Ubah Limbah Cumi jadi Hand Sanitizer, Mahasiswa UNAIR Raih Medali Perak Internasional
- Penulis : Ade Resty
- | Jumat, 25 Agu 2023 13:27 WIB
selalu.id - Enam mahasiswa dari Universitas Airlangga (UNAIR) memanfaatkan limbah cumi menjadi Hand Sanitizer hingga meraih medali perak di kancah internasional dalam Kompetisi Arau Internasional Creativiy Exhibition (ACE) 2023 di Kuala Lumpur.
Lomba tersebut diselenggarakan oleh Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) yang berkolaborasi dengan World Invention Intellectual Property Association (WIIPA), mulai tanggal 18 hingga 20 Agustus 2023.
Baca Juga: PDS Hadir di Dua Kampus Vokasi Jawa Timur, Bagikan Tips Arungi Dunia Kerja
Enam mahasiswa itu yakni Moch Aqilah Herdiansyah (FST 2020), Desi Ramadhani (2020), Diaz Samsun Alif (FTMM 2020), Javan Hammurabi Rumi (FTMM 2020), Laily Fathu Agustina Rifa’ah (FEB 2021), dan Angela Maharani Sarita (FEB 2021).
Salah satu ketua tim mahasiswa UNAIR, Moch Aqilah menjelaskan, pihaknya menggagas sebuah produk bernama CoLD-Spray yang merupakan hand sanitizer ramah lingkungan.
"Hand Sanitizer kami terbuat dari bahan dasar limbah endoskeleton cumi-cumi dan hasil laut Chlorella vulgaris," kata Aqilah, melalui rilisnya, Jumat (25/8/2023).
Aqilah menjelaskan limbah endoskeleton mengandung senyawa kitin dan kitosan yang memiliki sifat antibakteri dan antioksidan yang baik.
Baca Juga: Sempat Vakum, Campus League Surabaya Kembali Dorong Ekosistem Basket Kampus
Selain itu, hasil laut Chlorella vulgaris juga memiliki sifat antioksidan yang bermanfaat untuk melindungi kulit manusia dari berbagai macam penyakit.
Kombinasi dan kultur kedua bahan tersebut, kata dia, dapat menghasilkan lebih banyak biomassa sehingga dapat membantu mewujudkan poin-poin Sustainable Development Goals (SDGs).
“Produk ini memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri yang bisa dipakai baik pada tangan maupun permukaan objek. Harapannya, dengan adanya produk ini dapat membantu masyarakat dalam menjaga kesehatan tubuh utamanya dari sinar UV (Ultraviolet, Red) dan bakterial yang ada pada objek sekitar kulit,” jelasnya.
Baca Juga: Bikin Haru, Begini Kisah Anak Penjual Es yang Lulus di Wisuda ke-261 Unair
Mahasiswa prodi Biologi itu juga menyampaikan bahwa dalam kompetisi tim, baik itu nasional maupun internasional selalu membutuhkan konsistensi dan kerja sama antar anggota. Untuk melakukan hal tersebut perlu adanya kesadaran dan tanggung jawab dari setiap anggota tim.
“Tim yang hebat adalah tim yang saling melengkapi kekurangan antar anggotanya dan memperbaikinya sehingga menghasilkan karya yang luar biasa serta bermanfaat bagi sekitarnya. Kami juga tidak lupa ingin mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing kami Bu Ayu Lana Nafisyah SPi MSc PhD yang telah membantu proses dan perjalanan kami,” ungkapnya.
Editor : Ading