Minggu, 06 Sep 2026 00:34 WIB

Pria Obesitas di Tambaksari Jalani Operasi Otak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 02 Agu 2023 20:09 WIB
Dr Irwan, dokter IGD RSUD dr Soetomo
Dr Irwan, dokter IGD RSUD dr Soetomo

selalu.id - Seorang pria berisinial S (51) warga Tambaksari Surabaya yang memiliki berat badan hingga 135 kg sempat dikabarkan jatuh pingsan dan sesak nafas.

S pun segera dilarikan ke RSUD dr Soetomo untuk mendapatkan perawatan, tetapi setelah pemeriksaan S mengalami pendarahan cukup dalam pada otak sebelah kanan, atau disebut penyakit stroke.

Hal itu diungkapkan Dokter Syaraf RSUD Dr Soetomo Irwan Barlian memastikan pasien S yang bekerja sebagai petugas kebersihan ini mempunyai berat badan seberat 135 kg.

Dokter Irwan menjelaskan bahwa pria tersebut harus menjalani operasi. Sebab, pendarahan yang dialaminya masuk kedalam sistem cairan otak. Sehingga sistem sirkulasinya terbuntu.

“Akibatnya, ada penumpukan cairan otak yang menyebabkan tekanan tinggi. Itu salah satu yang menyebabkan rendahnya kesadaran. Jadi, sudah terbentuk hidrosepalus,” kata Dr Irwan, saat ditemui selalu.id, di IGD Dr Soetomo.

Sebab itu, kata Dokter Irwan pasien S harus dioperasi untuk mengurangi pendarahan dengan memasukan selang untuk mengeluarkan cairan otak dan mengurangi tekanan otak.

Menurutnya, pendarahan otak atau penyakit stroke salah satunya disebabkan oleh berat badan yang berlebihan atau obesitas.

“Iya salah satu faktor resikonya, kebetulan faktor resiko stroke itu kan banyak. Salah satunya obesitas, tensi tinggi di atas 220, sakit gula tidak terkontrol. Ini kebetulan ada semua pada pasien,” jelasnya.

Setelah dilakukan operasi, kondisi pasien kini belum sadar dan masih ditempatkan di ruang ICU yang dikontrol dengan ventilator. Sejauh ini, pihaknya masih observasi  terkait penyakit-penyakit yang diderita pasien lantaran kondisinya masih belum sadar.

“Yang pasti saat ini baru hari ini kami tangani. Yang pasti ada darah tinggi tidak terkontrol, sakit gula, saat ini masih bagu, tapi ada riwayat sakit gula, pendarahan stroke,” jelasnya.

Menurutnya, akibat pendarahan otak yang dialami, pasien kemungkinan besar mengalami kelumpuhan.

“Kemungkinan besar iya, kami belum bisa evluasi, tapi kemungkinan besar bisa terjadi kelumpuhan,” ujarnya.

Ditempat terpisah, pihak keluarga atau Istri dari Pria Obesitas, Sri Wahyuningsih mengaku bahwa suaminya itu mempunyai keluhan lambung, darah tinggi, nyeri lutut dan tulang.

"Waktu opname kontrol di RS Soewandhie, waktu lambungnya keras, corona ga boleh tutup, dirujuk ke soetomom sering konsumsi obat nyeri. Disini 5 tahun kerja disini, badannya ga terkontrol, kerjanya santai,"jelasnya.

Sri menceritakan awal suaminya dibawa ke Rumah Sakit. Saat itu S sedang bersantai di dalam rumah, kemudian meminta tolong karena alami sesak napas.

"Kemarin habis nyapu duduk-duduk. Kulakan jajan di kantin. Habis itu capek leyeh-leyeh di dalam. Saya pas masuk, bilang tolong tolong. Kaki kanan sama tangan ga bisa digerakkan. Saya panggil becak, diangkat orang 5 gak kuat,"tuturnya.

"Saya sama teman-teman  telepon 112, datang kesini. Pakai ambulance gak bisa, qhamdulillah dari sini sampai sana ditangani. Sempat sadar ga sadar. Sesak nafas," imbuhnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: Dulu Tandus dan Becek, Begini Wajah Lapangan Rangkah Surabaya Sekarang

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.