Ambil Peran Pemberdayaan Ibu-ibu, PNM Mekaar Beri Edukasi dan Pelatihan Kemandirian Ekonomi melalui Pengolaan Limbah
- Penulis : Ade Resty
- | Selasa, 23 Mei 2023 17:45 WIB
Selalu.id - Pemberdayaan perempuan terutama ibu-ibu yang bekerja dalam sektor domestik untuk berdaya dalam pengelolaan ekonomi merupakan satu fokus utama dari PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar).
Kali ini pun, PNM Mekaar bersama Divisi program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) membuka kembali program Klasterisasi Usaha dengan tajuk “Olah Kulit Kerang Jadi Uang” yang berfokus pada pengolahan limbah hasil laut sebagai satu upaya kreatif yang memiliki nilai ekonomis dan sustainablity terhadap lingkungan. Klasterisasi Usaha ini diselenggarakan di Aula Kecamatan Bulak, Surabaya dan dihadiri oleh 25 nasabah PNM Mekaar, Selasa (23/5/2023).
Baca Juga: PNM Liga Nusantara 2024/2025: Comeback, Persekabpas Kalahkan PSGC 2-1
Banyaknya pelaku usaha ultra mikro di wilayah Kecamatan Bulak ini telah mendorong para pelaku usaha disana untuk terus maju dan semangat dalam mendalami ilmu-ilmu baru demi meningkatkan usahanya. PNM melalui PKU menggelar sebuah pelatihan (klasterisasi) yang bertujuan mendorong para nasabah PNM agar dapat meningkatkan pengetahuan dengan menambah edukasi dalam menjalankan usahanya.
"Selain memberikan kemudahan akses permodalan, dalam Klasterisasi Usaha ini kami ingin nasabah PNM Mekaar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam berusaha. Tidak perlu mencari bahan yang susah dan mahal, tapi kami ajak mereka untuk memanfaatkan apa yang ada dilingkungan sekitar saja. Kami juga ingin menunjukkan bahwa Limbah pun bisa dijadikan sesuatu yang bernilai jual," ujar Indah Ilmiyah selaku Manager Regional Pengawasan Mekaar Regional Surabaya 1.
Dalam Klasterisasi Usaha, peserta didampingi untuk belajar beraneka ragam olahan limbah laut yang dapat menghasilkan beragam produk seperti pot, dan kerajinan bunga yang terbuat dari kulit kerang. Selain itu peserta juga diajarkan untuk promosi melalui sosial media agar bisa memperluas pemasaran usahanya melalui pasar lokal, nasional, online, bahkan internasional yang bisa menambah kesejahteraan keluarga sehingga nasabah PNM naik kelas.
"Memperkaya keterampilan ibu-ibu siapa tahu bisa menambah pemasukan. Terlebih dengan situasi yang serba tidak pasti ini, ada satu hal yang pasti yakni modernitas. Jadi ibu-ibu juga harus belajar untuk memanfaatkan hape-nya untuk menjadi sarana yang bernilai ekonomis dari apa yang sudah kita pelajari hari ini. Bikin produk terus dijual-belikan secara online," Sugiyati Nurul Handayani selaku Wakil Pemimpin PT PNM Cabang Surabaya.
Baca Juga: Program Holding Ultra Mikro PNM Kurangi Kesenjangan Pendapatan Nasabah
Salah satu peserta pelatihan Klasterisasi Usaha, Munti Astuti mengaku bahwa kegiatan ini bermanfaat dan membantu nasabah untuk menjadi lebih kreatif dan mandiri secara ekonomi.
"Ya saya senang dibantu gimana caranya menjual produk saya di online, juga diajari ilmu baru, memanfaatkan limbah. Benar juga si, ternyata limbah bisa diolah lagi dan bahkan bisa dijual," tukas Munti.
Selanjutnya, pelatihan ini merupakan salah satu bentuk dari aktualiasasi tiga modal PNM, dalam mendukung pertumbuhan ultra mikro dan UMKM, PNM memberikan tiga modal yaitu finansial, intelektual dan sosial. Modal finansial diberikan melalui pembiayaan usaha produktif, sedangkan modal intelektual melalui pendampingan antara lain pelatihan, berbagi info dan pengalaman.
Baca Juga: HUT ke-25, PNM Cabang Surabaya Gelar Lomba Masak Rujak Cingur untuk Nasabah Mekaar
Sedangkan modal sosial, PNM membangun kepedulian nasabah melalui jejaring usaha dan sinergi bisnis yang mampu membantu percepatan usaha nasabah. Kemudian, pelatihan ini berjalan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat.
Sebagai informasi, hingga 31 April 2023 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp23,05 T kepada Nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 14.551.096 juta Nasabah. Saat ini PNM memiliki 62 Cabang, 3.800 kantor unit layanan PNM Mekaar dan 645 kantor unit layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 513 Kabupaten/Kota, dan 6.664 Kecamatan. (Adg)
Editor : Ading