Rabu, 04 Feb 2026 02:42 WIB

Kasus ISPA di Surabaya Capai 174 Ribu, 6 Ribu Diantaranya Balita

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 07 Sep 2023 17:19 WIB
Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristisna
Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristisna

selalu.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat bahwa penyakit Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang terjadi di Surabaya per bulan Januari hingga Juli 2023 mencapai total sebanyak 174.222 kasus.

Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristisna mengatakan dari total ratusan ribu masyarakat yang terkena ISPA diantaranya sebanyak 6.401 balita terjangkit Pneumonia.

"Data kasus  ISPA/Pneumonia tahun 2023 bersifat dinamis karena masih dalam proses pengumpulan, verifikasi dan validasi untuk setiap bulannya," kata Nanik, Kamis (7/9/2023).

Nanik juga menjelaskan terkait 10 besar penyakit yang menjangkiti warga Surabaya terbanyak mengacu pada International Classification of Disease (ICD) hingga Juli 2023 adalah ISPA.

"Penyakit pada sistem pernafasan 21,43 persen merupakan salah satu keluhan yang banyak ditemui dibandingkan penyakit pada sistem pencernaan 17,46 persen," jelas Nanik.

Namun, keluhan pada sistem pernafasan ini, Nanik menjelaskan, tidak hanya dapat disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Tetapi juga dapat dipicu oleh faktor pencetus seperti penyebab alergi.

"Penyabab energi seperti makanan, minuman, binatang, debu, dan lainnya," ujarnya.

Untuk upaya pencegahan dan pengendalian penyakit ISPA atau Pneumonia pada balita, Dinkes Surabaya terus mengupayakan pemenuhan gizi seimbang pada balita.

Dinkes juga menggalakkan Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kegiatan sehari-hari dan di lingkungan masyarakat. Lalu, memfasilitasi vaksinasi Pneumonia melalui imunisasi PCV secara gratis di Puskesmas untuk bayi usia 2 bulan

"Dan melakukan deteksi dini balita dengan keluhan batuk dan pengobatan  sesuai standar untuk mencegah terjadinya Pneumonia," pungkasnya.

Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Digelar di Sekolah, Sasar 242 Ribu Siswa Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya.