Selasa, 03 Feb 2026 16:50 WIB

Pasien Meninggal saat Antre ICU di RSUD dr Soewandhie, Keluarga Jelaskan Alasan Tak Mau Dirujuk

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 02 Jun 2023 14:15 WIB
Keluarga pasien saat disambangi DPRD Surabaya
Keluarga pasien saat disambangi DPRD Surabaya

Selalu.id - Keluarga pasien bernama Asiasi (52) yang meninggal karena antre di ruang ICU RSUD dr Soewandhie, mengungkapkan alasan menolak dirujuk ke rumah sakit lain, karena takut dengan resiko yang tak diinginkan.

Diketahui, pasien ibu Asiasi pada Sabtu (27/5) tiga hari menunggu di IGD. Kemudian, Senin (29/5) masuk ke kemar teratai dan Selasa (30/5) ke ruang ICU namun masih penuh. Lalu, besoknya, (31/5) masuk ke ruang ICU namun telah meninggal dunia.

Keluarga pasien, anaknya, Dea mengungkapkan saat ditawari pihak RSUD dr Soewandhie untuk merujuk ibunya ke rumah sakit lain, dirinya mendapatkan opsi dari petugas. Opsi tersebut adalah jika dirujuk ke lain pasien beresiko tinggi yang berujung pada kegawatan. Apalagi, ICU di rumah sakit lain kemungkinan juga penuh.

"Yang tanda tangan aku (menolak rujuk) karena ada petugas bilang takut kalau terjadi apa-apa di jalan, belum tentu di RSUD dr Soetomo dapat kamar.  'saya gak mendoakan kalau meninggal di jalan gimana', kata gitu petugasnya," kata Dea, menjelaskan yang disampaikan petugas, saat ditemui Selalu.id, di rumahnya, Jalan Tanah Merah Selatan, Kenjeran, Surabaya, Jumat (2/6/2023).

Karena pihak RSUD dr Soewandhie itu memberikan saran seperti itu, keluarga pasien pun tak ingin ibunya mendapatkan resiko itu hingga akhirnya menyetujui surat penolakan rujukan rumah sakit lain.

"Dikasih deskripsi kaya gitu, karena ada omongan seperti itu jadi keluarga meminilisir resiko. Waduh sayah gak mau ibu saya seperti itu, akhirnya saya tanda tangan," ungkapnya.

Terlebih lagi, Dea mengaku jika nantinya ibunya dirujuk ke rumah sakit lain, BPJS untuk pasien akan dinonaktifkan selama dua minggu lamanya.

"Saya mau aja dirujuk apapun buat ibu saya. Andai dokter tak memaparkan risiko itu. Tapi kalau dikasih itu ya mundur (tolak) saya mending ibu saya tetap napas disini. Apalagi dibilang kalau keluar dari IGD, BPJS dinonaktifkan," sambungnya.

Bahkan, Dea menerangkan saat masuk ke RSUD dr Soewandhie kondisi kamar sudah pada penuh. Sehingga, ibunya belum mendapatkan kamar, terlebih lagi tidak ditawari langsung ke rujuk rumah sakit lain.

"Saya waktu tahu kamar penuh sampai melas-melas (mohon-mohon)," ucapnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Surabaya sekaligus politisi PKS, Reni Astuti mengatakan bahwa hal ini menjadi perhatian, dari informasi keluarga pasien bahwa mereka menolak merujuk ke RS lain karena kalimat saran dari petugas perawat itu membuat mereka khawatir.

"Ternyata karena keluarga mendapat info kalimat yang membuat khawatir, misal dipindah nanti alat ambulance tidak memadai untuk keselamatan, sehingga kalau ada apa- tidak  turut bertanggung jawab dan membuat keluarga takut," pungkasnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: Tanggung Jawab Sosial, RSUD dr Soewandhi Layani Pasien JKN 425 Hari

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

Selain pemeriksaan dasar, warga juga mendapatkan edukasi terkait kewaspadaan terhadap penyakit menular, termasuk Virus Nipah.

Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Widyaswendra mengatakan bahwa tidak ada keterlambatan pelayanan yang berakibat cukup signifikan dan berpengaruh pada jadwal sandar kapal.

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.