Jumat, 05 Jun 2026 21:23 WIB

Potret Keluarga Pasien Tidur di Pelataran RSUD Soewandhie Jadi Sorotan Dewan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 23 Jun 2025 18:37 WIB
Rapat dengar pendapat antara Komisi D DPRD Surabaya dan manajemen rumah sakit
Rapat dengar pendapat antara Komisi D DPRD Surabaya dan manajemen rumah sakit

selalu.id – DPRD Surabaya menyoroti kondisi keluarga pasien yang terpaksa tidur beralaskan tikar di pelataran RSUD Dr Mohamad Soewandhie karena minimnya ruang tunggu yang layak.

 

Baca Juga: Kebakaran di Gedung PPJT RSUD dr Soetomo Surabaya, Sistem Hidran Disorot

Isu ini mencuat dalam rapat dengar pendapat antara Komisi D DPRD Surabaya dan manajemen rumah sakit, Senin (23/6/2025).

 

Anggota Komisi D dari Fraksi PAN, Zuhrotul Mar’ah, menyampaikan bahwa keluhan soal ruang tunggu sudah sering disampaikan warga.

 

“Kami kerap dikeluhkan masyarakat terkait tidak adanya ruang tunggu yang layak di RSUD Dr Mohamad Soewandhie,” ujar Zuhrotul usai hearing.

 

Menanggapi hal itu, Direktur Utama RSUD Soewandhie, dr Billy Daniel Messakh, menjelaskan pemindahan ruang tunggu dari lantai 4 ke pelataran depan rumah sakit dilakukan karena maraknya kasus pencurian.

 

“Evaluasi kami, saat ruang tunggu berada di lantai 4, sering terjadi kasus kehilangan barang. Dari rekaman CCTV, kami temukan pelakunya adalah oknum yang menyamar sebagai penunggu pasien,” jelasnya.

 

Billy menyebut pengawasan di lantai atas sulit dilakukan, terutama malam hari. Meski beberapa pelaku sempat tertangkap dan barang ditemukan kembali, kejadian tetap berulang.

 

Kini, ruang tunggu dipusatkan di pelataran depan lantai 1 dan hanya dilengkapi kursi. Namun, banyak keluarga pasien memilih membawa alas sendiri dan tidur di area tersebut.

 

“Ini jadi kurang bagus kelihatannya kalau di dalam. Kesan kumuh ini tidak bisa kita hilangkan dan berimbas pada program wisata medis kita yang jadi tidak laku,” kata Billy.

 

Baca Juga: Ruangan Ini jadi Awal Kebakaran RSUD dr Soetomo Surabaya

Untuk komunikasi dengan keluarga pasien, pihak rumah sakit mengandalkan pengeras suara dan telepon seluler jika diperlukan.

 

Di sisi lain, Billy juga menyinggung kebijakan BPJS Kesehatan yang menyulitkan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Menurutnya, aturan baru membuat rumah sakit harus menyaring pasien berdasarkan klasifikasi darurat versi BPJS.

 

“Benturannya terjadi antara kami dan masyarakat. Menurut keluarga pasien, kondisi mereka sudah sakit serius. Namun setelah kami periksa, ternyata tidak masuk dalam klasifikasi emergensi menurut BPJS,” ungkapnya.

 

Akibatnya, rumah sakit kerap terjebak dalam perdebatan dengan pasien, yang diminta memilih antara jalur umum berbayar atau kembali ke Puskesmas.

 

“Di sinilah sering terjadi perdebatan. Ada yang legawa memilih bayar umum, tapi banyak juga yang bersikeras karena merasa sudah dijamin pemerintah. Aturannya bukan dari kami, tapi kami yang jadi sasaran warga,” ujarnya.

Baca Juga: Kebakaran RSUD dr Soetomo: 27 Pasien Selamat-Satu Meninggal, 4 Petugas Sesak Nafas

 

Meski menghadapi sejumlah tantangan, Billy tetap menyampaikan capaian positif rumah sakit, seperti rata-rata waktu tunggu di poliklinik yang kini hanya 27 menit per pasien.

 

“Secara umum waktu tunggu pelayanan di setiap poliklinik sudah jauh lebih baik,” jelasnya.

 

Dari sisi keuangan, RSUD Soewandhie juga mencatat efisiensi anggaran. Dari target pendapatan Rp295 miliar, tercapai Rp288 miliar, sementara realisasi belanja hanya sebesar 85 persen.

 

“RSUD Dr Soewandhie mencatat efisiensi dengan hanya menggunakan 85 persen dari total anggaran belanja,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

izin yang telah diterbitkan diduga tidak mencantumkan ketentuan jam operasional sebagaimana diatur dalam peraturan daerah.

Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Surabaya dipilih sebagai lokasi awal karena telah memiliki berbagai inisiatif pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat.