Kamis, 04 Jun 2026 17:58 WIB

Gandeng Influencer, JCI berhasil Kumpulkan 60 Kantong Plasma Konvalesen

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 01 Agu 2021 21:31 WIB
Donor plasma konvalesen yang digelar JCI Jawa Timur
Donor plasma konvalesen yang digelar JCI Jawa Timur

Surabaya (selalu.id) - Sebanyak 60 kantong darah plasma konvalesen berhasil dikumpulkan dalam acara donor yang digelar oleh Junior Chamber Internasional (JCI) East Java selama lima minggu. Ketatnya standart dari Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya membuat target yang semula 200 kantong untuk membantu pasien Covid-19 menurun.

Baca Juga: Liga Muaythai Jatim Seri II, Jaring Atlet Surabaya untuk Porprov 2027

Untuk mendongkrak banyaknya calon pendonor plasma konvalesen, JCI East Java menggandeng influencer dan menambah hadiah voucher belanja Rp 350 Ribu bagi pendonor yang lolos screening disamping juga menyiapkan uang tunai Rp. 250 Ribu. Langkah ini dilakukan agar target 200 kantong darah plasma konvalesen dapat tercapai.

"Jadi kita menyediakan berbagai macam voucher dari brand-brand pilihan supaya ini sebagai rewardnya buat para pendonor, supaya menarik minat dari para pendonor semakin banyak juga yang tahu dengan gerakan kita ini," ujar Project Director Donor Plasma Konvalesen JCI East Java Yohan Tanoko di gedung Srijaya Surabaya, Minggu (1/8/2021).

Influencer sekaligus pemilik Kebab Turki Baba Rafi Hendy Setiono juga digandeng JCI East Java untuk mengajak pengikutnya yang penyintas Covid-19 agar tergerak menjadi pendonor plasma konvalesen.

"Untuk mau mengerahkan pengikut-pengikutnya terutama di Instagram supaya bisa lebih tahu tentang gerakan kita dan terketuk hatinya," imbuh Yohan.

Hendy Setiono yang juga penyintas Covid-19 merasa bersyukur diajak JCI East java untuk menjadi pendonor plasma konvalesen, dan dirinya kedepannya akan mengajak penyintas lainnya agar mensukseskan gerakan sosial membantu pasien yang sekarang sedang berjuang sembuh dari paparan virus corona.

"Saya mengajak juga teman-teman alumnus Covid-19 lain yang sudah sembuh dan ternyata ajakan saya disambut positif. Saya melihat banyak dari mereka yang sudah sembuh, sudah menerima plasma donor dan tergerak untuk juga mendonorkan dan berkontribusi sebagai donor plasma kepada yang lain," kata Hendy.

Hendy yang juga pengusaha muda ini juga menyarankan agar masyarakat yang menjadi penyintas Covid-19 ikut mendonorkan plasma darahnya di Gedung Srijaya tiap hari Minggu. 

"Akan sangat membantu sekali buat misi pemerintah dalam memerangi dari adanya pandemi Covid-19 ini," ajaknya. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.