Jumat, 25 Sep 2026 11:15 WIB

Peringati Kudatuli, PDIP Surabaya Hadirkan Pelaku Sejarah Pro Megawati

  • Penulis : Ading
  • | Jumat, 28 Jul 2023 12:54 WIB
Peringatan Kudatuli oleh PDIP Kota Surabaya
Peringatan Kudatuli oleh PDIP Kota Surabaya

selalu.id - Kudatuli atau Kerusuhan 27 Juli 1996 adalah tragedi peristiwa pengambilalihan secara paksa kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro 58 Jakarta Pusat yang saat itu dikuasai pendukung Megawati Soekarnoputri. Penyerbuan dilakukan oleh massa pendukung Soerjadi (Ketua Umum versi Kongres PDI di Medan) serta dibantu oleh aparat dari kepolisian dan TNI.

Peristiwa ini meluas menjadi kerusuhan di beberapa wilayah di Jakarta, khususnya di kawasan Jalan Diponegoro, Salemba, Kramat. Beberapa kendaraan dan gedung terbakar. PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar pun peringatan Kudatuli dengan menghadirkan para pelaku sejarah gerakan arus bawah PDI Pro Mega atau Promeg, yang di tahun 1999 berubah PDI Perjuangan.

Baca Juga: Daya Beli Masyarakat Turun, Penjualan Hewan Kurban di Surabaya Ikut Lesu

Peringatan diisi doa dari pemuka lintas agama, yang dipersembahkan untuk semua korban peristiwa 27 Juli 1996, pejuang demokrasi dan pejuang PDI Perjuangan, yang telah gugur dan meninggal dunia. Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, mengatakan peristiwa 27 Juli 1996 adalah puncak pengambilalihan PDI di bawah Megawati Soekarnoputri, yang sah dan konstitusional, oleh kelompok PDI Soerjadi yang diback up kekuatan keamanan dan aparatur negara.

Pengambilalihan kekuasaan itu ditandai kongres ilegal di Medan, Juni 1996, yang dilakukan Soerjadi, Fatimah Ahmad, Buttu Hatapua, dkk, yang disokong rezim Orde Baru. Berpuncak pada penyerbuan Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro pada Sabtu 27 Juli 1996 subuh.

“Peristiwa 27 Juli 1996 menyulut kerusuhan dengan banyak korban luka-luka dan meninggal dunia, korban hilang dan tidak ditemukan. Peringatan ini untuk merawat ingatan dan kesadaran untuk senantiasa menegakkan kedaulatan PDI Perjuangan,” kata Adi.

“Bahwa PDI Perjuangan di bawah komando Ibu Megawati telah melewati berbagai babakan sejarah yang sulit dam pahit. Telah melampaui peristiwa-peristiwa kelam akibat penindasan penguasa di masa lalu. Sekarang PDI Perjuangan tegak berkibar dan mengakar di hati rakyat,” kata Adi, yang juga Ketua DPRD Kota Surabaya.

Beberapa pelaku sejarah dihadirkan dalam peringatan di Kantor DPC PDIP Surabaya. Para kader banteng memberikan penghargaan pada para pelaku sejarah atas dedikadi dan pengorbanan di masa lalu. Diantaranya Pak Solikin, tukang becak yang dipukul aparat hingga jatuh di selokan. Juga kakek Mat Dolah, loyalis Megawati.

Baca Juga: Surat DPP PDIP Turun, Proses PAW Almarhum Ketua DPRD Surabaya Diajukan ke KPU

“PDI Perjuangan didirikan dengan perjuangan hebat oleh kader banteng, yang dipenuhi keringat, darah dan air mata, pengorbanan harta benda dan nyawa. Partai ini tidak sekadar didirikan dengan akta notaris,” kata Adi.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Baktiono, yang juga pelaku sejarah, didapuk memberikan refleksi peristiwa.

Ditampilkan koleksi foto-foto sejarah dan pemutaran video peristiwa 27 Juli 1996. Baktiono mengingatkan perjuangan arus bawah rakyat yang setia kepada Megawati dan Bung Karno.

Baca Juga: 30 Tahun Reuni Posko Pandegiling, Refleksi Perjuangan Pro Demokrasi di Era Orde Baru

“Tragedi 27 Juli 1996 adalah peristiwa kelam anti demokrasi. Tidak ada gerakan reformasi yang menjatuhkan rezim Orde Baru, jika tidak ada Kudatuli. Tidak ada demokrasi, jika tidak ada reformasi,” kata Baktiono.

Peringatan 27 Juli 1996 dihadiri kader-kader muda milenial dan gen-Z, sehingga terjadi pewarisan sejarah.

“Kesadaran sejarah terus kita rawat dan dedikasikan kepada rakyat. Dengan terus turun di masyarakat, tiada henti, untuk membuat PDI Perjuangan semakin dicintai rakyat,” kata Adi. (Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jalan Karangbong Sidoarjo Dalam Ancaman Banjir dan Kerusakan, DPRD Bilang Begini

Selain infrastruktur fisik, ulah kendaraan bertonase besar yang melintas tidak sesuai jam operasional turut memicu kerusakan.

Momen Siswa SMP Labschool Unesa 3 Surabaya dan Mahasiswa Asing Belajar Bahasa hingga Kuliner Tradisional

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen nyata SMP Labschool Unesa 3 dalam mencetak generasi muda yang berwawasan global tanpa melupakan akar budaya.

Kapasitas Pelabuhan Meningkat, Pakar UGM: Integrasi Logistik Darat jangan Diabaikan!

Prof. Kuncoro Harto Widodo, mengatakan pertumbuhan arus peti kemas perlu diimbangi dengan penguatan seluruh simpul dalam ekosistem logistik. 

6,1 Juta Batang Rokok dan Ribuan Liter Miras di Pasuruan Dimusnahkan

Gus Shobih menyebut tindakan ini juga bagian dari transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Barang Menjadi Milik Negara (BMMN) hasil operasi penindakan.

Polda Jatim Bongkar Penipuan Kripto dan Saham Jaringan Internasional, Sita Uang Rp81,5 M

Atas ungkap ini, Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto pun mewanti-wanti masyarakat agar tidak gampang tergiur iming-iming investasi berimbal hasil tidak wajar.

7 Jam Geledah BPN Jatim, Ini Barang Bukti yang Disita KPK

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut perkara dugaan korupsi yang sebelumnya diungkap tim lembaga antirasuah di BPN Kota Mojokerto.