Rabu, 21 Okt 2026 06:50 WIB

Pria Obesitas di Tambaksari Jalani Operasi Otak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 02 Agu 2023 20:09 WIB
Dr Irwan, dokter IGD RSUD dr Soetomo
Dr Irwan, dokter IGD RSUD dr Soetomo

selalu.id - Seorang pria berisinial S (51) warga Tambaksari Surabaya yang memiliki berat badan hingga 135 kg sempat dikabarkan jatuh pingsan dan sesak nafas.

S pun segera dilarikan ke RSUD dr Soetomo untuk mendapatkan perawatan, tetapi setelah pemeriksaan S mengalami pendarahan cukup dalam pada otak sebelah kanan, atau disebut penyakit stroke.

Hal itu diungkapkan Dokter Syaraf RSUD Dr Soetomo Irwan Barlian memastikan pasien S yang bekerja sebagai petugas kebersihan ini mempunyai berat badan seberat 135 kg.

Dokter Irwan menjelaskan bahwa pria tersebut harus menjalani operasi. Sebab, pendarahan yang dialaminya masuk kedalam sistem cairan otak. Sehingga sistem sirkulasinya terbuntu.

“Akibatnya, ada penumpukan cairan otak yang menyebabkan tekanan tinggi. Itu salah satu yang menyebabkan rendahnya kesadaran. Jadi, sudah terbentuk hidrosepalus,” kata Dr Irwan, saat ditemui selalu.id, di IGD Dr Soetomo.

Sebab itu, kata Dokter Irwan pasien S harus dioperasi untuk mengurangi pendarahan dengan memasukan selang untuk mengeluarkan cairan otak dan mengurangi tekanan otak.

Menurutnya, pendarahan otak atau penyakit stroke salah satunya disebabkan oleh berat badan yang berlebihan atau obesitas.

“Iya salah satu faktor resikonya, kebetulan faktor resiko stroke itu kan banyak. Salah satunya obesitas, tensi tinggi di atas 220, sakit gula tidak terkontrol. Ini kebetulan ada semua pada pasien,” jelasnya.

Setelah dilakukan operasi, kondisi pasien kini belum sadar dan masih ditempatkan di ruang ICU yang dikontrol dengan ventilator. Sejauh ini, pihaknya masih observasi  terkait penyakit-penyakit yang diderita pasien lantaran kondisinya masih belum sadar.

“Yang pasti saat ini baru hari ini kami tangani. Yang pasti ada darah tinggi tidak terkontrol, sakit gula, saat ini masih bagu, tapi ada riwayat sakit gula, pendarahan stroke,” jelasnya.

Menurutnya, akibat pendarahan otak yang dialami, pasien kemungkinan besar mengalami kelumpuhan.

“Kemungkinan besar iya, kami belum bisa evluasi, tapi kemungkinan besar bisa terjadi kelumpuhan,” ujarnya.

Ditempat terpisah, pihak keluarga atau Istri dari Pria Obesitas, Sri Wahyuningsih mengaku bahwa suaminya itu mempunyai keluhan lambung, darah tinggi, nyeri lutut dan tulang.

"Waktu opname kontrol di RS Soewandhie, waktu lambungnya keras, corona ga boleh tutup, dirujuk ke soetomom sering konsumsi obat nyeri. Disini 5 tahun kerja disini, badannya ga terkontrol, kerjanya santai,"jelasnya.

Sri menceritakan awal suaminya dibawa ke Rumah Sakit. Saat itu S sedang bersantai di dalam rumah, kemudian meminta tolong karena alami sesak napas.

"Kemarin habis nyapu duduk-duduk. Kulakan jajan di kantin. Habis itu capek leyeh-leyeh di dalam. Saya pas masuk, bilang tolong tolong. Kaki kanan sama tangan ga bisa digerakkan. Saya panggil becak, diangkat orang 5 gak kuat,"tuturnya.

"Saya sama teman-teman  telepon 112, datang kesini. Pakai ambulance gak bisa, qhamdulillah dari sini sampai sana ditangani. Sempat sadar ga sadar. Sesak nafas," imbuhnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: Dulu Tandus dan Becek, Begini Wajah Lapangan Rangkah Surabaya Sekarang

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Integrasi ini memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus mendatangi sejumlah kantor pelayanan secara terpisah.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.