Senin, 02 Feb 2026 03:56 WIB

Ubah Limbah Cumi jadi Hand Sanitizer, Mahasiswa UNAIR Raih Medali Perak Internasional

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 25 Agu 2023 13:27 WIB
Enam mahasiswa dari Universitas Airlangga (UNAIR) meraih medali perak di kancah internasional dalam Kompetisi Arau Internasional Creativiy Exhibition (ACE) 2023 di Kuala Lumpur.
Enam mahasiswa dari Universitas Airlangga (UNAIR) meraih medali perak di kancah internasional dalam Kompetisi Arau Internasional Creativiy Exhibition (ACE) 2023 di Kuala Lumpur.

selalu.id - Enam mahasiswa dari Universitas Airlangga (UNAIR) memanfaatkan limbah cumi menjadi Hand Sanitizer hingga meraih medali perak di kancah internasional dalam Kompetisi Arau Internasional Creativiy Exhibition (ACE) 2023 di Kuala Lumpur.

Lomba tersebut diselenggarakan oleh Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) yang berkolaborasi dengan World Invention Intellectual Property Association (WIIPA), mulai tanggal 18 hingga 20 Agustus 2023.

Baca Juga: Calon Mahasiswa Wajib Tahu! UNAIR Buka Banyak UKM dan Beasiswa Berlapis

Enam mahasiswa itu yakni Moch Aqilah Herdiansyah (FST 2020), Desi Ramadhani (2020), Diaz Samsun Alif (FTMM 2020), Javan Hammurabi Rumi (FTMM 2020), Laily Fathu Agustina Rifa’ah (FEB 2021), dan Angela Maharani Sarita (FEB 2021).

Salah satu ketua tim mahasiswa UNAIR, Moch Aqilah menjelaskan, pihaknya menggagas sebuah produk bernama CoLD-Spray yang merupakan hand sanitizer ramah lingkungan.

"Hand Sanitizer kami terbuat dari bahan dasar limbah endoskeleton cumi-cumi dan hasil laut Chlorella vulgaris," kata Aqilah, melalui rilisnya, Jumat (25/8/2023).

Aqilah menjelaskan limbah endoskeleton mengandung senyawa kitin dan kitosan yang memiliki sifat antibakteri dan antioksidan yang baik.

Baca Juga: Kasus Mahasiswi UMM, LBH Lira Minta Penyidik Kaji Pembunuhan Berencana

Selain itu, hasil laut Chlorella vulgaris juga memiliki sifat antioksidan yang bermanfaat untuk melindungi kulit manusia dari berbagai macam penyakit.

Kombinasi dan kultur kedua bahan tersebut, kata dia, dapat menghasilkan lebih banyak biomassa sehingga dapat membantu mewujudkan poin-poin Sustainable Development Goals (SDGs).

“Produk ini memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri yang bisa dipakai baik pada tangan maupun permukaan objek. Harapannya, dengan adanya produk ini dapat membantu masyarakat dalam menjaga kesehatan tubuh utamanya dari sinar UV (Ultraviolet, Red) dan bakterial yang ada pada objek sekitar kulit,” jelasnya.

Baca Juga: Prarekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi UMM Digelar Besok, Motif Belum Terungkap

Mahasiswa prodi Biologi itu juga menyampaikan bahwa dalam kompetisi tim, baik itu nasional maupun internasional selalu membutuhkan konsistensi dan kerja sama antar anggota. Untuk melakukan hal tersebut perlu adanya kesadaran dan tanggung jawab dari setiap anggota tim.

“Tim yang hebat adalah tim yang saling melengkapi kekurangan antar anggotanya dan memperbaikinya sehingga menghasilkan karya yang luar biasa serta bermanfaat bagi sekitarnya. Kami juga tidak lupa ingin mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing kami Bu Ayu Lana Nafisyah SPi MSc PhD yang telah membantu proses dan perjalanan kami,” ungkapnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.