Selasa, 21 Jul 2026 20:24 WIB

Musim Hujan, Pemkot Surabaya Garap Drainase di 60 Titik Rawan Banjir

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 12 Jul 2023 15:40 WIB
Pengerjaan drainase di jalan Gubeng Kertajaya Surabaya
Pengerjaan drainase di jalan Gubeng Kertajaya Surabaya

selalu.id - Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya tengah mengerjakan perbaikan drainase di puluhan titik rawan banjir Kota Surabaya.

Kabid DSDABM Surabaya, Windo Gusman Prasetyo mengatakan pengerjaan drainase itu di 60 titik jalan-jalan utama. Windo mejelaskan dari puluhan titik tersebut, pihaknya akan lebih fokus pengerjaan di wilayah genangan yang cukup parah.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

"Fokus kita pada daerah dengan genangan yang cukup parah; seperti Tambak Wedi, Bulak Banteng. Lalu daerah Pucang, Kertajaya, ada di Manukan Lor, Manukan Tama. Juga di daerah Kendung, Tengah Kota" kata Windo, Rabu (12/7/2023).

Menurutnya untuk menyelesaikan genangan di wilayah yang cukup parah tersebut tidak bisa diselesaikan hanya di satu titik genangan saja. Melainkan penanganan aliran dari hulu ke hilir.

"Tapi aliran dari hulu ke hilir, sistem drainase dilihat, titik genangan dimana, lalu dikaji untuk penanganan dan perencanaan desain pembangunan dan rumah pompa," jelasnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

DSDABM Surabaya juga menambahkan bahwa Pemkot mempunyai Pengerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan di beberapa titik. Misal di daerah Dukuh Kupang Barat, dimana secara elevasi daerahnya memang seperti bukit lalu langsung turun, tidak rata dan menimbulkan genangan.

"Utara juga kita selesaikan tahun ini, wilayah barat ada beberapa titik konsen penyelesaian genangan," ungkapnya.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

Lebih lanjut Windo menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan penyelesaian pengerjaan drainase di bulan November. Terlebih lagi pemerintah juga mengantisipasi apabila musim hujan maju seperti tahun lalu, yang semestinya bulan Desember maju ke Oktober.

"Dapat info dr bmkg untuk awal puncak musim kemarau Agustus, prediksi musim hujan 2023/2024 Desember. Misal hujan maju ke Oktober, sudah disiapkan, ada tim untuk penanganan genangan gerak cepat bagaimana kalau hujan disiapkan. Kita sesuaikan. Aliran akan tetap jalan, ga akan tertutup," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.