Minggu, 01 Feb 2026 18:55 WIB

Monyet Penyerang Dua Bocah di Surabaya Tertangkap, Namanya Rambo

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 21 Jun 2023 19:31 WIB
Rambo si monyet penyerang dua bocah
Rambo si monyet penyerang dua bocah

Selalu.id - Seekor monyet yang menyerang dua bocah di kawasan Taman Lumumba Ngagel Tirto, Wonokromo, Surabaya, kini telah ditangkap dan diamankan oleh Dinas Ketahanan Pangan Pertanian (DKPP).

Monyet tersebut ternyata punya salah seorang pengamen yang saat itu membawa hewan peliharaannya dan kemudian terlepas dari genggemannya. Karena, ada operasi razia oleh Satpol PP sehingga dia lari meninggalkan monyetnya.

Baca Juga: Rambo, Monyet Penyerang Dua Bocah Disebut Tak Punya Gejala Rabies

Monyet itu bernama Rambo, yang diamankan oleh salah seorang warga, Mujiono (52) saat kejadian menyerang bocah, pada Senin (19/6/2023) malam. Ia mengaku saat sedang cari pekerjaan di kawasan Jagir melihat peristiwa monyet itu menyerang pengendara. Diketahui Rambo berjenis kelamin jantan dan bertubuh besar itu berusia tujuh tahun, serta sudah pensiun dari topeng monyet.

"Waktu itu saya cari pekerjaan di Jagir, saat kejadian, ada ibu bawa anak di depan ada monyet nyerang kaki anak kecil. Banyak orang ketakutan, saya coba mengerai, padahal saya gak berani sama monyet. Saya pegang kepalanya, monyet ini diam dan saya tarik talinya," kata Mujiono saat ditemui Selalu.id, Rabu (21/6/2023).

Kemudian, warga yang melihat kejadian itu hampir memukuli Rambo. Beruntung, Mujiono yang mengamankan meminta warga untuk tidak memukulinya.

"Orang-orang mau memukuli monyet ini. Saya minta jangan, kasian. Akhirnya saya amankan mau ta serahkan ke pemiliknya, tapi gak ada, karena takut ada korban, saya bawa pulang," ujarnya.

Kemudian, karena pemberitaan heboh tentang monyet tersebut. Mujiano pun melapor ke kelurahan untuk mengembalikan kepada pemiliknya serta melaporkan ke DKPP Surabaya.

Baca Juga: Antisipasi Rabies, DKPP Surabaya Imbau Warga Laporkan Hewan Bertingkah Laku Ganas

"Awalnya mau bawa ke Kebun Binatang mau saya berikan. Tapi saya dengar beritanya viral, saya lalu kelurahan dan minya solusi gimana," tuturnya.

Sementara Kabid Peternakan DKPP Surabaya drh Sunarno Aristono mengatakan sejak kemarin, Selasa, usai kejadian, pihaknya mencari monyet tersebut hingga mendatangi perkumpulan topeng monyet di kawasan rel Jalan Lumumba.

"Saya ke lokasi pinggir rel jalan lumunba ada perkumpulan topeng monyet gak ada yang mengaku monyetnya lepas," ungkapnya.

Ternyata, pemilik monyet tersebut adalah seorang pengamen.

Baca Juga: Cari Monyet Penyerang Dua Bocah, Pemkot Sidak Tempat Perkumpulan Topeng Monyet di Jagir

"Ada pengamen bawa monyet. Terus ada penertiban dia lari lalu masuk sungai. Karena monyetnya ditinggal terus lepas dan loncat serang pengendara kebetulan diselamtakan Mujiono,"kata Aristono.

Saat ini, monyet yang dipanggil Rambo itu sudah dievakuasi dan dibawa oleh pihak DKKP Surabaya untuk dilakukan observasi penyakitnya serta akan dititipkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Juanda.

"Nanti observasi kalai tidak ada penyakit rabies akan dititipkan ke BKSDA di Juanda yang menampung kera-kera liar yang dilaporkan lepas," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.