Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Raih Gold Medal Internasional IoT Olympiad 2023, Mahasiswa UNAIR Gagas Inovasi Alat Bantu Skrining Kanker Serviks

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 21 Jun 2023 16:56 WIB
Tiga mahasiswi Universitas Airlangga (UNAIR) raih gold medal dalam ajang Indonesia International IoT Olympiad (I3O) 2023
Tiga mahasiswi Universitas Airlangga (UNAIR) raih gold medal dalam ajang Indonesia International IoT Olympiad (I3O) 2023

Selalu.id – Tiga mahasiswi Universitas Airlangga (UNAIR) raih gold medal dalam ajang Indonesia International IoT Olympiad (I3O) 2023 pada Sabtu (17/6/2023). Ketiganya adalah Nabilah Sabilillah (Profesi Bidan 2023), Dwita Rahmadini Hendri dan Khairun Nisa (Teknik Biomedis 2019). Dalam kejuaraan itu mereka menggagas alat bantu skrining deteksi kanker serviks yang diberi nama AlteVIA, berbasis Artificial Intelligence (AI)

Inovasi AlteVia
AlteVIA hadir menjawab tingginya tingkat kematian akibat kanker serviks di Indonesia. Salah satu penyebabnya ialah kurangnya pemeriksaan rutin akibat penggunaan spekulum yang membuat pasien tak nyaman. Skrining juga dilakukan melalui tes IVA (inspeksi mulut rahim dengan mata telanjang). Prosedur ini dianggap memiliki subjektivitas, bergantung pada kompetensi pemeriksa yang tidak sama. Ini menjadi isu sentral tentang pemeriksaan kanker serviks selama ini.

Baca Juga: IKA Unair Jember Resmi Dikukuhkan, Siap Dukung Program Pemkab

Sabil (ketua tim) menjelaskan cara kerja AlteVIA yaitu mendeteksi lesi Acetowhite (citra tanda gejala kanker pada mulut rahim). “Kami mengombinasikan hardware berupa probe (tabung berkamera mini) yang nyaman sebagai alternatif spekulum (alat logam yang biasa digunakan untuk membuka organ vagina dan melihat citra mulut rahim)," jelasnya.

Ia juga menguatkan temuannya itu dengan alasan pencegahan sedini mungkin. Semakin awal lesi (sel-sel prakanker) terdeteksi, peluang kesembuhan juga semakin besar.

Baca Juga: Menginspirasi Birokrasi: Sekel Surabaya Raih Gelar Doktor Lewat Riset Kelincahan Pegawai

“Perjalanan sejak masa pra-kanker hingga menjadi kanker membutuhkan waktu tahunan. Dalam masa itu, bila terdeteksi sejak dini, (dapat) langsung (dilakukan) tindakan pengobatan. Maka jaringan mulut rahim pasien, kemungkinan besar dapat sembuh 100 persen seperti semula," terang bidan muda itu.

Sabil menjelaskan kompetisi ini adalah ajang pertemuan inovator dari seluruh dunia. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Ikatan Ilmuwan Muda Indonesia (IYSA) dan Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH) ini menghadirkan 100 tim yang tersebar dari 13 negara. Sebanyak 75 tim mengikuti kompetisi secara daring dan sisanya mengikuti secara luring di UNSYIAH, Banda Aceh.

Baca Juga: Tiga Jurusan Paling Diminati di UNAIR pada UTBK 2026

Melalui AlteVIA, pihaknya berharap dapat meningkatkan kualitas skrining berkaitan dengan kesediaan wanita untuk lebih rutin melakukan pemeriksaan mulut rahim, demi menanggulangi persoalan kanker serviks di Indonesia.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di 73 Tahun

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan kabar duka tersebut.

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.