Jumat, 05 Jun 2026 20:35 WIB

Banyak Pemilik Kos Izinkan Warga Luar Daerah Numpang Alamat untuk Bantuan Gratis di Surabaya, Wali Kota Eri Tak Ikhlas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 25 Jul 2023 10:42 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut bahwa Pemerintah Kota Surabaya telah menemukan ratusan warga luar kota yang menumpang alamat kos-kosan agar bisa mengubah KTP maupun Kartu Keluarga untuk menjadi warga Surabaya. Eri mengungkapkan mereka yang menumpang alamat kos itu ingin mendapatkan bantuan gratis dari Pemkot Surabaya.

"Sekarang ini di Surabaya ada banyak rumah kos yang mengizinkan penyewa dari luar kota menggunakan alamat kos untuk domisili buat KTP dan KK Surabaya. Rumah kos seperti itu dimahalin harganya sebagai konpensasi atas izin penggunaan alamat," kata Eri, Selasa (25/7/2023).

Baca Juga: Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Menurutnya, hal itu terjadi karena Kota Surabaya merupakan primodona untuk warga luar kota, terlebih lagi bagi mereka yang kurang mampu karena Pemkot Surabaya memberikan banyak bantuan gratis.

"Surabaya Kota besar dan jadi primadona, sejak jaman saya semuanya gratis, BPJS Kesehatan gratis semua. Makanya banyak mereka non Surabaya berdatangan. Saya, Wali Kota orang Surabaya gak ikhlaslah ketika orang luar kota baru satu-dua bulan pindah Surabaya dibantu. Lalu bagaimana mereka yang KK sejak lahir, coba tanya wong Surabaya ikhlas gak bantuannya diberikan kepada yang baru masuk KK Surabaya?" tegasnya.

Sebab itu agar bantuan gratis tak salah sasaran dan lebih memprioritaskan Warga Surabaya asli, Eri bakal mengunjungi Dirjendukcapil untuk koordinasi terkait permasalahan ini.

Bahkan dia bakal menunjukkan bukti temuannya bahwa ada satu rumah kos yang di dalamnya secara administrasi terdapat warga pendatang baru 40 dalam satu Kartu Keluarga.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

"Ratusan (rumah kos, red) yang seperti itu, makanya kita akan berangkat Kamis besok ke Dirjenpendukcapil untuk menunjukkan bahwa ada temuan 40 keluarga dalam satu KK. Sudah ada data saya besok bawa ke Jakarta. Saya tidak ikhlas orang orang Surabaya harus disingkirkan," ungkapnya.

Lebih lanjut Eri menyampaikan nantinya kepada Dirjenpendukcapil bisa atau tidak memperobolehkan alamat kos digunakan untuk buat KK dan KTP. Apabila diperbolehkan, Eri ingin mereka wajib membuat surat pernyataan selama lima tahun untuk tidak mendapatkan bantuan gratis dari Pemkot.

"Saya sampaikan nanti apakah boleh alamatnya digunakan, kalau boleh harus buat surat pernyataan selama 5 tahun tidak mendapatkan bantuan kesehatan, pendidikan, dan lainnya. Yang beri alamat yang harusnya beri bantuan bukan Pemkot," jelasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

Dengan begitu, Eri menambahkan, pihaknya akan mengumpulkan seluruh RT dan RW terkait alamat rumah kos di wilayahnya.

"Rata-rata yang begitu adalah kos-kosan rumah tangga. Nanti saya kumpulkan RT RW jangan mudah memberikan keterangan itu. Kasian warga Surabaya asli. Bukan saya tidak perikemanusiaan. Tapi gimana nasib warga ku yang orag Surabaya asli," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

izin yang telah diterbitkan diduga tidak mencantumkan ketentuan jam operasional sebagaimana diatur dalam peraturan daerah.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.