Selasa, 03 Feb 2026 22:21 WIB

Mayat dalam Koper, Keluarga Ceritakan Pelaku sejak Awal Mencurigakan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 09 Jun 2023 16:22 WIB
Korban mayat dalam koper, Angeline Nathania
Korban mayat dalam koper, Angeline Nathania

Selalu.id - Beberapa waktu lalu, ditemukan mayat seorang wanita dalam koper yang terbungkus karung di Jalan Jurang Gajah Mungkur Cangar, Pacet, Mojokerto, Rabu (6/7/2023) lalu. Pihak Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana menjelaskan bahwa korban diidentifikasi sebagai Angeline Nathania (21) seorang mahasiswa disalah satu kampus swasta di Surabaya.

Diketahui pula bahwa pihak keluarga telah melaporkan hilangnya Angelina ke pihak kepolisian Surabaya. Ibu korban, Ana Mariani (54) mengatakan sebelumnya Angelina dilaporkan hilang pada Jumat (5/5/2023) lalu.

Baca Juga: Fortuner Rem Blong di Pacet, Nyungsep di Jalur Penyelamat

Ana menceritakan sebelum anaknya dilaporkan hilang pada Rabu (3/5/2023) Angeline berpamitan untuk mengikuti satu ujian di kampusnya. Dia pergi membawa mobil Mitshubishi Xpander berwarna abu-abu milik kakak korban. Ana memperkirakan korban bakal pulang lebih awal. Lantaran, hanya satu ujian mata kuliah yang diikuti hari itu.

“Kalau sekolah (kuliah) biasanya berangkat sendiri. Saya pikir pulang jam 11, tapi sampai siang belum pulang. Saya pikir tugas kelompok. Namun, hingga malam tak kunjung kembali kerumah. Dari situ saya mulai gelisah,” ungkapnya.

Keesokkan harinya pun pada Kamis, (4/5/2023) keluarga korban mencoba menghubungi korban tetapi tak ada balasan. Hingga Jumat (5/5/2023) keluarga korban memutuskan untuk melaporkan Angelina sebagai orang hilang ke Polrestabes Surabaya.

“Iya, karena kalau orang dewasa bilang harus 2x24 jam. Itu akhirnya tanggal 5 melaporkan ke Polrestabes,” kata Ana.

Baca Juga: Data Korban Elf Blong di Pacet, Seluruh Penumpang Dilarikan ke RS

Setelah melaporkan kejadian itu, keluarga korban terus berusaha mencari informasi keberadaan Angeline. Salah satunya menanyakan kepada pelaku Rochmat Bagus Apriatma (41), warga asal Gunung Anyar Kidul, Surabaya, yang kini telah diamankan pihak kepolisian. Informasi yang didapatkan dari teman-teman Angeline, bahwa korban terakhir terlihat bersama dengan pelaku.

Tante korban Ambar Kristina menjelaskan dia bersama ibu Angelina sempat menemui pelaku untuk menanyakan keberadaan korban. Ambar menceritakan pelaku terlihat gugup dan gelisah saat ditanya keberadaan korban. Sehingga, sempat menaruh curiga kepada pelaku.

“Katanya gak tahu, terakhir ketemu November 2022. Dia mencurigakan karena saat ditanya gugup, badannya gerak-gerak semua. Tangan diputar-putar dibaju,” jelasnya.

Baca Juga: Polres Mojokerto Dirikan Pos Pelayanan Ala Animasi Robocar Poli di Pacet

Setelah satu bulan berlalu, keluarga korban mendapatkan kabar dari pihak kepolisian. Pelaku telah diamakan oleh Unit Resmob Polrestabes Surabaya. Pelaku diamakan satu hari sebelum jenazah Angelina ditemukan.

“Sehari sebelum ditemukan, pelaku sudah ditanggap duluan, dikasih tau ketika pelaku sudah diamankan,” pungkasnya. (Ade)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.