Jumat, 05 Jun 2026 23:41 WIB

Pakar Sistem Informasi Untag Surabaya Dorong Kesadaran Etika Siber

  • Penulis : Ading
  • | Senin, 11 Sep 2023 07:57 WIB
Kepala Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 (Sistekin Untag) Surabaya, Supangat, M.Kom., PhD., ITIL., Cobit., CLA
Kepala Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 (Sistekin Untag) Surabaya, Supangat, M.Kom., PhD., ITIL., Cobit., CLA

selalu.id - Kejahatan dan penyalahgunaan media siber begitu marak terjadi, hal itu merupakan dampak dari kelonggaran etika dalam teknologi siber. Oleh karenanya,  etika teknologi siber perlu diterapkan ditengah berkembangnya teknologi siber di masyarakat.

Menurut Kepala Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 (Sistekin Untag) Surabaya, Supangat, M.Kom., PhD., ITIL., Cobit., CLA etika teknologi siber ini merupakan seperangkat nilai prinsip moral yang digunakan untuk mengatur tindakan perilaku dalam dunia siber.

“Mengapa etika teknologi sederhana itu penting untuk kita pelajari, karena teknologi siber itu dapat memberikan manfaat yang besar bagi penggunanya namun juga dapat membawa dampak negatif jika tidak diatur dengan baik," ujarnya, Senin (11/9/2023)

Misalnya saja, contoh dia, teknologi siber dalam aspek hukum, teknologi ini sangat berdampak pada sistem hukum. Seperti pada penggunaan bukti elektronik, jaringan komunikasi yang aman dan perangkat lunak AI.

“Namun tindak kejahatan dalam teknologi server seperti hacking dan pencurian identitas itu dapat menimbulkan kerugian besar bagi korban dan harus dihindari dengan hal ini pentingnya menjaga keamanan data dan privasi. Karena jika tidak memahami etika teknologi dapat terjadi peretasan perangkat seperti kebocoran data pribadi,” jabar dia.

Untuk menanggulangi hal yang tidak diinginkan, Supangat menyarankan pengguna harus menerapkan manajemen sandi yang kuat dan penggunaan dua faktor autentikasi yang dapat membantu melindungi data pribadi.

“Selain itu perlu melindungi obrolan online. Aplikasi obrolan itu harus memiliki enkripsi akhir ke akhir untuk memastikan pesan tidak dapat dibaca oleh pihak ketiga,” tambah dia.

Supangat juga menilai, berkembangnya teknologi siber juga akan membawa dampak positif, salah satunya yaitu peningkatan harga informasi dan pendidikan. Kemudian akan mempercepat komunikasi dalam sebuah pekerjaan.

Terakhir mengurangi biaya yang dibutuhkan untuk sebuah bisnis dan industri.

“Sedangkan negatifnya, yang pertama bisa kita lihat kejahatan siber dalam penggunaan teknologi itu dapat menyebabkan kerugian besar. Yang kedua, ketergantungan pada teknologi dan ketiga akan menimbulkan masalah keamanan,”urainya.

Oleh karena itu masyarakat harus paham terhadap penanggulangan kejahatan siber yang kerap. Bisa dilakukan dengan pelatihan siber yang tepat, kemudian perlu adanya regulasi yang lebih ketat terkait dengan penggunaan teknologi yang melindungi masyarakat.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Soroti Peran Civil Society Lawan Korupsi dan Krisis Demokrasi Indonesia

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.