Perspebsi Gelar Pelatihan Skill Tangani Pasien Stroke kepada Seluruh Dokter di Indonesia
- Penulis : Ade Resty
- | Sabtu, 27 Mei 2023 16:36 WIB
Selalu.id - Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Indonesia (Perspebsi) menggelar Pelatihan Skill Manajemen untuk menangani Pasien Neuro Emergency untuk tenaga kesehatan, khususnya dokter umum yang bekerja di IGD.
Pelatihan itu diikuti dokter di seluruh Indonesia itu bertempat di RSUD dr Soetomo, pada Sabtu (27/5/2023). Ketua Perspebsi, dr Agus Chairul Anab mengatakan pelatihan untuk memberi pengetahuan dan keterampilan yang komprehensif dalam menangani kasus stroke. Apalagi, kata dia, selama ini belum ada pelatihan yang standar untuk menangani kasus neuroemergency di Indonesia.
Baca Juga: RSUD dr Soetomo Kirim Tim Medis ke Aceh Tamiang, Begini Kondisinya
"Pelatihan ini dirancang secara komprehensif, terstandar, dan melibatkan tenaga ahli dari berbagai bidang," kata dr Agus, saat ditemui Selalu.id.
dr Agus mengatakan terdapat lima spesialis yang terlibat dalam pelatihan PNNLS, yaitu spesialis bedah saraf, spesialis syaraf, spesialis radiologi, spesialis anestesi, dan spesialis neurologi anak.
"Salah satu tantangan yang kami hadapi adalah kasus yang tinggi untuk trauma kepala, tulang belakang, dan stroke," ungkapnya.
Baca Juga: Potret Keluarga Pasien Tidur di Pelataran RSUD Soewandhie Jadi Sorotan Dewan
Perspebsi mencatat prevalensi trauma kepala akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 7,5 persen dari total populasi penduduk Indonesia. Sedangkan angka kejadian stroke mencapai 10,9 per 1000 penduduk atau sekitar 2,91 juta penduduk per tahun. Dalam menghadapi banyaknya kasus neuroemergency di Indonesia, dr Agus mengungkapkan bahwa dokter umum sebagai garda terdepan dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik.
"Pemerintah fokus perhatian penyakit stroke ini. Tetapi indonesia banyak ketinggalan," tuturnya.
Baca Juga: Hati-hati! Usia 25 ke Atas Potensi Stroke, Ini Penyebabnya
Terlebih lagi, tambahnya, masih banyak dokter yang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang komprehensif dalam menangani kasus tersebut.
"Kami berharap bahwa melalui pelatihan PNNLS, dokter umum akan memiliki wadah untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan kasus neuroemergency, yang pada akhirnya akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia," pungkasnya. (Ade/Adg)
Editor : Ading