Jumat, 23 Okt 2026 12:00 WIB

Dokter National Hospital Surabaya: Setiap Hari Ada 1 hingga 5 Pasien Kasus Tumor Baru

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 19 Mei 2023 14:36 WIB
Comprehensif Brain Tumor Management National Hospital Surabaya, Dr Irwan Barlian Immadoel
Comprehensif Brain Tumor Management National Hospital Surabaya, Dr Irwan Barlian Immadoel

Selalu.id - Comprehensif Brain Tumor Management National Hospital Surabaya, Dr Irwan Barlian Immadoel menyebut kasus tumor otak terus meningkat salah satunya karena genetik atau faktor keturunan.

Dr Irwan mengatakan bahwa di Surabaya kasus baru tumor otak selalu ada setiap hari. Bahkan, bisa mencapai 5 pasien penderita tumor otak baru yang datang ke salah satu rumah sakit. Bahkan, penyakit tersebut lebih banyak perempuan.

"Kasusnya sangat meningkat, setiap hari para dokter menangani pasien tumor otak. Kalau kita di RSUD dr Soetomo itu setiap hari selalu ada kasus baru, paling tidak atau minimal ada 5 pasien baru yang datang. Paling banyak ada di wanita, prosentase perempuan kali lebih banyak daripada pria," kata Dr Irwan, kepada selalu.id, Jumat (19/5/2023).

Ia pun menambahkan bahwa, tumor otak memiliki karakteristik masing-masing. Misal, tumor otak khusus pada anak dan tumor pada orang dewasa.

"Yang paling sering tumor otak itu terdapat di orang dewasa. Jadi setelah usia 40 itu resistensinya lebih tinggi," ungkapnya.

Sisi lain, terkait gejala tumor otak yakni nyeri pada kepala. Namun, nyeri kepala ini beda dengan biasanya yakni sakit nyeri yang semakin meningkat.

"Disebutnya kronis progresif, jadi kalau diibaratkan sekarang skala nyerinya satu, dalam kurun waktu dua bulan bisa naik menjadi dua atau naik terus, ketika diobati tidak membaik," ujarnya.

Semakin tambah dan memburuk nyerinya bida terkena gejalan lain. Misal, nyerinya hingga pandangan matanya kabur atau gangguan penglihatan.

"Atau ada juga nyeri kepala disertai kejang, atau kesemutan di tangan atau di kaki. Sebetulnya banyak gejalanya,"tuturnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, untuk tumor yang disertai benjolan itu tumornya ada diluar tempurung kepala. Meski benjolnya tidak bisa dilihat jadi dari luar pasien terlihat biasa tetapi bisa merasakan nyeri.

"Kalau tumor itu terdapat di dalam tempurung kepala kan tidak kelihatan dari luar atau benjolan. Jadi dari luar keliahatan seperti biasa, tapi merasakan nyeri," pungkasnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: National Hospital Hadirkan Teknologi ABUS untuk Deteksi Dini Kanker Payudara

Editor : Ading
Berita Terbaru

Tiga Pemuda Bobol 2 Sekolah di Mojokerto, Pelaku Diringkus saat Tidur

Aksi pencurian dengan pemberatan itu terjadi di SDN Mlaten Kecamatan Puri dan TK Jabon Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar.

Top 5 Berita: Perampokan Toko Emas di Jember hingga Santri Terganjal Aturan

Artikel peristiwa dan pemerintahan masih banyak dibaca.

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.