan ke ASN, aku kalau turun ke RT, RW, dan masyarakat selalu bilang, jangan korbankan rasa persaudaraan kita untuk kepentingan sesaat duniawi," ungkap Eri, kepada selalu.id, Senin (2/10/2023)
Eri menegaskan meminta kepada ASN lingkungan Pemkot Surabaya untuk memilih dengan hati nurani. Jangan mementingkan duniawi sesaat.
"Karena Pilpres, Pileg, Pilkada itu kepentingan duniawi. Jadi dijaga persaudaraan. Dengan cara, memilih dengan hati nurani. Jangan dikeluarkan dari lisan kita hal-hal yang bisa menjatuhkan orang lain apalagi fitnah. Jaga Surabaya dari hal-hal itu," ungkapnya.
Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya
Editor : Ading