Rabu, 21 Okt 2026 16:32 WIB

Elpiji Langka, Gubernur Khofifah Sebut Tabung Gas 3 kg Menghilang dari Pasaran

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 27 Jul 2023 16:07 WIB
Ilustrasi gas epiji 3 kg
Ilustrasi gas epiji 3 kg

selalu.id - Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut bahwa gas Elpiji tiga kilogram (kg) di sejumlah wilayahnya mengalami kelangkaan.

Namun, ia menegaskan kelangkaan itu bukan karena kurangnya pasokan gas elpiji, tetapi melainkan tabung yang tiba-tiba hilang di pasaran. Ia pun menambahkan bahwa kasus ini telah dikoordinasikan dengan pihak Pertamnia yang juga mengkonfirmasi bahwa kelangkaan terjadi bukan karena kurangnya pasokan gas elpiji.

"Stok elpiji cukup. Kemudian tabung melon yang tiba-tiba gak support. Jadi bukan gas nya (langka), tapi tabung gasnya tiba-tiba langka," kata Khofifah, Kamis (27/7/2023).

Khofifah menjelaskan bahwa kelangkaan tabung gas elpiji tersebut disebabkan karena permintaan bertambah.

"Nah tabung ini tiba-tiba berkurang. Ini harus dicek kebutuhannya yang tiba-tiba meningkat," ujarnya.

Bahkan ia menyebut kelangkaan tabung ini dari permintaan bukanlah pada hari besar, umum, atau saat liburan. Sehingga, pihaknya akan berkomunikasi dengan kepolisan setempat.

"Dari berbagai laporan yang saya terima ada permintaan bertambah. Kalau bertambah permintaannya karena UMKM yang bertambah tentu kita bahagia. Ini barang tambahnya kemana. Itu belum dilaporkan ke saya," ungkapnya.

Disebutkan ada tiga Kabupaten/Kota yang mengalami penambahan permintaan signifikan. Namun, dia tak menyebuti tiga kota mana saja yang melonjak tersebut.

Meski begitu, jika penambahan tersebut untuk UMKM, Khofifah mengaku tidak masalah justru dirinya senang karena ini bisa menumbuhkan sektor ekonomi di Jatim.

"Kalau tambahnya karena kebutuhan UMKM itu kita senang, berarti ada sektor ekonomi yang bertumbuh. LPG nya cukup. Sekarang untuk mencari tabung melon susah," tuturnya.

Oleh karena itu, Khofifah meminta seluruh pejabat Aparatur Sipil Negara, BUMD untuk tidak menggunakan gas elpiji 3 kg.

"Jangan pake tabung melon. Supaya kebutuhan terhadap tabung melon bisa lebih longgar karena sudah ada konversi ke tabung-tabung elpiji  yang lebih besar lagi," pungkasnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: Cegah Inflasi, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah ke-158 di Mojokerto

Editor : Ading
Berita Terbaru

45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Kepala Bidang Pajak Daerah Bapenda Surabaya Ekkie Noorisma menyebut, dua biang keroknya klasik tidak berizin dan belum bayar pajak.

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.

Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Doa bersama menjadi ikhtiar menyatukan tekad sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan tokoh masyarakat dalam membangun bangsa.

Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, penindakan saja tidak cukup.

Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

Pelaku datang ke lokasi yang juga berfungsi sebagai hunian keluarga, dan menuntut secara kasar kepada Renata agar menyerahkan surat atau sertifikat bangunan.

SIER Perkuat Kerja Sama dengan Investor Jepang, Konjen Dukung Rencana Pengembangan Kawasan Industri

Selain membahas kerja sama yang telah berjalan, Takonai menyambut baik rencana SIER untuk terus mengembangkan kawasan industri di daerah lain.