Minggu, 01 Feb 2026 18:55 WIB

Musim Hujan, Pemkot Surabaya Garap Drainase di 60 Titik Rawan Banjir

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 12 Jul 2023 15:40 WIB
Pengerjaan drainase di jalan Gubeng Kertajaya Surabaya
Pengerjaan drainase di jalan Gubeng Kertajaya Surabaya

selalu.id - Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya tengah mengerjakan perbaikan drainase di puluhan titik rawan banjir Kota Surabaya.

Kabid DSDABM Surabaya, Windo Gusman Prasetyo mengatakan pengerjaan drainase itu di 60 titik jalan-jalan utama. Windo mejelaskan dari puluhan titik tersebut, pihaknya akan lebih fokus pengerjaan di wilayah genangan yang cukup parah.

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

"Fokus kita pada daerah dengan genangan yang cukup parah; seperti Tambak Wedi, Bulak Banteng. Lalu daerah Pucang, Kertajaya, ada di Manukan Lor, Manukan Tama. Juga di daerah Kendung, Tengah Kota" kata Windo, Rabu (12/7/2023).

Menurutnya untuk menyelesaikan genangan di wilayah yang cukup parah tersebut tidak bisa diselesaikan hanya di satu titik genangan saja. Melainkan penanganan aliran dari hulu ke hilir.

"Tapi aliran dari hulu ke hilir, sistem drainase dilihat, titik genangan dimana, lalu dikaji untuk penanganan dan perencanaan desain pembangunan dan rumah pompa," jelasnya.

Baca Juga: Surabaya Mulai Kewalahan Tampung Hujan Ekstrem, 12 Sistem Drainase Diperbesar

DSDABM Surabaya juga menambahkan bahwa Pemkot mempunyai Pengerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan di beberapa titik. Misal di daerah Dukuh Kupang Barat, dimana secara elevasi daerahnya memang seperti bukit lalu langsung turun, tidak rata dan menimbulkan genangan.

"Utara juga kita selesaikan tahun ini, wilayah barat ada beberapa titik konsen penyelesaian genangan," ungkapnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

Lebih lanjut Windo menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan penyelesaian pengerjaan drainase di bulan November. Terlebih lagi pemerintah juga mengantisipasi apabila musim hujan maju seperti tahun lalu, yang semestinya bulan Desember maju ke Oktober.

"Dapat info dr bmkg untuk awal puncak musim kemarau Agustus, prediksi musim hujan 2023/2024 Desember. Misal hujan maju ke Oktober, sudah disiapkan, ada tim untuk penanganan genangan gerak cepat bagaimana kalau hujan disiapkan. Kita sesuaikan. Aliran akan tetap jalan, ga akan tertutup," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.