Sabtu, 26 Sep 2026 04:21 WIB

Hati-hati! Usia 25 ke Atas Potensi Stroke, Ini Penyebabnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 30 Okt 2024 10:21 WIB
Pelaksana Tugas Direktur Medik RS UPT Vertikal Kemenkes  Dokter Adhy Nugroho
Pelaksana Tugas Direktur Medik RS UPT Vertikal Kemenkes  Dokter Adhy Nugroho

selalu.id - Rumah Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Vertikal Kemenkes Jawa Timur menggelar edukasi penyakit stroke dalam rangka World Stroke Day Selasa (29/10/2024) kemarin.

Pelaksana Tugas Direktur Medik RS UPT Vertikal Kemenkes  Dokter Adhy Nugroho menyebut dalam tren penyakit  stroke masih jadi penyumbang penyebab disabilitas tertinggi.

"Harapannya acara ini (health talk dalam rangka World Stroke Day) meningkatkan awareness (kepedulian) setiap orang bahwa stroke itu bukan sesuatu yang harus ditakutkan, bisa dicegah, kalau pun terkena, bisa kontrol dan meningkatkan fungsi tubuhnya," kata Adhy.

Adhy juga menyebut bahwa satudari empat orang berusia 25 tahun ke atas berpotensi terserang stroke. Faktor penyebabnya bisa genetik atau pola hidup.

"Banyak (faktor penyebabnya) ada faktor yang bisa diubah dan tidak bisa diubah. Kalau tidak bisa diubah itu genetik, suku atau ras. Faktor yang bisa diubah itu pola hidup, rokok, pola makanan tidak sehat, kurang aktivitas, kurang olahraga," katanya lagi.

Untuk pencegahan paling efektif, Adhy mengungkapkan, orang harus menerapkan gaya hidup sehat.  Mulai mengurangi konsumsi makanan atau minuman manis dan menghindari segala jenis rokok.

Selain itu, menerapkan rutin cek kesehatan tubuh yang selama ini menurutnya banyak disepelekan. "Padahal dari pada kita bayar pengobatan rumah sakit, lebih baik bayar medical checkup," katanya.

Selain pencegahan, ia juga mengingatkan penanganan stroke ketika serangan terjadi, segera mendapat tindakan rumah sakit.

"Muka mencong, anggota gerak melemah, ngomong gak jelas, kebas, rabun, sakit kepala hebat," jelasnya soal gejala.

Sebelum 4,5 jam, lanjut Adhy, pasien harus mendapat pertolongan dan dapat terapi trombolisis.

"Targetnya beberapa stroke kurang dari 4,5 jam dilakukan terapi trombolisis bisa kembali di atas 90 persen ke fungsi normal dengan syarat tidak ada penyakit penyerta," ucapnya.

Baca Juga: 2.91 Juta Orang Indonesia Terkena Stroke, Kenali Gejala Awalnya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.

Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan atau ompreng MBG yang dinilai kurang bersih.