Selasa, 03 Feb 2026 12:57 WIB

Pemkot Surabaya Dorong Program Layak Anak Terealisasi Tiap Kecamatan dan Kelurahan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 20 Mei 2023 12:24 WIB
Koordinator Tim KAS-RPA Surabaya Martadi saat sosialisasi program KAS RPA kepada puluhan Kecamatan
Koordinator Tim KAS-RPA Surabaya Martadi saat sosialisasi program KAS RPA kepada puluhan Kecamatan

Selalu.id - Pemkot Surabaya berupaya untuk menekan kasus kekerasan perempuan dan anak yang terjadi di Kota Pahlawan.

Apalagi Kota Surabaya disebut dengan Kota Layak Anak (KLA), untuk memasifkan itu Pemkot membuat kebijakan program disebut Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KAS-RPA).

Koordinator Tim KAS-RPA Kota Surabaya, Martadi mengatakan, program ini merupakan terjemahan Surabaya Kota Responsif Gender juga sebagai Kota Layak Anak (KLA).

"Kalau kita ingin menyebut kota itu layak anak, ya di kecamatan sampai dengan kelurahan juga harus layak anak," kata Martadi, Sabtu (20/5/2023).

Martadi menjelaskan, program ini untuk meningkatkan pemberdayaan di kelurahan dan kecamatan yang belum maksimal menggerakkan agar lebih responsif menangani masalah yang melibatkan perempuan dan anak.

"Jadi yang kami telah sosialisasi ini adalah kecamatan yang kampung-kampungnya kurang maksimal atau belum tersentuh program ini," ujarnya.

Agar program ini maksimal, Martadi menargetkan, di tahun 2023 seluruh kampung di Surabaya sudah tersentuh seluruhnya dalam menerapkan responsif gender dan layak anak.

Kata dia, indikator kampung tersebut bisa disebut responsif gender yaitu, sudah ada kebijakan dari kelurahan dan kecamatan mengenai program KAS-RPA.

Kemudian, indikatornya juga adanya sumber daya manusia (SDM) yang menangani persoalan responsif gender dan layak anak.

Indikator selanjutnya, yakni ketersediaan sarana dan prasarana serta alokasi dana penunjang untuk kampung responsif gender dan layak anak.

Tak hanya itu,  data permasalahan gender dan anak yang terjadi di suatu kampung dan program riil yang diterapkan di lapangan dalam menangani permasalahan gender dan layak anak.

Lebih lanjut Martadi menjelaskan, Pemkot Surabaya juga akan melibatkan atau memberi ruang kepada mahasiswa dan lembaga swadaya masyarakat untuk membantu program agar maksimal.

"Setelah kita rekrut (mahasiswa atau lembaga swadaya), akan dibekali mengenai program ini agar sama persepsinya dengan program ini secara berkelanjutan. Kalau hanya mengandalkan jajaran DP3A-PPKB tentu akan kurang maksimal," tuturnya.

Ia berharap, program ini bisa mengatasi persoalan responsif gender dan anak ini bisa terus dilakukan di Surabaya.

Semakin kompleksnya persoalan kasus kekerasan perempuan dan anak di perkotaan, dirinya ingin kasus-kasus tersebut bisa ditangani secara berkelanjutan dan tidak menunggu saat terjadi permasalahan.

"Oleh karena itu harus dibangun mulai dari hulu ke hilir, juga diimbangi dengan kegiatan-kegiatan preventif di perkampungan untuk menekan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak," tandasnya. (Ade).

Baca Juga: Pemkot Dorong Kampanye Responsif Gender hingga Kampung-kampung di Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.