Minggu, 23 Jun 2024 00:13 WIB

Perjuangan Tabri, Difabel Penjual Kopi Bertekad Naik Haji

  • Reporter : Ade Resty
  • | Senin, 19 Jun 2023 09:41 WIB
Tabri jemaah haji difable penjual kopi

Tabri jemaah haji difable penjual kopi

Selalu.id - Muhammad Tabri Sulaiman seorang jemaah haji yang mempunyai keterbatasan fisik dan ekonomi, tak kuasa menahan haru saat akhirnya, dirinya bisa mewujudkan niat menuaikan Rukum Islam yang kelima, yakni menjalankan ibadah haji.

Tabri jemaah haji kloter 68 asal Jember, yang masih menjalani proses transit dan pengecekan akhir di Asrama Haji Embarkasi Surabaya itu menceritakan kisah perjuangannya untuk bisa menunaikan ibadah haji 2023 ini.

Meski Tabri cacat fisik sedari lahir, tapi tak membuat pria kelahiran 50 tahun silam ini berputus asa. Kaki dan tangannya memiliki ukuran kecil sehingga tidak bisa berjalan layaknya orang normal.

Tetap Tabri tetap bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya dan melaksanakan tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Dirinya pun menceritakan kesehariannya sebagai penjual kopi di pasar Kaliasat yang tak begitu jauh dari rumahnya atau sekitar 500 m.

Bahkan, jualan kopi telah dia tekuni selama sekitar 20 tahun terakhir setelah sebelumnya ia berjualan sayur di pasar. Dia membuka lapak kopinya mulai pukul 01.30 WIB malam hingga pukul 07.30 WIB pagi.

"Alhamdulillah sekarang saya sudah ada lapak kecil-kecilan untuk jualan di pasar. Awal-awal jualan saya belum ada lapak jadi kalau jualan harus rebutan dengan sesama pedagang yang tidak punya lapak di pasar,” terangnya.

Lapak jualannya didapat dari program hibah pejabat saat itu. Tabri bersyukur hingga kini dia masih bisa menempati lapak tersebut. Dari berjualan kopi itulah, Tabri bisa mengantongi keuntungan sekitar 100 ribu-150 ribu tiap hari.

“Namanya juga jualan, pas ramai ya bisa dapat 200 ribu, pas sepi dapat 50 ribu. Alhamdulillah masih diberi rezeki buat keluarga,” jelasnya penuh rasa syukur.

Sembari berjualan kopi tersebut, Tabri mulai berusaha membuka jalan memenuhi harapan yang dia idam-idamkan selama ini.

"Ya dikumpulkan hasil jual kopi. Selain itu saya juga ambil kredit di bank untuk saya belikan sapi juga untuk diternak. Alhamdulillah setiap sapi besar saya jual sampai tiga kali saya belikan sapi," terangnya sambal mengenang usahanya untuk bisa naik haji.

"Dari jual minuman kopi ditambah dari jualan hasil ternak dan ambil kredit di bank saya niatkan untuk mendaftar dan melunasi haji," ujarnya.

Tepat November 2011, Tabri memutuskan untuk mendaftar haji dan dijadwalkan berangkat tahun 2022.  Karena pandemi Covid-19, keberangkatan Sabri pun sejatinya tertunda hingga 2024. Namun tak disangka dirinya lebih cepat menjadi tamu Allah untuk berangkat haji tahun ini.

Sambil berurai air mata dia mengungkapkan rasa syukur dan haru karena dipanggil lebih cepat. Meskipun tidak didampingi istri, Tabri tetap optimis bisa menjalankan semua rukun ibadah haji.

“Istri baru daftar tahun 2017 karena memang ada rezekinya tahun itu,” jelasnya.

Tak lupa di tanah suci nanti ia akan berdoa untuk kesehatannya karena Tabri juga memiliki kelainan jantung bawaan dari lahir. Ia juga berharap bisa menyekolahkan kedua anaknya yang saat ini masih duduk di bangku SD dan SMA sampai ke jenjang yang lebih tinggi.

"Doa saya juga bisa menyekolahkan anak saya sampai mengejar cita-citanya," pungkasnya. (Ade)

Baca Juga: Pemerintah Jajaki Peluang BUMN Ekspor Bahan Baku Makanan Jemaah Haji

Editor : Ading