Kamis, 23 Jul 2026 05:56 WIB

Cari Monyet Penyerang Dua Bocah, Pemkot Sidak Tempat Perkumpulan Topeng Monyet di Jagir

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 20 Jun 2023 16:14 WIB
Monyet-monyet peliharaan para pelaku usaha topeng monyet di Jagir
Monyet-monyet peliharaan para pelaku usaha topeng monyet di Jagir

Selalu.id - Kawasan perumahan di sekitar Taman Lumamba Ngagel Tirto, Wonokromo, Surabaya memang dikenal sebagai Kampung Monyet. Oleh karenanya, terdapat banyak pelaku usaha Topeng Monyet yang berkumpul di Taman Lumamba.

Pasca kejadian dua anak diserang monyet di kawasan tersebut, Senin (19/6/2023) malam. Pemkot Surabaya melakukan sidak tempat perkumpulan topeng monyet di kawasan Jagir Surabaya. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya pun melakukan sidak dan investigasi tempat kejadian dan mencari monyet yang menyerang bocah tersebut.

Baca Juga: Strategi Pemkot Surabaya Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadan

Pantuan Selalu.id dilokasi, petugas DKPP memeriksa beberapa warga Ngagel Tirto yang memelihara monyet atau pelaku usaha topeng monyet. Namun, tak ada yang mengaku sebagai pemilik monyet tersebut. Dugaan mengarah pada seorang pelaku usaha Topeng Monyet bernama Takim, tetapi ia menampik bila monyet yang lepas itu adalah miliknya. Tetapi Takim meyakini, monyet tersebut memang dipelihara seseorang yang bukan warga sekitar.

"Semua monyet saya dikrangkeng, nggak pernah ada yang dilepas begitu. Itu (monyet yang lepas) pasti ada yang pelihara, kita juga nggak ngerti itu punya siapa," kata Takim kepada selalu.id, saat ditemui di rumahnya bersama petugas DKPP, Selasa (20/6/2023).

Warga Jagir Lumumba Dalam gang Buntu Surabaya itu menjelaskan, monyet-monyet miliknya sudah terlatih dan sehat. Sebab, selalu diberi vaksin dan diperiksakan ke dokter setiap bulannya.

"Kalau monyet saya nggak sakit, nggak pernah saya lepas, selalu saya periksakan," ujar dia.

Meski begitu, Takim menyayangkan, pemberitaan perihal monyet liar yang menyerang pengendara bakal berimbas kepadanya. Ia khawatir, akan berdampak ke mata pencahariannya.

"Ya takutnya nanti kita kena imbasnya, monyet-monyet kita disita, kita yang disanksi. Padahal, kita tidak melakukan apa-apa," ungkapnya.

Baca Juga: Satpol PP dan DKPP Surabaya Gencar Patroli Laut Alat Tangkap Ikan Ilegal

Sementara, Kabid Peternakan DKPP Surabaya Aristono menyampaikan pihaknya telah mencari monyet yang menyerang dua bocah tersebut. Ternyata, diketahui monyet sudah ditangkap tadi malam.

"Kita sudah tanya-tanya ke para penjaga warung kopi, tukang becak yang ada disekitar. Memang di kawasan Lumumba ada tempat perkumpulan topeng monyet. Di lokasi ada saksi bilang bahwa monyet sudah tertangkap tadi malam, mungkin diamankan pemiliknya," kata Aristono, kepada Selalu.id.

Meski begitu, Aristono mengungkapkan apabila memang ada laporan dan ditemukan monyet ganas. Pihaknya siap menangkap dengan kelengkapan alat mereka.

Baca Juga: Pasar di Kedungdoro Surabaya Terbakar, 10 Unit Damkar Dikerahkan

"Jadi kalau misal ada laporan, kami siap menangkap karena ada alatnya. Ada obat bius tembak," tuturnya.

Lebih lanjut Arstino menghimbau terhadap perkumpulan pelaku usaha topeng monyet, hewan peliharaannya wajib diperiksa ke dokter hewan guna mengantisipasi penyakit rabies.

"Khusus hewan ternak dan hewan liar yang dipelihara wajib diperiksa ke dokter hewan supaya tidak ada kasus penyakit istilahnya deteksi dini rabies. Misalnya hewan tadi biasa jinak jadi galak itu ciri-ciri kena rabies. Suka di kamar mandi tempat gelap dan sebagainya. Ada tingkah laku aneh segera diperiksa," imbuhnya.

Ia menambahkan, pihaknya masih mencari hingga ketemu siapa pemilik monyet yang menyerang kedua bocah itu. Ia meminta kepada masyarakat jika mengetahui kejadian itu atau mengalami hal serupa segera lapor ke command center 112.

"Kita masih cari sampai ketemu pemiliknya dan mengakui dia yanh memiliko. Segera lapor ke DKPP lah kita untuk koordinasi untuk observasi kalau ketemu. Gaboleh dipelihara di rumah harus dibawah pengawasan kita. 14 hari harus diobservasi. Akan diliat tingkah lakunya. Gaperlu pengobatan," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.