Selasa, 20 Okt 2026 01:08 WIB

Perspebsi Gelar Pelatihan Skill Tangani Pasien Stroke kepada Seluruh Dokter di Indonesia

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 27 Mei 2023 16:36 WIB
Pelatihan tangani pasien stroke di RSUD dr Soetomo
Pelatihan tangani pasien stroke di RSUD dr Soetomo

Selalu.id - Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Indonesia (Perspebsi) menggelar Pelatihan Skill Manajemen untuk menangani Pasien Neuro Emergency untuk tenaga kesehatan, khususnya dokter umum yang bekerja di IGD.

Pelatihan itu diikuti dokter di seluruh Indonesia itu bertempat di RSUD dr Soetomo, pada Sabtu (27/5/2023). Ketua Perspebsi, dr Agus Chairul Anab mengatakan pelatihan untuk memberi pengetahuan dan keterampilan yang komprehensif dalam menangani kasus stroke. Apalagi, kata dia, selama ini belum ada pelatihan yang standar untuk menangani kasus neuroemergency di Indonesia.

Baca Juga: 172 PPDS FK Unair Muntah dan Pusing, Begini Kondisinya 

"Pelatihan ini dirancang secara komprehensif, terstandar, dan melibatkan tenaga ahli dari berbagai bidang," kata dr Agus, saat ditemui Selalu.id.

dr Agus mengatakan terdapat lima spesialis yang terlibat dalam pelatihan PNNLS, yaitu spesialis bedah saraf, spesialis syaraf, spesialis radiologi, spesialis anestesi, dan spesialis neurologi anak.

"Salah satu tantangan yang kami hadapi adalah kasus yang tinggi untuk trauma kepala, tulang belakang, dan stroke," ungkapnya.

Baca Juga: Kebakaran di Gedung PPJT RSUD dr Soetomo Surabaya, Sistem Hidran Disorot

Perspebsi mencatat prevalensi trauma kepala akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 7,5 persen dari total populasi penduduk Indonesia. Sedangkan angka kejadian stroke mencapai 10,9 per 1000 penduduk atau sekitar 2,91 juta penduduk per tahun. Dalam menghadapi banyaknya kasus neuroemergency di Indonesia, dr Agus mengungkapkan bahwa dokter umum sebagai garda terdepan dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik.

"Pemerintah fokus perhatian penyakit stroke ini. Tetapi indonesia banyak ketinggalan," tuturnya.

Baca Juga: Ruangan Ini jadi Awal Kebakaran RSUD dr Soetomo Surabaya

Terlebih lagi, tambahnya, masih banyak dokter yang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang komprehensif dalam menangani kasus tersebut.

"Kami berharap bahwa melalui pelatihan PNNLS, dokter umum akan memiliki wadah untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan kasus neuroemergency, yang pada akhirnya akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).