Selasa, 03 Feb 2026 16:06 WIB

Raih Tiga Rekor Muri, Miniatur Lokomotif  Uap Terbesar di Indonesia Dipamerkan di Stasiun Gubeng

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 04 Agu 2023 20:04 WIB
Miniatur lokomotif uap
Miniatur lokomotif uap

selalu.id - KAI berkolaborasi dengan Indonesia Railway Preservation Society (IRPS) dan Tridi Zaiku Indonesia (3D Zaiku) memecahkan tiga rekor Muri, salah satunya miniatur Lokomotif Uap skala 1:4 terbesar di Indonesia.

Kemudian, rekor Muri lainnya yakni mencetak dengan mesin 3D Printing terrbanyak selama 14 hari + 24 jam pembuatan. Lalu rekor Muri ketiga dicanangkan dengan buku foto stasiun terlengkap se-Pulau Jawa.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif menagatakan miniatur Lokomotif Uap seri DD52 terbesar yang pernah beroperasi di Indonesia itu dipamerkan di Stasiun Gubeng Surabaya, selama satu bulan kedepan.

"Miniatur ini akan hadir mulai 4 hingga 31 Agustus 2023, tepatnya di ruang tunggu pelanggan Stasiun Surabaya Gubeng," kata Luqman, saat ditemui usai meresmikan rekor Muri miniatur lokomotif uap di Stasiun gubeng, Jumat (4/8/2023).

Luqman menjelaskan dengan dibuatnya miniatur ini pihaknya ingin memperkenalkan nilai - nilai sejarah perkeretaapian Indonesia. Tak hanya itu, pameran ini juga bertujuan sebagai sarana sosialisasi.

Dalam pengerjaan miniatur itu yakni menggunakan printer 3 dimensi dengan memiliki ukuran skala 1 banding 4 dan telah terdaftar sebagai pemegang rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Rekor Miniatur Lokomotif Terbesar dengan Teknologi Cetak Tridimensi.

Diawali dengan menggambar 3D modeling tanpa blueprint selama 4 bulan hanya dengan melihat referensi foto dan video. 3D modeling tersebut menghasilkan 1.996 komponen yang selanjutnya dirakit sehingga menghasilkan bentuk lokomotif uap yang utuh.

Secara detail, ukuran miniatur lokomotif uap DD52 ini memiliki dimensi panjang 580 centimeter (Cm), lebar 68 cm, dan tinggi 90 cm, serta total bobot 200 kilogram (Kg).

Project bernila sekitar Rp 300 juta tersebut, ujar Wakil Ketua Umum IRPS,
Cahyo Hari Murti bertujuan sebagai media pembelajaran mengenai sejarah lokomotif bagi masyarakat.

"Seri DD52 ini bangkainya sudah tidak ada dan tidak ditemukan lagi. Untuk itu kami buatkan miniaturnya dicetak secara 3 Dimensi. Total keselurahan ada 2 ribu part yang harus dirakit untuk menjadi miniatur," terang Luqman.

Disisi lain, Regional Manajer 3D Zaiku Surabaya, Rony Hartadi mengatakan miniatur tersebut dibuat dengan bahan Filament PLA. Mereka membuat semirip mungkin dengan aslinya proses pencetakannya part-part dari miniatur memakan waktu 14 hari.

"Proses cetaknya 2 minggu dengan printer atau mesin cetak beroperasi terus selama 24 jam. Jadi selama itu, 2 minggu dikali 24 jam terus berproses untuk mencetak, termasuk trial and erornya juga," terangnya.

Untuk diketahui, sejarah keberadaan Lokomotif DD52 di Indonesia dimulai ketika Lokomotif ini didatangkan dari Pabrik Hartmann dan Hanomag di Jerman, serta Werkspoor di Belanda pada tahun 1923, mulai berdinas sejak 1924, setelah lokomotif DD 50 dan lokomotif DD 51.

Berbeda dengan kedua pendahulunya yang dibuat di pabrik ALCO di Amerika Serikat, lokomotif DD52 dibuat di Eropa, tepatnya di Jerman dan Belanda. Keunggulan lokomotif ini dibandingkan dengan DD50 dan DD51 adalah kecepatan maksimalnya yang dapat mencapai 50 km per jam, di mana kedua lokomotif sebelumnya hanya mampu mencapai 40 km per jam.

Lokomotif DD52 memiliki julukan "Si Gombar" dari masyarakat lokal Jawa Barat yang selalu dilewati oleh lokomotif ini. Dengan ukurannya yang besar dan tenaganya yang kuat, tugas utama lokomotif DD52 adalah menarik kereta barang yang melintasi pegunungan Priangan. Walaupun begitu, lokomotif ini juga difungsikan sebagai penarik kereta penumpang.

Di akhir masanya, lokomotif ini melayani KA lokal Bandung-Cibatu. Alokasi lokomotif ini sendiri menyebar di beberapa Depo Lokomotif seperti Tasikmalaya, Purwakarta, dan Cibatu. Karier lokomotif ini berakhir pada tahun 1974,  ketika angkutan barang di jalur Tasikmalaya - Cicalengka menurun.

Sehingga menjalankan DD52 ini terlalu berlebihan untuk muatan yang tidak begitu berat. Miniatur lokomotif uap DD52 ini rencananya akan dipamerkan di beberapa stasiun setiap bulan hingga akhir tahun 2023.

Bulan Agustus akan berada di Stasiun Surabaya Gubeng, September di Stasiun Yogyakarta, Oktober Stasiun Purwokerto, November Stasiun Bandung, dan Desember berakhir di Stasiun Garut. 

Baca Juga: Dampak Banjir Belum Pulih, Lima KA Jarak Jauh dari Surabaya Dibatalkan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

Selain pemeriksaan dasar, warga juga mendapatkan edukasi terkait kewaspadaan terhadap penyakit menular, termasuk Virus Nipah.

Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Widyaswendra mengatakan bahwa tidak ada keterlambatan pelayanan yang berakibat cukup signifikan dan berpengaruh pada jadwal sandar kapal.

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

31 Ribu Kursi Tiket Kereta Lebaran 2026 di Daop 8 Surabaya Telah Terjual

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dibukanya masa pemesanan tiket secara bertahap.