Selasa, 03 Feb 2026 11:30 WIB

Pria Obesitas di Tambaksari Jalani Operasi Otak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 02 Agu 2023 20:09 WIB
Dr Irwan, dokter IGD RSUD dr Soetomo
Dr Irwan, dokter IGD RSUD dr Soetomo

selalu.id - Seorang pria berisinial S (51) warga Tambaksari Surabaya yang memiliki berat badan hingga 135 kg sempat dikabarkan jatuh pingsan dan sesak nafas.

S pun segera dilarikan ke RSUD dr Soetomo untuk mendapatkan perawatan, tetapi setelah pemeriksaan S mengalami pendarahan cukup dalam pada otak sebelah kanan, atau disebut penyakit stroke.

Hal itu diungkapkan Dokter Syaraf RSUD Dr Soetomo Irwan Barlian memastikan pasien S yang bekerja sebagai petugas kebersihan ini mempunyai berat badan seberat 135 kg.

Dokter Irwan menjelaskan bahwa pria tersebut harus menjalani operasi. Sebab, pendarahan yang dialaminya masuk kedalam sistem cairan otak. Sehingga sistem sirkulasinya terbuntu.

“Akibatnya, ada penumpukan cairan otak yang menyebabkan tekanan tinggi. Itu salah satu yang menyebabkan rendahnya kesadaran. Jadi, sudah terbentuk hidrosepalus,” kata Dr Irwan, saat ditemui selalu.id, di IGD Dr Soetomo.

Sebab itu, kata Dokter Irwan pasien S harus dioperasi untuk mengurangi pendarahan dengan memasukan selang untuk mengeluarkan cairan otak dan mengurangi tekanan otak.

Menurutnya, pendarahan otak atau penyakit stroke salah satunya disebabkan oleh berat badan yang berlebihan atau obesitas.

“Iya salah satu faktor resikonya, kebetulan faktor resiko stroke itu kan banyak. Salah satunya obesitas, tensi tinggi di atas 220, sakit gula tidak terkontrol. Ini kebetulan ada semua pada pasien,” jelasnya.

Setelah dilakukan operasi, kondisi pasien kini belum sadar dan masih ditempatkan di ruang ICU yang dikontrol dengan ventilator. Sejauh ini, pihaknya masih observasi  terkait penyakit-penyakit yang diderita pasien lantaran kondisinya masih belum sadar.

“Yang pasti saat ini baru hari ini kami tangani. Yang pasti ada darah tinggi tidak terkontrol, sakit gula, saat ini masih bagu, tapi ada riwayat sakit gula, pendarahan stroke,” jelasnya.

Menurutnya, akibat pendarahan otak yang dialami, pasien kemungkinan besar mengalami kelumpuhan.

“Kemungkinan besar iya, kami belum bisa evluasi, tapi kemungkinan besar bisa terjadi kelumpuhan,” ujarnya.

Ditempat terpisah, pihak keluarga atau Istri dari Pria Obesitas, Sri Wahyuningsih mengaku bahwa suaminya itu mempunyai keluhan lambung, darah tinggi, nyeri lutut dan tulang.

"Waktu opname kontrol di RS Soewandhie, waktu lambungnya keras, corona ga boleh tutup, dirujuk ke soetomom sering konsumsi obat nyeri. Disini 5 tahun kerja disini, badannya ga terkontrol, kerjanya santai,"jelasnya.

Sri menceritakan awal suaminya dibawa ke Rumah Sakit. Saat itu S sedang bersantai di dalam rumah, kemudian meminta tolong karena alami sesak napas.

"Kemarin habis nyapu duduk-duduk. Kulakan jajan di kantin. Habis itu capek leyeh-leyeh di dalam. Saya pas masuk, bilang tolong tolong. Kaki kanan sama tangan ga bisa digerakkan. Saya panggil becak, diangkat orang 5 gak kuat,"tuturnya.

"Saya sama teman-teman  telepon 112, datang kesini. Pakai ambulance gak bisa, qhamdulillah dari sini sampai sana ditangani. Sempat sadar ga sadar. Sesak nafas," imbuhnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: National Hospital Tawarkan Potong Lambung untuk Atasi Obesitas

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.