Minggu, 23 Jun 2024 00:05 WIB

Lelang Rumah Sakit Surabaya Timur Disoal, Pemenang Tender Disebut Tak Wajar

  • Reporter : Ade Resty
  • | Kamis, 31 Agu 2023 09:35 WIB
tampilan hasil layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya Pagu Anggaran APBD 2023 RSU Surabaya Timur

tampilan hasil layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya Pagu Anggaran APBD 2023 RSU Surabaya Timur

selalu.id - Rumah Sakit Umum Surabaya Timur akan segera dibangun, saat ini pun Pemkot Surabaya telah dalam proses penetapan lelang.

Namun, lelang RSU Surabaya Timur disinyalir terjadi permainan atau kecurangan terhadap hasil paket pekerjaan bangunan dengan anggaran APBD Rp 500 Miliar tersebut.

Berdasarkan rincian tampilan hasil layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya Pagu Anggaran APBD 2023 RSU Surabaya Timur senilai Rp 503.574.000.000 miliar.

Diketahui berdasarkan hasil pemenang lelang pada 24 Agustus 2023 lalu, melalui LPSE itu pada peringkat pertama adalah PT PP dengan pengajuan penawaran sebesar Rp 494.603.098.000,00. Sedangkan, peringkat kedua yakni PT Waskita Jaya senilai Rp 476.884.578.000,00.

Ketua Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kasgoro) 1957 Jawa Timur, Yusuf Husni mengtakan bahwa adanya dugaan kecurangan atau permainan terhadap hasil pemenang lelang tersebut. Lantaran selisih penawaran antar pemenang tender tersebut sangat besar yakni Rp 17.718.520.000,00.

"Ini kan kelihatan bahwa pemenang lelang ini bedanya hampir 18 miliar antara PP dan Waskita. Perbedaan ini ada potensi bahwa persoalan ini ada aroma permainan. Ada hal hal yang barangkali dengan penilaian yang sangat subjektif ini,"kata Yusuf, kepada selalu.id, Kamis (29/8/2023).

Menurut Yusuf bahwa selisih dana penawaran tersebut sangat besar dan menimbulkan kecurigaan permainan lelang tersebut. Ia menyebut selisih harga capai 17 miliar itu kemungkinan bisa dapat digunakan untuk kepentingan lainnya.

"Kedua PT sama-sama BUMN, dimana mana yang menang BUMN semua. swasta gak pernah dikasih kesempatan proyek besar,"jelasnya.

Meski belum ditetapkan PT PP sebagai pemenang lelang RSU Surabaya Timur, Yusuf meyampaikan pengumuman pemenang sebelumnya diberi waktu 7 hingga 14 Hari dan lelang itu diumumkan setelah 7 hari. Hal ini terkesan terburu-buru.

"Ini kelihatannya yang diambil 7 harinya. sudah ditutup saya lihat. ini ada indikasi buru keburuan bahwa ini segera ditetapkan. kenapa tidak ambil yang 14 hari,"ucapnya.

Berdasakan Peraturan Menteri PUPR nomor 12 tahun 2017 tentang Standar Dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang Dan Bangun (Design And Build) tertulis 70 persen teknis dan 30 persen harga.

"Karena 70 persen sehingga potensi permainan ini cukup besar untuk nilai subjektiftasnya ini. Boleh dia main seperti ini. Tapi jangan kasar, yang ini kasar mainnya ini,

"Beda satu/dua miliar itu gak masalah. ini malah sampai Rp 17 miliar dengan perbedaan ini aroma sangat jelas bahwa ada seuatu yang tidak sehat disini,"lanjutnya.

Lebih lanjut Yusuf menjelaskan penawaran darin Pagu anggaran Rp 500 miliar itu, biasanya yang diambil paling rendah lelangnya. Tetapi lelang ini tidak, ia menyebut alasannya mereka pasti berdasaekan Permen PUBR no 20 tahun 2012.

Diketahui, perencanaan pembangunan rumah sakit juga harus sesuai dengan Permenkes nomor 40 tahun 22 tentang Bangunan dan Sarana, serta Permenkes nomer 3 tahun 2020 tentang Klasifikasi Rumah Sakit.

"Kalau dilihat banyaknya peserta lelang itu, dan tersisih karena aturan Permenkes. Saya yakin patokan panitia disini, sehingga semua tersisih. Lah ini hanya tinggal dua, berarti dua ini sudah penuhi persyaratan. Seharusnya jarak penawaran harus sedikit. Tidak sampai besar gini," jelasnya.

Ia berharap dan DPRD segera meminta penjelasan terkait masalah lelang RSU Surabaya Timur ini. Yusuf juga meminta pemaparan yang jelas dengan Dinas yang terkait atas pelelangam tersebut.

"Harapan kami ada pemaparan publik dari DPRD sehingga kami tahu bahwa mengapa terjadi sampai seperti ini. Pemkot harus terbuka. Minta Dewan mengundang dinas terkait termasuk dia dua orang (PT PP dan Waskita) suruh pemaparan," pungkasnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Targetkan Pembangunan Dakel Tuntas Juli 2024

Editor : Ading