Senin, 02 Feb 2026 20:18 WIB

Potret Keluarga Pasien Tidur di Pelataran RSUD Soewandhie Jadi Sorotan Dewan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 23 Jun 2025 18:37 WIB
Rapat dengar pendapat antara Komisi D DPRD Surabaya dan manajemen rumah sakit
Rapat dengar pendapat antara Komisi D DPRD Surabaya dan manajemen rumah sakit

selalu.id – DPRD Surabaya menyoroti kondisi keluarga pasien yang terpaksa tidur beralaskan tikar di pelataran RSUD Dr Mohamad Soewandhie karena minimnya ruang tunggu yang layak.

 

Baca Juga: RSUD dr Soetomo Kirim Tim Medis ke Aceh Tamiang, Begini Kondisinya

Isu ini mencuat dalam rapat dengar pendapat antara Komisi D DPRD Surabaya dan manajemen rumah sakit, Senin (23/6/2025).

 

Anggota Komisi D dari Fraksi PAN, Zuhrotul Mar’ah, menyampaikan bahwa keluhan soal ruang tunggu sudah sering disampaikan warga.

 

“Kami kerap dikeluhkan masyarakat terkait tidak adanya ruang tunggu yang layak di RSUD Dr Mohamad Soewandhie,” ujar Zuhrotul usai hearing.

 

Menanggapi hal itu, Direktur Utama RSUD Soewandhie, dr Billy Daniel Messakh, menjelaskan pemindahan ruang tunggu dari lantai 4 ke pelataran depan rumah sakit dilakukan karena maraknya kasus pencurian.

 

“Evaluasi kami, saat ruang tunggu berada di lantai 4, sering terjadi kasus kehilangan barang. Dari rekaman CCTV, kami temukan pelakunya adalah oknum yang menyamar sebagai penunggu pasien,” jelasnya.

 

Billy menyebut pengawasan di lantai atas sulit dilakukan, terutama malam hari. Meski beberapa pelaku sempat tertangkap dan barang ditemukan kembali, kejadian tetap berulang.

 

Kini, ruang tunggu dipusatkan di pelataran depan lantai 1 dan hanya dilengkapi kursi. Namun, banyak keluarga pasien memilih membawa alas sendiri dan tidur di area tersebut.

 

“Ini jadi kurang bagus kelihatannya kalau di dalam. Kesan kumuh ini tidak bisa kita hilangkan dan berimbas pada program wisata medis kita yang jadi tidak laku,” kata Billy.

 

Baca Juga: DigiPay, Aplikasi Transaksi Cashless Layanan Kesehatan di RSUD Dr. Soetomo

Untuk komunikasi dengan keluarga pasien, pihak rumah sakit mengandalkan pengeras suara dan telepon seluler jika diperlukan.

 

Di sisi lain, Billy juga menyinggung kebijakan BPJS Kesehatan yang menyulitkan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Menurutnya, aturan baru membuat rumah sakit harus menyaring pasien berdasarkan klasifikasi darurat versi BPJS.

 

“Benturannya terjadi antara kami dan masyarakat. Menurut keluarga pasien, kondisi mereka sudah sakit serius. Namun setelah kami periksa, ternyata tidak masuk dalam klasifikasi emergensi menurut BPJS,” ungkapnya.

 

Akibatnya, rumah sakit kerap terjebak dalam perdebatan dengan pasien, yang diminta memilih antara jalur umum berbayar atau kembali ke Puskesmas.

 

“Di sinilah sering terjadi perdebatan. Ada yang legawa memilih bayar umum, tapi banyak juga yang bersikeras karena merasa sudah dijamin pemerintah. Aturannya bukan dari kami, tapi kami yang jadi sasaran warga,” ujarnya.

Baca Juga: Arsenio, Kembar Siam Asal Tulungagung Meninggal Pasca Operasi Pemisahan

 

Meski menghadapi sejumlah tantangan, Billy tetap menyampaikan capaian positif rumah sakit, seperti rata-rata waktu tunggu di poliklinik yang kini hanya 27 menit per pasien.

 

“Secara umum waktu tunggu pelayanan di setiap poliklinik sudah jauh lebih baik,” jelasnya.

 

Dari sisi keuangan, RSUD Soewandhie juga mencatat efisiensi anggaran. Dari target pendapatan Rp295 miliar, tercapai Rp288 miliar, sementara realisasi belanja hanya sebesar 85 persen.

 

“RSUD Dr Soewandhie mencatat efisiensi dengan hanya menggunakan 85 persen dari total anggaran belanja,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.