Kamis, 04 Jun 2026 05:04 WIB

Mayat dalam Koper, Keluarga Ceritakan Pelaku sejak Awal Mencurigakan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 09 Jun 2023 16:22 WIB
Korban mayat dalam koper, Angeline Nathania
Korban mayat dalam koper, Angeline Nathania

Selalu.id - Beberapa waktu lalu, ditemukan mayat seorang wanita dalam koper yang terbungkus karung di Jalan Jurang Gajah Mungkur Cangar, Pacet, Mojokerto, Rabu (6/7/2023) lalu. Pihak Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana menjelaskan bahwa korban diidentifikasi sebagai Angeline Nathania (21) seorang mahasiswa disalah satu kampus swasta di Surabaya.

Diketahui pula bahwa pihak keluarga telah melaporkan hilangnya Angelina ke pihak kepolisian Surabaya. Ibu korban, Ana Mariani (54) mengatakan sebelumnya Angelina dilaporkan hilang pada Jumat (5/5/2023) lalu.

Baca Juga: Kecelakaan di Pacet Mojokerto: Motor NMAX Rem Blong, 3 Orang Terluka

Ana menceritakan sebelum anaknya dilaporkan hilang pada Rabu (3/5/2023) Angeline berpamitan untuk mengikuti satu ujian di kampusnya. Dia pergi membawa mobil Mitshubishi Xpander berwarna abu-abu milik kakak korban. Ana memperkirakan korban bakal pulang lebih awal. Lantaran, hanya satu ujian mata kuliah yang diikuti hari itu.

“Kalau sekolah (kuliah) biasanya berangkat sendiri. Saya pikir pulang jam 11, tapi sampai siang belum pulang. Saya pikir tugas kelompok. Namun, hingga malam tak kunjung kembali kerumah. Dari situ saya mulai gelisah,” ungkapnya.

Keesokkan harinya pun pada Kamis, (4/5/2023) keluarga korban mencoba menghubungi korban tetapi tak ada balasan. Hingga Jumat (5/5/2023) keluarga korban memutuskan untuk melaporkan Angelina sebagai orang hilang ke Polrestabes Surabaya.

“Iya, karena kalau orang dewasa bilang harus 2x24 jam. Itu akhirnya tanggal 5 melaporkan ke Polrestabes,” kata Ana.

Baca Juga: Gledekan Laker, Tren Permainan usai Sahur di Pacet Mojokerto

Setelah melaporkan kejadian itu, keluarga korban terus berusaha mencari informasi keberadaan Angeline. Salah satunya menanyakan kepada pelaku Rochmat Bagus Apriatma (41), warga asal Gunung Anyar Kidul, Surabaya, yang kini telah diamankan pihak kepolisian. Informasi yang didapatkan dari teman-teman Angeline, bahwa korban terakhir terlihat bersama dengan pelaku.

Tante korban Ambar Kristina menjelaskan dia bersama ibu Angelina sempat menemui pelaku untuk menanyakan keberadaan korban. Ambar menceritakan pelaku terlihat gugup dan gelisah saat ditanya keberadaan korban. Sehingga, sempat menaruh curiga kepada pelaku.

“Katanya gak tahu, terakhir ketemu November 2022. Dia mencurigakan karena saat ditanya gugup, badannya gerak-gerak semua. Tangan diputar-putar dibaju,” jelasnya.

Baca Juga: Mirip Kapal Pesiar, Masjid Ar Rahman di Mojokerto Miliki Filosofi Mendalam

Setelah satu bulan berlalu, keluarga korban mendapatkan kabar dari pihak kepolisian. Pelaku telah diamakan oleh Unit Resmob Polrestabes Surabaya. Pelaku diamakan satu hari sebelum jenazah Angelina ditemukan.

“Sehari sebelum ditemukan, pelaku sudah ditanggap duluan, dikasih tau ketika pelaku sudah diamankan,” pungkasnya. (Ade)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.