Sabtu, 05 Sep 2026 09:29 WIB

Musim Hujan, Pemkot Surabaya Garap Drainase di 60 Titik Rawan Banjir

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 12 Jul 2023 15:40 WIB
Pengerjaan drainase di jalan Gubeng Kertajaya Surabaya
Pengerjaan drainase di jalan Gubeng Kertajaya Surabaya

selalu.id - Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya tengah mengerjakan perbaikan drainase di puluhan titik rawan banjir Kota Surabaya.

Kabid DSDABM Surabaya, Windo Gusman Prasetyo mengatakan pengerjaan drainase itu di 60 titik jalan-jalan utama. Windo mejelaskan dari puluhan titik tersebut, pihaknya akan lebih fokus pengerjaan di wilayah genangan yang cukup parah.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

"Fokus kita pada daerah dengan genangan yang cukup parah; seperti Tambak Wedi, Bulak Banteng. Lalu daerah Pucang, Kertajaya, ada di Manukan Lor, Manukan Tama. Juga di daerah Kendung, Tengah Kota" kata Windo, Rabu (12/7/2023).

Menurutnya untuk menyelesaikan genangan di wilayah yang cukup parah tersebut tidak bisa diselesaikan hanya di satu titik genangan saja. Melainkan penanganan aliran dari hulu ke hilir.

"Tapi aliran dari hulu ke hilir, sistem drainase dilihat, titik genangan dimana, lalu dikaji untuk penanganan dan perencanaan desain pembangunan dan rumah pompa," jelasnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

DSDABM Surabaya juga menambahkan bahwa Pemkot mempunyai Pengerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan di beberapa titik. Misal di daerah Dukuh Kupang Barat, dimana secara elevasi daerahnya memang seperti bukit lalu langsung turun, tidak rata dan menimbulkan genangan.

"Utara juga kita selesaikan tahun ini, wilayah barat ada beberapa titik konsen penyelesaian genangan," ungkapnya.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Lebih lanjut Windo menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan penyelesaian pengerjaan drainase di bulan November. Terlebih lagi pemerintah juga mengantisipasi apabila musim hujan maju seperti tahun lalu, yang semestinya bulan Desember maju ke Oktober.

"Dapat info dr bmkg untuk awal puncak musim kemarau Agustus, prediksi musim hujan 2023/2024 Desember. Misal hujan maju ke Oktober, sudah disiapkan, ada tim untuk penanganan genangan gerak cepat bagaimana kalau hujan disiapkan. Kita sesuaikan. Aliran akan tetap jalan, ga akan tertutup," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.

SMARTFREN Unlimited 5G, Pengalaman Digital dan Entertainment yang Semakin Dekat dengan Masyarakat

selalu.id - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas jaringan 5G nasional XLSMART dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan di

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.