Rabu, 26 Jun 2024 00:43 WIB

Lestarikan Budaya, Pemkot Surabaya Bubuhi Aksara Jawa di Plakat Kantor Dinas dan Balai Kota

  • Reporter : Ade Resty
  • | Rabu, 13 Sep 2023 13:28 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi

Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi rencananya akan mengubah tulisan di plakat kantor lingkungan Pemerintah Kota dengan tulisan Aksara Jawa, khususnya plakat di Kantor Balai Kota.

"InsyaAllah tulisan kantor dinas akan diberikan bubuhan Aksara Jawa termasuk di gerbang masuk balai kota dan ruang balai kota," kata Eri Cahyadi, Rabu (13/9/2023).

Eri menjelaskan bahwa dirinya ingin mengingat dan melestarikan sejarah dengan mengembalikan trend tulisan Aksara Jawa, terutama di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.

"Kita ingin mengembalikan tulisan aksar. Kita harus mengingat, jangan lupa sejarah," ungkap Eri.

Sementara Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony mendukung rencana Wali Kota tersebut yang awalnya merespon keluhan masyarakat terhadap aksara daerah.

Ia menyebut, sekitar sebanyak 12 aksara termasuk Jawa yang secara umum me jadi asing daripada aksara negara asing lainnya.

"Bagaimana pak Wali kira-kira menjadikan aksara Jawa kembali bisa dikenali sebagai jati diri daerah dan kearifan global dalam menghadapi gempuran aksara asing yang luar biasa terkenal, seperti kita lihat tenant makanan yang dari asing brandnya, itu nampak istilah asingnya," ungkapnya.

Sebab itu, Politisi Gerindra tersebut mendukung rencana Wali Kota yang mengintruksikan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau setiap kantor dinas untuk disandingkan dengan Aksara Jawa.

"Saya pikir ini keteladanan yang baik. Dengan begitu kita bisa menangkap beliau betul-betul menerapkan ing ngarso sung tulodo (menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi orang-orang di sekitarnya)," jelasnya.

Lebih lanjut AH Thony menambahkan dengan mendukung rencana Eri Cahyadi itu pemerintah pun butuh anggaran untuk merealiasasikan tulisan aksara jawa itu.

"Akan kita alokasikan. Sisi lain kita siapkan perda pemajuan kebudayaan salah satunya mengatur kebudayaan dan aksara. Pak Wali jadi leluasa mengeksplorasi nilai kedaerahan jadi warna kota," pungkasnya.

Baca Juga: Laporan Korupsi Surabaya Tertinggi, DPRD: Bisa jadi Bom Waktu

Editor : Ading