Rabu, 22 Jul 2026 12:22 WIB

Pria Obesitas di Tambaksari Jalani Operasi Otak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 02 Agu 2023 20:09 WIB
Dr Irwan, dokter IGD RSUD dr Soetomo
Dr Irwan, dokter IGD RSUD dr Soetomo

selalu.id - Seorang pria berisinial S (51) warga Tambaksari Surabaya yang memiliki berat badan hingga 135 kg sempat dikabarkan jatuh pingsan dan sesak nafas.

S pun segera dilarikan ke RSUD dr Soetomo untuk mendapatkan perawatan, tetapi setelah pemeriksaan S mengalami pendarahan cukup dalam pada otak sebelah kanan, atau disebut penyakit stroke.

Hal itu diungkapkan Dokter Syaraf RSUD Dr Soetomo Irwan Barlian memastikan pasien S yang bekerja sebagai petugas kebersihan ini mempunyai berat badan seberat 135 kg.

Dokter Irwan menjelaskan bahwa pria tersebut harus menjalani operasi. Sebab, pendarahan yang dialaminya masuk kedalam sistem cairan otak. Sehingga sistem sirkulasinya terbuntu.

“Akibatnya, ada penumpukan cairan otak yang menyebabkan tekanan tinggi. Itu salah satu yang menyebabkan rendahnya kesadaran. Jadi, sudah terbentuk hidrosepalus,” kata Dr Irwan, saat ditemui selalu.id, di IGD Dr Soetomo.

Sebab itu, kata Dokter Irwan pasien S harus dioperasi untuk mengurangi pendarahan dengan memasukan selang untuk mengeluarkan cairan otak dan mengurangi tekanan otak.

Menurutnya, pendarahan otak atau penyakit stroke salah satunya disebabkan oleh berat badan yang berlebihan atau obesitas.

“Iya salah satu faktor resikonya, kebetulan faktor resiko stroke itu kan banyak. Salah satunya obesitas, tensi tinggi di atas 220, sakit gula tidak terkontrol. Ini kebetulan ada semua pada pasien,” jelasnya.

Setelah dilakukan operasi, kondisi pasien kini belum sadar dan masih ditempatkan di ruang ICU yang dikontrol dengan ventilator. Sejauh ini, pihaknya masih observasi  terkait penyakit-penyakit yang diderita pasien lantaran kondisinya masih belum sadar.

“Yang pasti saat ini baru hari ini kami tangani. Yang pasti ada darah tinggi tidak terkontrol, sakit gula, saat ini masih bagu, tapi ada riwayat sakit gula, pendarahan stroke,” jelasnya.

Menurutnya, akibat pendarahan otak yang dialami, pasien kemungkinan besar mengalami kelumpuhan.

“Kemungkinan besar iya, kami belum bisa evluasi, tapi kemungkinan besar bisa terjadi kelumpuhan,” ujarnya.

Ditempat terpisah, pihak keluarga atau Istri dari Pria Obesitas, Sri Wahyuningsih mengaku bahwa suaminya itu mempunyai keluhan lambung, darah tinggi, nyeri lutut dan tulang.

"Waktu opname kontrol di RS Soewandhie, waktu lambungnya keras, corona ga boleh tutup, dirujuk ke soetomom sering konsumsi obat nyeri. Disini 5 tahun kerja disini, badannya ga terkontrol, kerjanya santai,"jelasnya.

Sri menceritakan awal suaminya dibawa ke Rumah Sakit. Saat itu S sedang bersantai di dalam rumah, kemudian meminta tolong karena alami sesak napas.

"Kemarin habis nyapu duduk-duduk. Kulakan jajan di kantin. Habis itu capek leyeh-leyeh di dalam. Saya pas masuk, bilang tolong tolong. Kaki kanan sama tangan ga bisa digerakkan. Saya panggil becak, diangkat orang 5 gak kuat,"tuturnya.

"Saya sama teman-teman  telepon 112, datang kesini. Pakai ambulance gak bisa, qhamdulillah dari sini sampai sana ditangani. Sempat sadar ga sadar. Sesak nafas," imbuhnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: Dulu Tandus dan Becek, Begini Wajah Lapangan Rangkah Surabaya Sekarang

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.