Rabu, 22 Jul 2026 10:15 WIB

Dokter National Hospital Surabaya: Setiap Hari Ada 1 hingga 5 Pasien Kasus Tumor Baru

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 19 Mei 2023 14:36 WIB
Comprehensif Brain Tumor Management National Hospital Surabaya, Dr Irwan Barlian Immadoel
Comprehensif Brain Tumor Management National Hospital Surabaya, Dr Irwan Barlian Immadoel

Selalu.id - Comprehensif Brain Tumor Management National Hospital Surabaya, Dr Irwan Barlian Immadoel menyebut kasus tumor otak terus meningkat salah satunya karena genetik atau faktor keturunan.

Dr Irwan mengatakan bahwa di Surabaya kasus baru tumor otak selalu ada setiap hari. Bahkan, bisa mencapai 5 pasien penderita tumor otak baru yang datang ke salah satu rumah sakit. Bahkan, penyakit tersebut lebih banyak perempuan.

"Kasusnya sangat meningkat, setiap hari para dokter menangani pasien tumor otak. Kalau kita di RSUD dr Soetomo itu setiap hari selalu ada kasus baru, paling tidak atau minimal ada 5 pasien baru yang datang. Paling banyak ada di wanita, prosentase perempuan kali lebih banyak daripada pria," kata Dr Irwan, kepada selalu.id, Jumat (19/5/2023).

Ia pun menambahkan bahwa, tumor otak memiliki karakteristik masing-masing. Misal, tumor otak khusus pada anak dan tumor pada orang dewasa.

"Yang paling sering tumor otak itu terdapat di orang dewasa. Jadi setelah usia 40 itu resistensinya lebih tinggi," ungkapnya.

Sisi lain, terkait gejala tumor otak yakni nyeri pada kepala. Namun, nyeri kepala ini beda dengan biasanya yakni sakit nyeri yang semakin meningkat.

"Disebutnya kronis progresif, jadi kalau diibaratkan sekarang skala nyerinya satu, dalam kurun waktu dua bulan bisa naik menjadi dua atau naik terus, ketika diobati tidak membaik," ujarnya.

Semakin tambah dan memburuk nyerinya bida terkena gejalan lain. Misal, nyerinya hingga pandangan matanya kabur atau gangguan penglihatan.

"Atau ada juga nyeri kepala disertai kejang, atau kesemutan di tangan atau di kaki. Sebetulnya banyak gejalanya,"tuturnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, untuk tumor yang disertai benjolan itu tumornya ada diluar tempurung kepala. Meski benjolnya tidak bisa dilihat jadi dari luar pasien terlihat biasa tetapi bisa merasakan nyeri.

"Kalau tumor itu terdapat di dalam tempurung kepala kan tidak kelihatan dari luar atau benjolan. Jadi dari luar keliahatan seperti biasa, tapi merasakan nyeri," pungkasnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: National Hospital Hadirkan Teknologi ABUS untuk Deteksi Dini Kanker Payudara

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.