Selasa, 03 Feb 2026 22:10 WIB

Diisukan Gandeng Prabowo Elektabiltas Ganjar Turun, Begini Kata Pengamat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 26 Sep 2023 12:35 WIB
Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto
Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto

selalu.id - Elektabilitas Bakal Calon Presiden (Bacapres) yang diusung oleh PDIP yakni Ganjar Pranowo mengalami penurunan.

Hal itu berdasarkan Indo Riset yang menyatakan bahwa elektabilitas Ganjar di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turun dari 70,0 persen pada Agustus 2023 menjadi 65,6 persen pada September 2023.

Bahkan tak hanya di Jateng, elektabilitas Ganjar juga mengalami penurunan di Jatim dari 46,1 persen menjadi 43,9 persen. Kemudian, di Bali dan Nusa Tenggara turun dari 51,7 persen menjadi 48,9 persen.

Turunnya elektabilitas Ganjar terjadi setelah gencar diisukan bawah Bacapres dari PDIP itu didorong untuk bergabung dengan Bacapres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Menanggapi itu pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Fahrul Muzaqqi menilai peluang terrealisasinya duet Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto untuk maju Pilpres 2024 sulit terjadi. Lantaran terkendala sejumlah faktor.

"Pertama partai politik, tingkat elektabilitas, faktor historis, kdan kombinasi nasionalis religius," kata Fahrul, kepada selalu.id, Selasa (26/9/2023).

Fahrul menjelaskan dari fakto politik partai yakni PDIP Gerindra disebutkan sama mempunyai basis masa yang besar dan menginginkan menjadi pemenangan pada Pemilu  2024.

"Tidak semata-mata ambisi dari Pak Ganjar maupun Pak Prabowo, tetapi lebih kepada kekuatan partai yang menurut saya realistis dari kedua belah pihak," ujarnya.

Kemudian melihat dari tingkat elektabilitas Ganjar dan Prabowo, sosok keduanya sebagai Capres memiliki prosentase angka yang sama-sama kuat.

"Artinya selisih elektabilitas dari satu bakal calon presiden dengan lainnya tidak signifikan, kalau dalam kajian survei masih dianggap setara, jadi saling berpotensi menyalip," ucapnya.

Sedangkan aspek historis melihat pada rekam jejak Prabowo Subianto yang sudah punya pengalaman terjun sebagai peserta di dua edisi Pilpres, yakni tahun 2014 dan 2019.

"Tentu gengsi dan berat kalau beliau merelakan menjadi wakilnya Pak Ganjar," kata Fahrul.

Ganjar disebutnya juga tak rela jika dijadikan sebagai bakal calon wakil presiden Prabowo, sebab Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan seluruh kader partai sedang mengincar target hattrick atau tiga kali kemenangan di pilpres.

"Jadi, Prabowo maupun Ganjar tidak berada di posisi kedua atau bukan sebagai bakal calon wakil presiden tetapi di posisi pertama," tuturnya.

Sementara, beberapa hari yang lalu saat di Surabaya, Ganjar menanggapi isunya dirinya bergabung dengan Prabowo Subianto.

“(Sosok Prabowo) senior beliau,” katanya.

Ganjar belum mau membuka gamblang potensi bergandengan dengan Prabowo di kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

“Kemarin gandengan di Pekalongan saya (sama Prabowo),” tandas Ganjar.

Baca Juga: DPRD Nilai Becak Listrik Presiden Prabowo Bantu Ekonomi Lansia Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon.