Jumat, 23 Okt 2026 03:09 WIB

Pakar Sistem Informasi Untag Surabaya Dorong Kesadaran Etika Siber

  • Penulis : Ading
  • | Senin, 11 Sep 2023 07:57 WIB
Kepala Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 (Sistekin Untag) Surabaya, Supangat, M.Kom., PhD., ITIL., Cobit., CLA
Kepala Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 (Sistekin Untag) Surabaya, Supangat, M.Kom., PhD., ITIL., Cobit., CLA

selalu.id - Kejahatan dan penyalahgunaan media siber begitu marak terjadi, hal itu merupakan dampak dari kelonggaran etika dalam teknologi siber. Oleh karenanya,  etika teknologi siber perlu diterapkan ditengah berkembangnya teknologi siber di masyarakat.

Menurut Kepala Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 (Sistekin Untag) Surabaya, Supangat, M.Kom., PhD., ITIL., Cobit., CLA etika teknologi siber ini merupakan seperangkat nilai prinsip moral yang digunakan untuk mengatur tindakan perilaku dalam dunia siber.

“Mengapa etika teknologi sederhana itu penting untuk kita pelajari, karena teknologi siber itu dapat memberikan manfaat yang besar bagi penggunanya namun juga dapat membawa dampak negatif jika tidak diatur dengan baik," ujarnya, Senin (11/9/2023)

Misalnya saja, contoh dia, teknologi siber dalam aspek hukum, teknologi ini sangat berdampak pada sistem hukum. Seperti pada penggunaan bukti elektronik, jaringan komunikasi yang aman dan perangkat lunak AI.

“Namun tindak kejahatan dalam teknologi server seperti hacking dan pencurian identitas itu dapat menimbulkan kerugian besar bagi korban dan harus dihindari dengan hal ini pentingnya menjaga keamanan data dan privasi. Karena jika tidak memahami etika teknologi dapat terjadi peretasan perangkat seperti kebocoran data pribadi,” jabar dia.

Untuk menanggulangi hal yang tidak diinginkan, Supangat menyarankan pengguna harus menerapkan manajemen sandi yang kuat dan penggunaan dua faktor autentikasi yang dapat membantu melindungi data pribadi.

“Selain itu perlu melindungi obrolan online. Aplikasi obrolan itu harus memiliki enkripsi akhir ke akhir untuk memastikan pesan tidak dapat dibaca oleh pihak ketiga,” tambah dia.

Supangat juga menilai, berkembangnya teknologi siber juga akan membawa dampak positif, salah satunya yaitu peningkatan harga informasi dan pendidikan. Kemudian akan mempercepat komunikasi dalam sebuah pekerjaan.

Terakhir mengurangi biaya yang dibutuhkan untuk sebuah bisnis dan industri.

“Sedangkan negatifnya, yang pertama bisa kita lihat kejahatan siber dalam penggunaan teknologi itu dapat menyebabkan kerugian besar. Yang kedua, ketergantungan pada teknologi dan ketiga akan menimbulkan masalah keamanan,”urainya.

Oleh karena itu masyarakat harus paham terhadap penanggulangan kejahatan siber yang kerap. Bisa dilakukan dengan pelatihan siber yang tepat, kemudian perlu adanya regulasi yang lebih ketat terkait dengan penggunaan teknologi yang melindungi masyarakat.

Baca Juga: Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.