Selasa, 21 Jul 2026 20:24 WIB

Pemkot Surabaya Gelontorkan Ratusan Miliar untuk Proyek Drainase di Kawasan Rawan Banjir

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 12 Jul 2023 15:45 WIB
Pengerjaan drainase di jalan Gubeng Kertajaya Surabaya
Pengerjaan drainase di jalan Gubeng Kertajaya Surabaya

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelontorkan total anggaran sebanyak ratusan miliar untuk pengerjaan drainese di puluhan titik rawan genangan di seluruh Kota Surabaya.

Pemkot melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya menyebut anggaran untuk pengerjaan saluran drainase sekaligus pembangunan pompa air tersebut sebesar Rp310 miliar.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

"Untuk yang sudah kita laksanakan, pembangunannya kita itu di bidang drainase dan sudah melaksanakan lelang sekitar Rp310 miliar untuk pembangunan rumah pompa dan saluran drainase," kata Kabid DSDABM Surabaya Windo Gusman Prasetyo, Rabu (12/6/2023).

Kata dia, total anggaran sebanyak miliaran rupiah tersebut hanya untuk pengerjaan drainase di jalan besar dan ada perbedaan anggara untuk pengerjaan drainase di jalan besar dan jalan kecil.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Ini untuk yang sudah terlelang, yang sudah terkontrak untuk kontraktornya.Untuk saluran kecil, lanjutnya, seperti di pemukiman sedang dikerjakan. Jika di pemukiman kecil anggarannya sekitar Rp200 juta. Memang untuk melihat saluran yang tidak sesuai dengan kebutuhan drainase. Kita coba untuk perbaiki," jelasnya.

Pekerjaan drainase tahun ini, Windo menerangkan, bahwa pengerjaannya dilakukan tanpa menutup seluruh ruas jalan untuk meminimalisir kemacetan dalam sirkulasi lalu lintas. Lebih lanjut Windo menambahkan, pihaknya juga mengantisipasi kemoloran pengerjaan seperti tahun lalu yang membuat Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi geram.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

"Kejadian tahun lalu banyak hal yang dirasa kurang beres. Mulai dari masalah utilitas survei awal ternyata kecolongan, kabel-kabel pipa ada di bawah. Lalu adanya kondisi yang kita harus melakukan penyesuaian kondisi lapangan. Ada beberapa kontraktor, ada yang tidak sesuai schedule. Kita sudah antisipasi di awal. Yang pasti kita tetap belajar dari pengalaman tahun kemarin," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.