Jumat, 05 Jun 2026 01:42 WIB

Dokter National Hospital Surabaya: Setiap Hari Ada 1 hingga 5 Pasien Kasus Tumor Baru

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 19 Mei 2023 14:36 WIB
Comprehensif Brain Tumor Management National Hospital Surabaya, Dr Irwan Barlian Immadoel
Comprehensif Brain Tumor Management National Hospital Surabaya, Dr Irwan Barlian Immadoel

Selalu.id - Comprehensif Brain Tumor Management National Hospital Surabaya, Dr Irwan Barlian Immadoel menyebut kasus tumor otak terus meningkat salah satunya karena genetik atau faktor keturunan.

Dr Irwan mengatakan bahwa di Surabaya kasus baru tumor otak selalu ada setiap hari. Bahkan, bisa mencapai 5 pasien penderita tumor otak baru yang datang ke salah satu rumah sakit. Bahkan, penyakit tersebut lebih banyak perempuan.

"Kasusnya sangat meningkat, setiap hari para dokter menangani pasien tumor otak. Kalau kita di RSUD dr Soetomo itu setiap hari selalu ada kasus baru, paling tidak atau minimal ada 5 pasien baru yang datang. Paling banyak ada di wanita, prosentase perempuan kali lebih banyak daripada pria," kata Dr Irwan, kepada selalu.id, Jumat (19/5/2023).

Ia pun menambahkan bahwa, tumor otak memiliki karakteristik masing-masing. Misal, tumor otak khusus pada anak dan tumor pada orang dewasa.

"Yang paling sering tumor otak itu terdapat di orang dewasa. Jadi setelah usia 40 itu resistensinya lebih tinggi," ungkapnya.

Sisi lain, terkait gejala tumor otak yakni nyeri pada kepala. Namun, nyeri kepala ini beda dengan biasanya yakni sakit nyeri yang semakin meningkat.

"Disebutnya kronis progresif, jadi kalau diibaratkan sekarang skala nyerinya satu, dalam kurun waktu dua bulan bisa naik menjadi dua atau naik terus, ketika diobati tidak membaik," ujarnya.

Semakin tambah dan memburuk nyerinya bida terkena gejalan lain. Misal, nyerinya hingga pandangan matanya kabur atau gangguan penglihatan.

"Atau ada juga nyeri kepala disertai kejang, atau kesemutan di tangan atau di kaki. Sebetulnya banyak gejalanya,"tuturnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, untuk tumor yang disertai benjolan itu tumornya ada diluar tempurung kepala. Meski benjolnya tidak bisa dilihat jadi dari luar pasien terlihat biasa tetapi bisa merasakan nyeri.

"Kalau tumor itu terdapat di dalam tempurung kepala kan tidak kelihatan dari luar atau benjolan. Jadi dari luar keliahatan seperti biasa, tapi merasakan nyeri," pungkasnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: National Hospital Hadirkan Teknologi ABUS untuk Deteksi Dini Kanker Payudara

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.