Kamis, 04 Jun 2026 12:46 WIB

Istri Gubernur BI Kunjungi Namira, Lihat Langsung Proses Pembuatan Batik Ecoprint

Proses pembuatan batik ecoprint
Proses pembuatan batik ecoprint

selalu.id - Wulandari Prasetyaningsih, istri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, berkunjung ke Butik Namira Ecoprint di Wisma Kedung Asem Indah Blok G-7, Surabaya pada Sabtu (22/7/2023).

Kunjungan tersebut terkait dengan keinginan Ririn, begitu dia karib disapa, melihat dari dekat proses pembuatan ecoprint, di mana Namira adalah salah satu UMKM yang menjadi binaan BI.

Baca Juga: Bupati Mojokerto Sebut Investasi Triwulan Pertama Capai Rp1,06 Triliun

Ririn datang bersama beberapa istri pejabat BI. Mereka ditemui Yayuk Eko Agustin Wahyuni, owner Namira Ecoprint.

"Senang sekali bisa melihat banyak produk ecoprint di sini (Namira, red)," tutur Ririn.

Ririn lalu melihat satu per satu produk yan dibuat secara handmade. Dari kain, baju, kemeja, syal, jaket, sepatu, topi, tas, dompet, dan lainnya.

"Ini semua bahannya dari alam. Kami mendapatkan sertifikasi MUTU International dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Sejak awal kami selalu membuat produk-produk yang ramah lingkungan," terang Yayuk Eko.

Yayuk kemudian mengajak Ririn dan istri-istri pejabat lainnya ke ruang tengah. Di sana ada kain yang sudah ditempeli daun-daun yang membentuk motif batik.

"Proses menata daun-daun ini butuh waktu sekitar dua jam. Makanya orang yang membuat ekprint harus punya sabar dan telaten agar mendapatkan hasil yang maksimal," jelas Yayuk.

Baca Juga: ORIN Rambah Kepercayaan Dealer Global, jadi Vendor untuk Jawab Sensitivitas Kelistrikan EV

Setelah kain berpewarna alami yang ditempeli dedaunan itu, yayuk menutup lagi menggunakan kain setengah basah, kemudian lalu digulung rapi dan dilipat hingga seukuran panjang 40 centimeter.

Dua lembar kain yang ditelangkupkan dengan sejumlah daun masih menempel di antaranya itu lalu direbus hingga kurang lebih dua jam.

"Kita pakai besi karena besi adalah penghantar panas yang bagus," imbuh Yayuk.

Yayuk lantas membuka kain ecoprint yang direbus lebih awal. Hasilnya terlihat batik pola daun yang tampak bagus.

Baca Juga: Komisi Informasi Sebut SIER jadi Satu-satunya BUMD Jatim Paling Informatif

"Warnanya bisa keluar seperti ini, ya," ucap Ririn, ketika menyaksikan kain ecoprint yang masih basah usai direbus.

Dua jam lebih Ririn berada di Namira. Selain melihat proses pembuatan ecoprint, dia juga bertanya banyak hal kepada Yayuk Eko, terutama terkait perjalanan usahanya.

Sebelum meninggalkan tempat, Ririn dan juga para istri pejabat BI membeli beberapa produk Namira.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.