Rabu, 04 Feb 2026 02:30 WIB

Empat Guru Besar Baru UNAIR Dikukuhkan, Rektor Sebut Profesor adalah Pembawa Solusi Masalah Sosial

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 27 Jul 2023 10:27 WIB
Pengukuhan 4 Gubes baru UNAIR
Pengukuhan 4 Gubes baru UNAIR

selalu.id - Sebanyak empat guru besar baru Universitas Airlangga (UNAIR) resmi dikukuhkan, di Kampus C, Rabu (26/7/2023) kemarin. Rektor UNAIR Muhammad Nasih mengatakan bahwa bertambahnya guru besar semakin meningkatkan kredibitas UNAIR di tingkat nasional hingga internasional.

Empat guru besar itu yakni Prof Dr Taufan Bramantoro drg MKes dalam bidang ilmu Manajemen Kesehatan Gigi, Prof Dr Muhammad Luthfi drg MKes bidang ilmu Imunologi Molekuler Infeksi Rongga Mulut, Prof Dr Tintin Sukartini SKp MKes bidang ilmu Keperawatan Medikal Bedah, dan Prof Dr Gunanti Mahasri Ir MSi bidang ilmu Kesehatan Ikan dan Lingkungan.

Baca Juga: Calon Mahasiswa Wajib Tahu! UNAIR Buka Banyak UKM dan Beasiswa Berlapis

“Ini menjadikan kami di Universitas Airlangga semakin pede dan lebih bersemangat lagi. Karena kami hadir dan mampu memberikan kontribusi yang luar biasa berkat kerja keras dari profesor yang hari ini kita lantik,” ungkapnya.

Sebagai seorang akademisi, ungkap Prof Nasih, sudah semestinya Guru bBsar memiliki cara pandang yang lebih luas, tidak hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk kebermanfaatan yang lebih masif.

Kata dia, para cendekiawan harus mampu memberikan kebaikan langsung kepada masyarakat, baik untuk persoalan kecil hingga persoalan yang kompleks.

“Setiap persoalan selalu ada dimensi sebaliknya. Setiap muncul permasalahan selalu hadir solusi-solusi baru. Dan Universitas Airlangga sangat senang sekali karena banyak solusi yang dihadirkan dari guru besar baru yang bermanfaat untuk berbagai masalah sosial,” jelasnya.

Baca Juga: Pudding Toy Toy Karya Mahasiswa Unair Tawarkan Alternatif Makanan Manis Rendah Gula

Prof Nasih menuturkan bahwa aspek manusia terdiri dari jiwa dan raga. Oleh karena itu, persoalan jiwa tidak boleh dikesampingkan bahkan perlu diprioritaskan. Bertambahnya dua guru besar di bidang kesehatan, khususnya kesehatan gigi, diharapkan mampu mengkombinasikan kedua aspek penting tersebut dalam setiap luaran.

Ia pun menambahkan bahwa banyak sekali permasalahan yang timbul akibat persoalan gigi.

“Aspek-aspek spiritualitas dan kejiwaan juga harus disertakan dalam setiap persoalan dan penanganan permasalahan yang ada,” ucapnya.

Baca Juga: Workshop Unair-BPDP Dorong UMKM Jawa Timur Olah Sawit Jadi Produk Kreatif

Menjaga kesinambungan antara jiwa dan raga, pesannya, tidak hanya perlu dilakukan oleh manusia, melainkan untuk semua makhluk hidup, tidak terkecuali untuk hewan dan ikan.

"Selain perlu diperhatikan kuantitas dan kualitas hasil ikan, menjaga ikan tetap keadaan baik dan tidak stres juga akan mempengaruhi kuantitas hasil," tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya.