Selasa, 03 Feb 2026 22:33 WIB

Elpiji Langka, Gubernur Khofifah Sebut Tabung Gas 3 kg Menghilang dari Pasaran

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 27 Jul 2023 16:07 WIB
Ilustrasi gas epiji 3 kg
Ilustrasi gas epiji 3 kg

selalu.id - Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut bahwa gas Elpiji tiga kilogram (kg) di sejumlah wilayahnya mengalami kelangkaan.

Namun, ia menegaskan kelangkaan itu bukan karena kurangnya pasokan gas elpiji, tetapi melainkan tabung yang tiba-tiba hilang di pasaran. Ia pun menambahkan bahwa kasus ini telah dikoordinasikan dengan pihak Pertamnia yang juga mengkonfirmasi bahwa kelangkaan terjadi bukan karena kurangnya pasokan gas elpiji.

"Stok elpiji cukup. Kemudian tabung melon yang tiba-tiba gak support. Jadi bukan gas nya (langka), tapi tabung gasnya tiba-tiba langka," kata Khofifah, Kamis (27/7/2023).

Khofifah menjelaskan bahwa kelangkaan tabung gas elpiji tersebut disebabkan karena permintaan bertambah.

"Nah tabung ini tiba-tiba berkurang. Ini harus dicek kebutuhannya yang tiba-tiba meningkat," ujarnya.

Bahkan ia menyebut kelangkaan tabung ini dari permintaan bukanlah pada hari besar, umum, atau saat liburan. Sehingga, pihaknya akan berkomunikasi dengan kepolisan setempat.

"Dari berbagai laporan yang saya terima ada permintaan bertambah. Kalau bertambah permintaannya karena UMKM yang bertambah tentu kita bahagia. Ini barang tambahnya kemana. Itu belum dilaporkan ke saya," ungkapnya.

Disebutkan ada tiga Kabupaten/Kota yang mengalami penambahan permintaan signifikan. Namun, dia tak menyebuti tiga kota mana saja yang melonjak tersebut.

Meski begitu, jika penambahan tersebut untuk UMKM, Khofifah mengaku tidak masalah justru dirinya senang karena ini bisa menumbuhkan sektor ekonomi di Jatim.

"Kalau tambahnya karena kebutuhan UMKM itu kita senang, berarti ada sektor ekonomi yang bertumbuh. LPG nya cukup. Sekarang untuk mencari tabung melon susah," tuturnya.

Oleh karena itu, Khofifah meminta seluruh pejabat Aparatur Sipil Negara, BUMD untuk tidak menggunakan gas elpiji 3 kg.

"Jangan pake tabung melon. Supaya kebutuhan terhadap tabung melon bisa lebih longgar karena sudah ada konversi ke tabung-tabung elpiji  yang lebih besar lagi," pungkasnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: F Bagus Panuntun Jabat Plt Wali Kota Madiun, Khofifah Pastikan Pelayanan Publik Tak Terganggu

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.