Minggu, 04 Okt 2026 17:58 WIB

Perjuangan Tabri, Difabel Penjual Kopi Bertekad Naik Haji

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 19 Jun 2023 09:41 WIB
Tabri jemaah haji difable penjual kopi
Tabri jemaah haji difable penjual kopi

Selalu.id - Muhammad Tabri Sulaiman seorang jemaah haji yang mempunyai keterbatasan fisik dan ekonomi, tak kuasa menahan haru saat akhirnya, dirinya bisa mewujudkan niat menuaikan Rukum Islam yang kelima, yakni menjalankan ibadah haji.

Tabri jemaah haji kloter 68 asal Jember, yang masih menjalani proses transit dan pengecekan akhir di Asrama Haji Embarkasi Surabaya itu menceritakan kisah perjuangannya untuk bisa menunaikan ibadah haji 2023 ini.

Meski Tabri cacat fisik sedari lahir, tapi tak membuat pria kelahiran 50 tahun silam ini berputus asa. Kaki dan tangannya memiliki ukuran kecil sehingga tidak bisa berjalan layaknya orang normal.

Tetap Tabri tetap bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya dan melaksanakan tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Dirinya pun menceritakan kesehariannya sebagai penjual kopi di pasar Kaliasat yang tak begitu jauh dari rumahnya atau sekitar 500 m.

Bahkan, jualan kopi telah dia tekuni selama sekitar 20 tahun terakhir setelah sebelumnya ia berjualan sayur di pasar. Dia membuka lapak kopinya mulai pukul 01.30 WIB malam hingga pukul 07.30 WIB pagi.

"Alhamdulillah sekarang saya sudah ada lapak kecil-kecilan untuk jualan di pasar. Awal-awal jualan saya belum ada lapak jadi kalau jualan harus rebutan dengan sesama pedagang yang tidak punya lapak di pasar,” terangnya.

Lapak jualannya didapat dari program hibah pejabat saat itu. Tabri bersyukur hingga kini dia masih bisa menempati lapak tersebut. Dari berjualan kopi itulah, Tabri bisa mengantongi keuntungan sekitar 100 ribu-150 ribu tiap hari.

“Namanya juga jualan, pas ramai ya bisa dapat 200 ribu, pas sepi dapat 50 ribu. Alhamdulillah masih diberi rezeki buat keluarga,” jelasnya penuh rasa syukur.

Sembari berjualan kopi tersebut, Tabri mulai berusaha membuka jalan memenuhi harapan yang dia idam-idamkan selama ini.

"Ya dikumpulkan hasil jual kopi. Selain itu saya juga ambil kredit di bank untuk saya belikan sapi juga untuk diternak. Alhamdulillah setiap sapi besar saya jual sampai tiga kali saya belikan sapi," terangnya sambal mengenang usahanya untuk bisa naik haji.

"Dari jual minuman kopi ditambah dari jualan hasil ternak dan ambil kredit di bank saya niatkan untuk mendaftar dan melunasi haji," ujarnya.

Tepat November 2011, Tabri memutuskan untuk mendaftar haji dan dijadwalkan berangkat tahun 2022.  Karena pandemi Covid-19, keberangkatan Sabri pun sejatinya tertunda hingga 2024. Namun tak disangka dirinya lebih cepat menjadi tamu Allah untuk berangkat haji tahun ini.

Sambil berurai air mata dia mengungkapkan rasa syukur dan haru karena dipanggil lebih cepat. Meskipun tidak didampingi istri, Tabri tetap optimis bisa menjalankan semua rukun ibadah haji.

“Istri baru daftar tahun 2017 karena memang ada rezekinya tahun itu,” jelasnya.

Tak lupa di tanah suci nanti ia akan berdoa untuk kesehatannya karena Tabri juga memiliki kelainan jantung bawaan dari lahir. Ia juga berharap bisa menyekolahkan kedua anaknya yang saat ini masih duduk di bangku SD dan SMA sampai ke jenjang yang lebih tinggi.

"Doa saya juga bisa menyekolahkan anak saya sampai mengejar cita-citanya," pungkasnya. (Ade)

Baca Juga: Update Jemaah Haji Jatim Meninggal Dunia, Berikut Data Lengkapnya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Daftar Lengkap 23 Pati Naik Pangkat dan 19 Kapolda yang Berganti

Kapolri berharap seluruh pejabat yang dilantik dan menerima kenaikan pangkat bisa secepatnya beradaptasi dengan lingkungan kerja baru dan layani masyarakat.

Bea Cukai Probolinggo Ingatkan Warga Waspadai Rokok Ilegal dan Penipuan Siber

Selain rokok ilegal, masyarakat juga diingatkan tidak mudah percaya ketika menerima telepon atau pesan yang mengatasnamakan petugas Bea Cukai.

Kesadisan Pemuda yang Bunuh dan Bakar Pelajar SMK di Pasuruan, Bikin Istighfar

Penyidik menjerat tersangka dengan pasal berlapis, yakni Pasal 479 subsider Pasal 458 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Pemkab Sidoarjo Siapkan Area Bawa Flyover Tenggulunan-Sumokali jadi Pusat UMKM

Secara swadaya, warga turun tangan mempercantik kawasan Flyover Tenggulunan-Sumokali demi mengikis kesan kumuh akibat maraknya coretan mural liar.

Pemkot Surabaya Bersih-bersih ASN Nakal, Ada Petugas LH hingga Lurah

Inspektorat saat ini masih mendalami kasus dugaan pungutan liar (pungli) dan menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang ikut terlibat.

Kembali Dipercaya Investor, SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026

Penandatanganan LoI dilakukan di sela pelaksanaan EJIF 2026 yang berlangsung di Grand City Convex Surabaya yang digelar selama dua hari mulai 1-2 Oktober 2026.