Senin, 03 Agu 2026 20:18 WIB

Raih Gold Medal Internasional IoT Olympiad 2023, Mahasiswa UNAIR Gagas Inovasi Alat Bantu Skrining Kanker Serviks

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 21 Jun 2023 16:56 WIB
Tiga mahasiswi Universitas Airlangga (UNAIR) raih gold medal dalam ajang Indonesia International IoT Olympiad (I3O) 2023
Tiga mahasiswi Universitas Airlangga (UNAIR) raih gold medal dalam ajang Indonesia International IoT Olympiad (I3O) 2023

Selalu.id – Tiga mahasiswi Universitas Airlangga (UNAIR) raih gold medal dalam ajang Indonesia International IoT Olympiad (I3O) 2023 pada Sabtu (17/6/2023). Ketiganya adalah Nabilah Sabilillah (Profesi Bidan 2023), Dwita Rahmadini Hendri dan Khairun Nisa (Teknik Biomedis 2019). Dalam kejuaraan itu mereka menggagas alat bantu skrining deteksi kanker serviks yang diberi nama AlteVIA, berbasis Artificial Intelligence (AI)

Inovasi AlteVia
AlteVIA hadir menjawab tingginya tingkat kematian akibat kanker serviks di Indonesia. Salah satu penyebabnya ialah kurangnya pemeriksaan rutin akibat penggunaan spekulum yang membuat pasien tak nyaman. Skrining juga dilakukan melalui tes IVA (inspeksi mulut rahim dengan mata telanjang). Prosedur ini dianggap memiliki subjektivitas, bergantung pada kompetensi pemeriksa yang tidak sama. Ini menjadi isu sentral tentang pemeriksaan kanker serviks selama ini.

Baca Juga: IKA Unair Jember Resmi Dikukuhkan, Siap Dukung Program Pemkab

Sabil (ketua tim) menjelaskan cara kerja AlteVIA yaitu mendeteksi lesi Acetowhite (citra tanda gejala kanker pada mulut rahim). “Kami mengombinasikan hardware berupa probe (tabung berkamera mini) yang nyaman sebagai alternatif spekulum (alat logam yang biasa digunakan untuk membuka organ vagina dan melihat citra mulut rahim)," jelasnya.

Ia juga menguatkan temuannya itu dengan alasan pencegahan sedini mungkin. Semakin awal lesi (sel-sel prakanker) terdeteksi, peluang kesembuhan juga semakin besar.

Baca Juga: Menginspirasi Birokrasi: Sekel Surabaya Raih Gelar Doktor Lewat Riset Kelincahan Pegawai

“Perjalanan sejak masa pra-kanker hingga menjadi kanker membutuhkan waktu tahunan. Dalam masa itu, bila terdeteksi sejak dini, (dapat) langsung (dilakukan) tindakan pengobatan. Maka jaringan mulut rahim pasien, kemungkinan besar dapat sembuh 100 persen seperti semula," terang bidan muda itu.

Sabil menjelaskan kompetisi ini adalah ajang pertemuan inovator dari seluruh dunia. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Ikatan Ilmuwan Muda Indonesia (IYSA) dan Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH) ini menghadirkan 100 tim yang tersebar dari 13 negara. Sebanyak 75 tim mengikuti kompetisi secara daring dan sisanya mengikuti secara luring di UNSYIAH, Banda Aceh.

Baca Juga: Tiga Jurusan Paling Diminati di UNAIR pada UTBK 2026

Melalui AlteVIA, pihaknya berharap dapat meningkatkan kualitas skrining berkaitan dengan kesediaan wanita untuk lebih rutin melakukan pemeriksaan mulut rahim, demi menanggulangi persoalan kanker serviks di Indonesia.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gagal Cari Cuan Pascabebas, Pengedar Sabu di Surabaya Kembali Masuk Bui

Kini, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya tengah memburu sosok pemasok utama berinisial ND yang disinyalir sebagai penyuplai belasan poket sabu tersebut.

Lima Jenazah Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II Berhasil Diidentifikasi

Wahono menyampaikan proses identifikasi masih terus berlangsung.

Jelang HUT RI, DPRD Surabaya Soroti Minimnya Bendera Merah Putih di Pertokoan

Komunitas Kami Anak Negeri yang menyampaikan aspirasi terkait rendahnya tingkat pemasangan bendera di sejumlah wilayah Kota Pahlawan.

Pemkab Sidoarjo Ratakan 21 Lapak di Eks Lokalisasi Krengseng, Penataan Kawasan Berlanjut

Sebelum penertiban dilaksanakan, pemerintah telah menempuh sejumlah langkah persuasif.

Pisah Sambut Kapolres Jember, Gus Fawait: Keamanan jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi

Kepada AKBP Alaiddin, Gus Fawait menyampaikan ucapan selamat datang.

Penipuan Emas Online Beroperasi dari Dalam Lapas, Kerugian Capai Rp3,7 Miliar

Hingga saat ini, penyelidikan memperkirakan sedikitnya terdapat lima korban di wilayah Jawa Timur.