Rabu, 21 Okt 2026 11:58 WIB

Istri Gubernur BI Kunjungi Namira, Lihat Langsung Proses Pembuatan Batik Ecoprint

Proses pembuatan batik ecoprint
Proses pembuatan batik ecoprint

selalu.id - Wulandari Prasetyaningsih, istri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, berkunjung ke Butik Namira Ecoprint di Wisma Kedung Asem Indah Blok G-7, Surabaya pada Sabtu (22/7/2023).

Kunjungan tersebut terkait dengan keinginan Ririn, begitu dia karib disapa, melihat dari dekat proses pembuatan ecoprint, di mana Namira adalah salah satu UMKM yang menjadi binaan BI.

Baca Juga: SIER Perkuat Peluang Investasi Indonesia–Taiwan melalui Solusi Kawasan Industri Terintegrasi

Ririn datang bersama beberapa istri pejabat BI. Mereka ditemui Yayuk Eko Agustin Wahyuni, owner Namira Ecoprint.

"Senang sekali bisa melihat banyak produk ecoprint di sini (Namira, red)," tutur Ririn.

Ririn lalu melihat satu per satu produk yan dibuat secara handmade. Dari kain, baju, kemeja, syal, jaket, sepatu, topi, tas, dompet, dan lainnya.

"Ini semua bahannya dari alam. Kami mendapatkan sertifikasi MUTU International dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Sejak awal kami selalu membuat produk-produk yang ramah lingkungan," terang Yayuk Eko.

Yayuk kemudian mengajak Ririn dan istri-istri pejabat lainnya ke ruang tengah. Di sana ada kain yang sudah ditempeli daun-daun yang membentuk motif batik.

"Proses menata daun-daun ini butuh waktu sekitar dua jam. Makanya orang yang membuat ekprint harus punya sabar dan telaten agar mendapatkan hasil yang maksimal," jelas Yayuk.

Baca Juga: Kembali Dipercaya Investor, SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026

Setelah kain berpewarna alami yang ditempeli dedaunan itu, yayuk menutup lagi menggunakan kain setengah basah, kemudian lalu digulung rapi dan dilipat hingga seukuran panjang 40 centimeter.

Dua lembar kain yang ditelangkupkan dengan sejumlah daun masih menempel di antaranya itu lalu direbus hingga kurang lebih dua jam.

"Kita pakai besi karena besi adalah penghantar panas yang bagus," imbuh Yayuk.

Yayuk lantas membuka kain ecoprint yang direbus lebih awal. Hasilnya terlihat batik pola daun yang tampak bagus.

Baca Juga: Ketika Energi Bersih Menentukan Masa Depan Industri Indonesia

"Warnanya bisa keluar seperti ini, ya," ucap Ririn, ketika menyaksikan kain ecoprint yang masih basah usai direbus.

Dua jam lebih Ririn berada di Namira. Selain melihat proses pembuatan ecoprint, dia juga bertanya banyak hal kepada Yayuk Eko, terutama terkait perjalanan usahanya.

Sebelum meninggalkan tempat, Ririn dan juga para istri pejabat BI membeli beberapa produk Namira.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PSG Hajar Barcelona 4-2, Anak Asuh Luis Enrique Kunci Puncak Klasemen Liga Champions

Hasil ini membuat juara bertahan menyapu bersih 3 laga awal dengan poin sempurna.

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Doa Lintas Agama Digelar di Sidoarjo

Istigasah dipimpin KH Rofiq Siradj.

Top 5 Berita: Pabrik Kosmetik Ilegal Digerebek hingga Rapat Kerja Pusat

Pembaca tertarik pemberitaan penggerebekan pabrik kosmetik ilegal hingga pendidikan.

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.