Selasa, 03 Feb 2026 23:08 WIB

Catat! Ada Aturan Baru Soal Kapasitas Penumpang Commuter di Daop 8 Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 01 Agu 2023 09:51 WIB
KAI DAOP 8 Surabaya
KAI DAOP 8 Surabaya

selalu.id - KAI Commuter mulai menerapkan penyesuaian aturan jumlah kapasitas penumpang dinamis (load factor) pada perjalanan Commuter Line wilayah atau KA Lokal yang ada di Wilayah 8 Surabaya dan sekitarnya.

VP Corporate Secreatary KAI Commuterr, Anne Purba menjelaskan aturan itu adalah penyesuaian dari Public Service Obligation (PSO) atau kebijakan layanan publik yang merupakan subsidi oleh Pemerintah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Salah satunya yang ditugaskan kepada KAI Commuter untuk pelayanan angkutan kereta api kelas ekonomi," kata Anne, melalui rilisnya.

Anne mengatakan aturan ini berlaku mulai Selasa, 1 Agustus 2023, sesuai dengan Surat dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan No.M.006/3/9/K2//DJKA/2023 Tanggal 17 Juli 2023.

Surat tersebut tentang Penyesuaian Kapasitas Penumpang, KAI Commuter menyesuaikan kapasitas jumlah penumpang pada 16 pelayanan perjalanan Commuter Line wilayah daop 8 Surabaya.

"Penyesuaian jumlah kapasitas pengguna tersebut diterapkan pada perjalanan commuter line yang memiliki jarak tempuh perjalanan lebih dari 100 KM dan menggunakan sarana kereta kelas ekonomi (K3),"ujarnya.

Sebelumnya aturan kapasitas dinamis penumpang yang berlaku sebelumnya memiliki kapasitas 150 persen dari jumlah tempat duduk.

"Kini, dari 100 persen dengan tempat duduk dan 50 persen tanpa tempat duduk menjadi 120 persen penumpang yakni 100 persen dengan tempat duduk dan 20  persen tiket tanpa tempat duduk," jelasnya.

Berikut 16 pelayanan perjalanan Commuter Line yang mengalami penyesuaian kapasitas penumpang.

-401 Commuter Line Dhoho :Blitar - Surabaya Kota (Via Kertosono)

-403 Commuter Line Dhoho :Blitar - Surabaya Kota (Via Kertosono)

-4017 Commuter Line Dhoho : Surabaya Kota Blitar (Via Kertosono)

-4019 Commuter Line Dhoho : Surabaya Kota Blitar (Via Kertosono)

-4032 Commuter Line Penataran: Blitar - Surabaya Kota (Via malang)

-4037 Commuter Line Penataran :Surabaya Kota - Blitar (Via Malang)

-4011 CL Dhoho CL Penataran: Subabaya - Kertosono - Blitar - Malang - Surabaya

-4013 CL Dhoho CL Penataran: Subabaya - Kertosono - Blitar - Malang - Surabaya

-4015 CL Dhoho CL Penataran: Subabaya - Kertosono - Blitar - Malang - Surabaya

-4031 CL Dhoho CL Penataran :Subabaya - Kertosono - Blitar - Malang - Surabaya

-4033 CL Dhoho CL Penataran: Subabaya - Kertosono - Blitar - Malang - Surabaya

-4035 CL Dhoho CL Penataran :Subabaya - Kertosono - Blitar - Malang - Surabaya

-4040Commuter Line Blorasura :Cepu - Surabaya Ps Turi

-4041 Commuter Line Blorasura: Surabaya Ps Turi - Cepu

-4042 Commuter Line Blorasura Cepu - Surabaya Ps Turi

-4043 Commuter Line Blorasura :Surabaya Ps Turi - Cepu

Baca Juga: Stasiun Daop 8 Surabaya Diserbu, 40 Penumpang Naik Kereta di Malam Tahun Baru

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.