Minggu, 18 Okt 2026 21:24 WIB

Ini Alasan Pemkot Surabaya Beri Pagar Besi di Festival Rujak Uleg

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 08 Mei 2023 14:53 WIB
Festival Rujak Uleg 2023
Festival Rujak Uleg 2023

Selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya memberi klarifikasi atas aturan pelaksaan Festival Rujak Uleg 2023 yakni memberi batasan atau pagar besi panggung yang membuat masyarakat tidak bisa masuk ke dalam venue gelaran pesta rakyat tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya, M. Fikser mengatakan bahwa alasan memberi batasan berupa pagar besi di sekitar panggung itu agar tidak semua titik menjadi crowded atau penuh sesak.

Baca Juga: Acara Surabaya Vaganza Tinggalkan 20 Ton Sampah, 8 Titik Taman juga Rusak

"Kami memeriksa potensi-potensi crowded agar kepadatan tidak terjadi semua titik, karena Kembang Jepun melintang dari Utara-Timur dan begitu panjangnya. Kita sudah cek semua mana yang crowded dan nggak crowded, maka dibutuhkan upaya antisipatifnya (penggunaan pagar besi,red)," kata Fikser, saat dihubungi awak media, Senin (8/5/2023).

Fikser mengatakan bahwa pembatasan yang viral di media sosial itu agar tidak adanya penumpukan warga. Sekaligus memang telah dirancang untuk bagian dalam venue panggung itu hanya berisi peserta yang mengikuti Festival Rujak Uleg.

"Organisasi Perangkat Daerah (OPD) (pejabat-pejabat Pemkot,red) dan pendukung peserta yang ikut memasuki venue festival tapi tidak menyeluruh," jelasnya.

Kebijakan untuk menggunakan pagar pembatas itu diambil berdasarkan evaluasi Festival Rujak Uleg tahun lalu, agar poin-poin negatif seperti penumpukan pengunjung tidak terjadi lagi. Terutama, pada tahun ini Festival Rujak Uleg masuk dalam sebagai Kharisma Event Nusantara (KEN) Nasional dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenkperraf).

"Jadi dilakukanlah penataan yang lebih aman dengan menggunakan (pembatas pagar besi). Karena even yang kita lakukan tahun ini bukan sekedar nguleg rujak bareng. Tapi juga bertujuan untuk menyuguhkan festival yang lebih baik karena kami ingin memperlihatkan adanya citra rasa dan penyajian dengan pakaian unik. Ini upaya untuk menaikkan sarana promosi kota, dengan suguhan festival yang rapi, menarik dan aman. Karena nanti susah sekali dilakukan penilaian jika masyarakat masuk kedalam venue dan menyebabkan corwded," tegasnya.

Sehingga, ia kembali menegaskan tujuan pagar besi itu agar acara berjalan dengan baik dan aman.

Baca Juga: Surabaya Vaganza Sukses, DPRD Usul Konser dan Teatrikal di Hari Pahlawan 

"Tapi setelah pelaksanaan penjurian, warga boleh masuk dan makan bareng juga bisa dibagikan ke warga sekitar," tukasnya.


Sementara Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Wiwiek Widayati juga menjelaskan bahwa Festival Rujak Uleg tahun ini memang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sebab, Festival Rujak Uleg tahun ini sudah masuk daftar Kharisma Event Nusantara (KEN), sehingga event ini sudah termasuk event nasional.

Selain itu, event ini juga dilombakan, sehingga dalam prosesnya ada penilaian-penilaian yang dilakukan oleh para juri yang profesional. Penilaian itu mulai dari cita rasa rujak uleg yang sudah dibuat, cara penyajiannya hingga kostum unik yang dipakai oleh para peserta.

"Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Festival Rujak Uleg sebelumnya, kita pasang barikade supaya pelaksanaan festival ini dapat dinikmati dengan nyaman dan tertata dengan rapi, peserta pun supaya lebih nyaman dan beberapa perform bisa lebih optimal, serta dewan juri bisa melakukan penilaian dengan lebih optimal," kata Wiwiek.

Baca Juga: Festival Rujak Uleg 2026 Diwarnai Euforia Piala Dunia, Usung Tema "Rujak Phoria" 

Setelah proses penilaian itu selesai dan pihak panitia sudah mengantongi pemenangnya, Pemkot Surabaya sudah meminta para peserta untuk menyediakan rujak uleg buatannya itu untuk diberikan kepada warga, supaya warga juga bisa menikmati rujak uleg pada saat acara.

Di samping itu, Wiwiek juga menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya sudah menyediakan LED besar yang menayangkan serangkaian proses dalam event tersebut. Harapannya, tentu warga bisa menyebar di sepanjang Jalan Kembang Jepun dan tetap bisa menikmati serangkaian acara dalam Festival Rujak Uleg itu.

“Saat itu, sebenarnya warga memang sudah menyebar di sepanjang Jalan Kembang Jepun, dan tidak ada crowded atau penumpukan warga, mungkin hanya ada di beberapa titik yang ada penumpukan dan itu terus kita evaluasi,” ujarnya.

Meski begitu, ia sekali lagi menyampaikan terimakasih kepada warga yang sudah hadir dan sudah memberikan masukan kepada Pemkot Surabaya. Masukan ini akan menjadi bahan evaluasi untuk event-event pemkot selanjutnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.

Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Para kader berharap nilai gotong royong dan kesadaran menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat terus diperkuat oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.