Rabu, 22 Jul 2026 04:14 WIB

Golkar-PAN ke Prabowo, Pengamat Sebut Kader Partai Rawan Dukung Calon Lain

  • Penulis : Redaksi
  • | Senin, 14 Agu 2023 10:43 WIB
Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau panen raya padi dan berdialog dengan petani di Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (9/3/2023).
Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau panen raya padi dan berdialog dengan petani di Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (9/3/2023).

selalu.id - Sebuah momen politik menarik terspotlight saat dua Ketua Umum Partai menyatakan dukungannya kepada Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto yang sekaligus merupakan Ketua Umum Partai Gerindra.

Dua Ketum Partai tersebut adalah Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN). Momen ini pun menjadi menarik dan menciptakam efek ekor jas yang akan dinikmati Gerindra sepenuhnya karena justru ketua umum partai lain mendukung Prabowo.

Menurut pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Andri Arianto, deklarasi yang dilakukan Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketum PAN Zulkifli Hasan kepada Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres justru akan merugikan Partai Golkar dan PAN.

"Karena ketua umum dan seluruh kader partai mengkampanyekan ketua umum partai kompetitornya. Jelas ini merugikan bagi Partai Golkar dan PAN serta coat-tail effect sangat menguntungkan Partai Gerindra di Pemilu Legislatif 2024. Tentu ini sebuah fenomena yang sulit diterima akal," ungkap Andri.

Prabowo Subianto yang maju sebagai Capres, kata Andri, posisinya sebagai ketua umum partai. Jika ketua umum partai yang telah menyatakan dukungan ke Prabowo yakni Partai Golkar, PAN, PKB dan PBB mendukung Prabowo, itu artinya sama saja akan mengkampanyekan Partai Gerindra.

"Berbeda kalau mendukung Ganjar Pranowo atau Anies Baswedan. Mereka posisinya bukan ketua partai. Jadi nuansa kompetitor di Pileg lebih aman dan tidak ada yang paling diuntungkan dan dirugikan karena sama-sama jalan, ini karena Pilpres bersamaan dengan Pemilu Legislatif loh," ungkapnya.

Dengan kondisi semacam ini, lanjutnya, mesin politik koalisi pendukung Prabowo terancam tidak bisa berjalan maksimal.

"Karena pasti akan muncul rasa risih dan prasangka ngapain saya mengkampanyekan ketua umum partai lain?" katanya.

Apalagi, seperti contoh di Jawa Timur, mengutip hasil survei Surabaya Survei Center yang dirilis 9 Agustus 2023, pendukung Golkar dan PKB justru lebih banyak memilih Ganjar Pranowo ketimbang Prabowo. Sebanyak 44,6 persen pemilih Golkar di Jatim lebih memilih Ganjar daripada Prabowo yang hanya 30,6 persen. Adapun pemilih PKB, 38,6 persen di antaranya memilih Ganjar, sedangkan pemilih Prabowo hanya 35,8 persen.

Andri mengatakan, palagan Pileg 2024 nanti akan sangat sengit dan keras. Antar partai akan berambisi mengamankan suara partainya dibanding mengamankan capresnya.

"Jadi kepentingan partai diyakini lebih utama dan dominan," katanya.

Mendapat dukungan dari banyak partai, menurut Andri, juga bukan menjadi sebuah jaminan akan mulus memenangkan sebuah kontestasi. Dia mencontohkan pada Pilkada Surabaya 2020 lalu, di mana calon wali kota yang diusung PDI Perjuangan bisa menang mutlak melawan kandidat yang didukung hampir semua partai.

"Koalisi jika tidak mempunyai rekam jejak yang kuat tidak akan ada artinya. Buktinya PDI Perjuangan bisa menang di Surabaya pada Pilwali 2020 lalu, meski dikeroyok banyak partai. Kenapa bisa? Karena walau banyak jumlah partai koalisi, mesin partai ternyata tidak berjalan optimal. Kondisi itu bisa terjadi di partai yang mendukung Prabowo," tandasnya.

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.