Kamis, 23 Jul 2026 02:41 WIB

Hati-hati! Usia 25 ke Atas Potensi Stroke, Ini Penyebabnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 30 Okt 2024 10:21 WIB
Pelaksana Tugas Direktur Medik RS UPT Vertikal Kemenkes  Dokter Adhy Nugroho
Pelaksana Tugas Direktur Medik RS UPT Vertikal Kemenkes  Dokter Adhy Nugroho

selalu.id - Rumah Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Vertikal Kemenkes Jawa Timur menggelar edukasi penyakit stroke dalam rangka World Stroke Day Selasa (29/10/2024) kemarin.

Pelaksana Tugas Direktur Medik RS UPT Vertikal Kemenkes  Dokter Adhy Nugroho menyebut dalam tren penyakit  stroke masih jadi penyumbang penyebab disabilitas tertinggi.

"Harapannya acara ini (health talk dalam rangka World Stroke Day) meningkatkan awareness (kepedulian) setiap orang bahwa stroke itu bukan sesuatu yang harus ditakutkan, bisa dicegah, kalau pun terkena, bisa kontrol dan meningkatkan fungsi tubuhnya," kata Adhy.

Adhy juga menyebut bahwa satudari empat orang berusia 25 tahun ke atas berpotensi terserang stroke. Faktor penyebabnya bisa genetik atau pola hidup.

"Banyak (faktor penyebabnya) ada faktor yang bisa diubah dan tidak bisa diubah. Kalau tidak bisa diubah itu genetik, suku atau ras. Faktor yang bisa diubah itu pola hidup, rokok, pola makanan tidak sehat, kurang aktivitas, kurang olahraga," katanya lagi.

Untuk pencegahan paling efektif, Adhy mengungkapkan, orang harus menerapkan gaya hidup sehat.  Mulai mengurangi konsumsi makanan atau minuman manis dan menghindari segala jenis rokok.

Selain itu, menerapkan rutin cek kesehatan tubuh yang selama ini menurutnya banyak disepelekan. "Padahal dari pada kita bayar pengobatan rumah sakit, lebih baik bayar medical checkup," katanya.

Selain pencegahan, ia juga mengingatkan penanganan stroke ketika serangan terjadi, segera mendapat tindakan rumah sakit.

"Muka mencong, anggota gerak melemah, ngomong gak jelas, kebas, rabun, sakit kepala hebat," jelasnya soal gejala.

Sebelum 4,5 jam, lanjut Adhy, pasien harus mendapat pertolongan dan dapat terapi trombolisis.

"Targetnya beberapa stroke kurang dari 4,5 jam dilakukan terapi trombolisis bisa kembali di atas 90 persen ke fungsi normal dengan syarat tidak ada penyakit penyerta," ucapnya.

Baca Juga: 2.91 Juta Orang Indonesia Terkena Stroke, Kenali Gejala Awalnya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.